Ngomong-ngomong soal event crypto di Asia—Coinfest Asia 2026 bakal balik lagi di Bali tanggal 20-21 Agustus nanti. Dan tahun ini, gue officially jadi KOL Partner mereka (lagi, yey!) 🥳
Kenapa gue excited?
Karena ini bukan sekadar conference kaku biasa. @CoinfestAsia itu melting pot tempat builders, traders, dan institutions ngumpul bareng dalam satu festival. Gak cuma duduk dengerin panel—tapi beneran networking, bikin koneksi, dan dapet alpha insight yang gak bakal lo temuin cuma dari scroll timeline.
Tahun ini mereka bawa format baru, yaitu TRACKS. Jadi lo bisa milih sendiri mau fokus masuk ke jalur Builders, Traders, atau Institutions—sesuai sama interest dan goal lo masing-masing. Fleksibel, dan tiap track udah disesuaikan buat ngasih experience yang beda.
Gue personally gak sabar buat ketemu langsung sama orang-orang yang beneran lagi build ekosistem ini. Karena event kayak gini tuh reminder kuat kalau industri Web3 ini jauh lebih besar dari sekadar pergerakan harga di chart.
Kalau lo emang serius di crypto—entah lo itu builder, trader, atau sekadar pengen ngertiin space ini lebih dalam—Coinfest Asia 2026 wajib banget masuk radar lo.
🗓 20-21 Agustus 2026
📍 Bali, Indonesia
Lo bisa cek detail lengkapnya dan amanin tiket lewat link gue: https://t.co/yMgJHDHcaQ
Dan kalau mau dapet extra diskon 20%, jangan lupa pakai kode: A20RAMA
See you in Bali! 🤙
Asli, gue beneran muak.
Baru aja baca berita soal Dadan, eks Ketua BGN, yang kasus korupsi. Dan angkanya bukan lagi ratusan juta, bukan juga hitungan miliar secara total. Tapi 1 MILIAR PER HARI.
Gila. Sehari.
Coba bayangin, di luar sana ada orang yang bangun subuh, narik ojol, jualan di pinggir jalan, kerja shift 12 jam penuh, cuma buat dapet Rp100 ribu sehari. Mereka setengah mati capeknya, tapi tetap milih jalan yang jujur.
Terus ada orang kayak Dadan. Duduk manis di kursi pemerintahan, punya jabatan yang HARUSNYA dipake buat ngurus rakyat—eh malah asyik nguras uang rakyat. 1 miliar sehari itu jauh lebih besar dari apa yang dihasilkan mayoritas orang Indonesia dalam setahun penuh.
Dan ini bukan sekadar soal angka. Ini soal trust. Ini soal rakyat yang udah terlanjur capek ngasih kepercayaan, tapi ujung-ujungnya dikhianati lagi sama orang yang harusnya jadi sandaran.
Jahat? Banget. Tapi yang jauh lebih jahat adalah sistem yang ngebiarin hal gila semacam ini terjadi berulang kali. Seolah-olah hukumannya nggak pernah cukup tajam buat bikin maling-maling berdasi ini kapok.
Rakyat udah nggak butuh simpati. Rakyat butuh keadilan yang beneran.
Buat yang lagi persiapan SKB CPNS, ini Materi Pokok Soal SKB resmi dari MenPAN-RB (total ada 104 halaman).
Link PDF-nya bisa langsung kalian akses di sini: https://t.co/hBGAS7Mg15
Sekadar reminder penting, yaitu rajin-rajin pantau website resmi instansi yang kalian lamar. Info detail soal jadwal, lokasi ujian, sampai materi spesifik itu bisa beda-beda tiap instansi. Jangan sampai ada info krusial yang kelewat.
Semangat terus buat yang lagi berjuang di tahap ini. Kalaupun nanti hasilnya belum sesuai harapan, inget ini bukan akhir dari segalanya—tetap konsisten dan terus usaha. 💪🏻
8 saham Indonesia didepak dari FTSE Global per 22 Juni nanti. Yang masuk? Nol besar.
Yang keluar pun bukan saham sembarangan—ada $GOTO di kategori Mid Cap, $DSSA di Large Cap, plus 5 saham lainnya di Micro Cap.
Artinya, zero net inclusion. Dana asing yang biasa melacak indeks ini bakal otomatis melakukan rebalancing dan keluar dari posisi-posisi tersebut. Ini namanya forced selling, bukan sekadar pilihan manajer investasinya lagi.
Yang bikin seram sebenarnya bukan cuma soal jumlah nominalnya. Tapi arah trennya—makin ke sini makin banyak yang didepak, sementara yang masuk malah gak ada. Kalau tren kayak gini terus berlanjut sampai review bulan September nanti, sinyal ke investor global bakal makin jelas, yaitu pasar Indonesia bukan lagi jadi prioritas.
Hari ini IHSG mungkin masih bisa naik. Tapi melihat bagaimana flow asing bulan depan? Itu bakal jadi cerita yang beda lagi.
Indonesia punya 1.500+ ISP. Sekarang pemerintah dan pelaku industri mulai sepakat "ini sudah kebanyakan".
Arah kebijakannya bukan lagi nambah pemain baru, tapi pengurangan—sampai tersisa pemain yang benar-benar viable secara bisnis dan infrastruktur.
Ini yang lagi terjadi di balik layar telekomunikasi kita.
Masalah utamanya:
• 1.500+ ISP terdaftar, tapi mayoritas skalanya mini.
• Perang harga makin brutal—bikin margin negatif dan kualitas layanan jeblok.
• ISP kecil terpaksa jual murah banget, tapi bandwidth minim dan support-nya hampir nol.
• Dampak ujungnya, kualitas internet nasional yang jadi korban.
Di level industri, kondisi ini disebut "over-fragmentation."
Arah kebijakan 2026–2030:
• Moratorium izin baru—pemerintah bakal ngerem lisensi ISP baru buat penyehatan industri.
• Standar QoS diperketat—ada aturan tegas soal latency, packet loss, speed minimum, sampai skema auto compensation.
• Mandatory infrastructure sharing—tiang tumpu harus dipakai bersama, wajib open access.
• Ranking ISP publik—kinerja ISP bakal dibuka ke publik, yang rapornya merah kena review lisensi.
• Threshold viability dinaikkan—syarat minimum jumlah pelanggan, kepemilikan backbone, NOC, dan modal bakal diperberat.
Pola konsolidasi begini berkaca dari Singapura, India, Uni Eropa, dan Brasil.
Yang paling krusial buat ISP kecil:
Begitu syarat minimum dari regulasi dinaikkan, banyak ISP kecil yang gak bakal sanggup bertahan. Pilihannya cuma tiga: merger, diakuisisi, atau mati pelan-pelan karena beban regulasi makin berat.
Yang bisa survive cuma ISP yang punya skala ekonomi cukup atau megang niche market yang kuat. Sisanya bakal konsolidasi atau exit dari pasar.
Playbook buat lo:
• Kalau lo owner ISP kecil → segera cari mitra merger atau kunci niche market yang defensible.
• Kalau lo konsumen → dalam jangka panjang kualitas bakal naik dan harga lebih stabil.
• Kalau lo investor → ini momen buat mantau konsolidasi, bakal banyak aset ISP murah yang dijual.
Konsolidasi memang bagus buat jangka panjang industri, tapi proses transisinya pasti bakal sakit.
Sumber data: APJII, APJATEL, CNBC Indonesia, ANTARA, Indotelko.