@saiteishakyoo < "Bagaimana dengan petualanganmu? Pasti banyak orang baru yang kau temui." Ah bukankah pria itu cukup tenar terutama di kalangan hawa? Sedikit iri. Bukan perihal ketenarannya.
@saiteishakyoo Ia mendapati sang pria melihat kesana kemari. Mulutnya gatal bertanya untuk berapa lama Rover akan menetap. Namun memilih mengunci rapat-rapat pertanyaan tersebut.
"Tidak ada." Jawabnya lugas.
"Akademi jauh lebih aman dari sebelumnya. Begitu pula di area lain." Jelasnya. >
@Skyzerean "Tidak masalah." Senyum tipis diberikan kala persetujuan diterima. Lagipula ia tidak—belum— mengenal siapa-siapa di tempat itu.
"Kalau begitu mari Tuan ...?" Bagaimana ia harus memanggilnya?
@saiteishakyoo "Kau tidak pernah merepotkanku." Senyum lebih jelas ditunjukkan. Kemudian langkah diambil dan berhenti kala di ambang pintu.
"Kalau begitu ayo, 𝐆𝐨𝐥𝐝𝐞𝐧 𝐁𝐨𝐲."
@saiteishakyoo "Kebetulan aku juga belum makan." Makanan berat maksudnya, jika sekedar camilan tentu sudah. Ia tidak bohong kan?
"Tentu." Ucapnya sembari berdiri. Untungnya tempat miliknya sudah rapi.
"Atau mau makan di tempatku?" Dulu Rover pernah ikut.
@Skyzerean Paham pria itu tengah berbohong. Entah karena dirinya sosok asing atau sekedar tak ingin orang lain khawatir. Namun keluhan yang diberikan selanjutnya membuat ia tersenyum tipis.
"Keluar saja bagaimana? Tidak terlalu ramai disana. Jika berkenan akan saya temani." Tawarnya.
@saiteishakyoo Perasaan bersalah menggerogoti kala mendapati perubahan pada wajah sang Arbiter. Namun pria itu seolah enggan membahasnya.
"Tentu." Lantas ia melakukan hal yang sama. Dan berikutnya memberikan sebuah permen yang masih terbungkus.
"Kau sudah makan?" Berbasa-basi.
@saiteishakyoo "Kalau begitu menetap disini saja." Kelakarnya. Berikutnya anggukan singkat diberikan.
"Oh, aku berniat memberikan yang biasa." Tanpa efek.
"Atau kau lebih suka dengan yang aneh-aneh?" Senyum tipis diberikan.
@saiteishakyoo Ia memilih menjauh dan duduk di sofa yang notabene lebih panjang. Kemudian menepuk sebelahnya mengisyaratkan agar pria itu duduk di sebelahnya.
"Rindu kepada siapa?" Tuturnya.
"Atau kau rindu menjadi siswa disini?" Senyum tak kunjung luntur.
"Kebanyakan mereka meminta >
@saiteishakyoo Kedua netra mengerjap mendapati Rover menyesap tepat di atas bekasnya. Bukan masalah, hanya saja ... bagaimana menjelaskannya ya.
"Kau yang membuatnya, sudah pasti manis." Terdengar ambigu. Biar saja.
"Sudah lama tidak bertemu." Hanya beberapa bulan.
"Bagaimana kabarmu?"
@saiteishakyoo "Kau harus minum juga." Bukannya tidak suka. Hanya saja rasanya tidak enak jika hanya dirinya.
"Oh, tehnya enak kok. Aku suka." Dengan segera mengimbuhi. Semoga Rover tidak berpikir negatif.
@saiteishakyoo Helaan napas singkat diberikan. Berikutnya ia meraih cangkir tersebut dan meneguknya. Manis.
"Giliranmu." Ya, ia tidak meminumnya sampai habis. Bahkan ia meraih tangan pria itu.
@saiteishakyoo Hanya kekehan yang diberikan. Kalau bukan kerja, lantas apa? Kecuali pria itu mengajaknya berpetualang dengannya.
"Hanya satu? Bagaimana denganmu?"
“I don’t want to conquer anything. I just think the guy with the most freedom in this whole ocean... is the Pirate King!”
— Monkey D. Luffy
#MVRP / #OPRP / #OnePiece