˗ˏˋ books i’ve read in 2026 𓂃ᥫ᭡ ˎˊ˗
a thread ~
***
“Despite the enormous quantity of books, how few people read! And if one reads profitably, one would realize how much stupid stuff the vulgar herd is content to swallow every day.”
Voltaire
kadang di beberapa kelompok yg isinya orang² baru yg aku anggap keren, aku bisa jadi orang yg kikuk bgt karena insecure. aku kalau insecure keliatan. terus ketika aku coba nimpalin obrolan, pendapatku tuh biasanya diabaikan.
perasaannya gimana? sedih hehe jadi makin insecure :(
late night founds:
gak sengaja nemu akun twt siswa agit yg kuajar tahun ajaran sekarang.
salah satu twt nya menyatakan bahwa guru geo-nya gaje. tiga orang menyukai twt tersebut dan satu orang bahkan mereply 'setuju'.
gimana ya? agak sedih dikit 🤏 berhubung akulah gurunya 😩
sedih dan maluu juga. karena memang aku juga cukup sulit menempatkan diri di hadapan mereka. gak ada chemistry lah istilahnya, jadinya keliatan aneh dan gak jelas. sorry ya.
kalau aku gagal, aku ingin nyoba lagi tahun depan. TAPI, aku gak yakin masih punya energi yg sama atau enggak. ditambah aku juga merasa terlalu tua untuk ini.
mungkin im bukan buatku 💔😔
Jadi, ada kabar sedih dari Kalimantan Selatan. Ternyata ada situs bersejarah keren banget di sana, yaitu ratusan lukisan dinding gua yg umurnya udah 2.000 tahun. Lukisan ini jadi saksi bisu kehidupan leluhur kita zaman dulu.
Sayangnya, sekarang keberadaan situs ini lagi terancam gara2 ekspansi kebun sawit di sekitarnya. Masalahnya, akar pohon sawit, perubahan suhu di dalam gua, sampai sisa pupuk kimia bikin lukisan kuno ini perlahan rusak dan memudar.
beberapa kali sempet ikutan kegiatan kakak² aktivis lingkungan. seru sih, banyak insight baru dan menarik, tapi aku gak suka banget sama asap rokoknya :( makin seru topik makin banyak isepannya woii
nih akun dijual
benefit:
-cenblu privilege, ga perlu bayar
-bisa langsung monet
-kalo mau jadiin akun hobby/berita, bisa nol-in aja followingnya yang cuma 189 itu
-akun lama, terkenal sulit kesuspend
siapa tau ada brand atau orang tajir gabut yang mau. DM gue di sini atau di IG
Memanjatkan rasa syukur tak terhingga ketika menyaksikan Tia naik ke atas panggung wisuda di Harvard, menerima ijazah sambil menggendong Ibrahim, lalu Ali berdiri menyambut di samping panggung.
Setahun lalu, kami melepas Tia dan Ali berangkat dengan bayi yang baru berusia satu bulan. Tentu, ada rasa khawatir yang manusiawi. Mereka menjadi orangtua baru di negeri asing saja sudah merupakan tantangan besar, apalagi ketika dijalani beriringan dengan studi master di universitas dengan tuntutan akademik yang sangat tinggi seperti kampus ini.
Alhamdulillah, masa penuh perjuangan itu tuntas mereka lalui. Ijazah Master of Education dari Harvard Graduate School of Education yang diterima hari ini adalah simbol pencapaian akademik, yang di baliknya ada harga kesabaran, kerja sama, dan keteguhan yang mereka bertiga harus bayar sebagai keluarga muda.
Terima kasih kepada semua yang telah mendoakan dan memberikan dukungan selama mereka menjalani babak kehidupan di Cambridge, Massachusetts, ini.
Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup mereka ke depan, serta ilmu yang didapat bisa menjadi bekal kontribusi Tia dan Ali bagi bangsa dan bagi lingkungan di sekitar mereka. Aamiin yra.