1992, Rage Against The Machine merilis lagu berjudul Take The Power Back, sebuah bentuk protes dari keputusasaan warga terhadap sistem yang menganggap fakta itu fraud.
Seiring waktu ternyata lagu yang dinyanyikan Zach saat itu sangat relevan dengan kejadian hari ini di sekitar kita.
Tribute untuk warga yang melawan, Take The Power Back dirilis dalam sebuah gambar yang bercerita tentang aksi yang terjadi.
OLIGARKING x RATM - TAKE THE POWER BACK
apapun yang terjadi di waktu-waktu gawat, harus selalu ingat warga jaga warga, rakyat bantu rakyat, senasib sepenanggungan, jangan jadi tumbal akal-akalan alat represi perpanjangan tangan penguasa susupan ke dalam lapis-lapis barisan.
Unduh dan sebarluaskan poster di bawah ini secara cuma-cuma. Tempelkan di tiap-tiap persimpangan jalan. Kalo butuh filenya move ke-DM, kalo butuh uang aku juga gapunya.
Lawan selagi bisa melawan. ❤️🔥
Izin ikut cari rezeki buat tambah" biaya kuliah🫶🏽
barang kali ada yg tertarik poster PERSIB design ke 3 design ini di buat saya sendiri.
sudah free 3 design dari saya .
material poster : ruster
harga 101.933 rb🙏🏽
izin mentions pak @Shamr00g@bandungfootball hatur nuhun💙
Bandung memang tidak dibangun dari duit Persib.
Tapi kalo kata Zen RS di salah satu tulisannya,
"Bandung juga tersusun dari kaki-kaki kecil yang terus berani main walau diteriaki Satpol PP. Bandung juga dibangun oleh anak-anak yang tetap datang walau lapangan dikunci, walau bola bolong, walau digebuk aparat, padahal hanya bermain bola plastik di Cikapayang atau Saparua pada Jumat malam. Mereka datang. Mereka main. Karena itu satu-satunya cara mereka bertahan."
Suka tidak suka, untuk mayortias warga Jawa Barat, Persib ini menjadi sebuah alat komunikasi kaum rentan di kelas bawah. Menjadi belati dari dago elos, hingga sukahaji. Menjadi identitas kolektif untuk kaum yang rentan di kehidupan sehar-hari.
Bahwa masih ada sekumpulan orang yang belum terdidik dan kelakuannya merugikan banyak pihak, itu juga harus diakui. Tapi, untuk menggeneralisir dan memukul rata dan menjadikannya satu juga saya rasa tidak adil, apalagi bijak.
Sekali lagi, Bandung tidak dibangun pake duit Persib. Tapi jangan lupa, eta jalan diponegoro arek ditutup permanen ku bapa sararia saha atuh anu naekeun awareness na tepikat teu jadi lamun lain datangna ti sebagian Bobotoh Persib? lalawora sia mah kehed.
Sudah saatnya kita berhenti saling menyalahkan dan mulai menoleh pada akar masalahnya. "kualitas sosiologis masyarakat dan profesionalisme keamanan negara."
Kita butuh pemerintah yang memiliki kemauan politik untuk mengedukasi masyarakat dan memperbaiki taraf hidup rakyat, serta pemerintah yang mau mendengar dan peduli pada hal yang terjadi di masyarakat.
Maneh arek beberewekan sakumaha tarik oge, ari masalah utamana teu beres mah nu kieu patut bakal aya deui aya deui.