@apralzolam Profesi paling gila hormat se Indonesia raya, anehnya di depan pasien pengen dianggap humble padahal raja iblis di depan sejawat yang dibawahnya
Capek banget jadi dokter di konoha. Pendiam katanya kurang edukasi, anamnesis sesuai SOP dikatain kenapa bisa lulus sekolah, dinas sesuai jam kerja diviralkan, sekarang bahkan tampil rapi pasca operasi dianggap bohong. Please, adik-adik yang mau ambil FK, pikir-pikir lagi ya 😔
1. Sejak kapan poliklinik ga boleh trima pasien gawat darurat?
2. Km tau drmana anak itu tidak dalam keadaan gawat? Di video anak itu muntah²
3. Klo sakit itu bisa terjadwal mgkin enak ngatur jamnya.. kenapa ga langsung ditangani klo mmg pasiennya mendesak?
BPJS harus ngikuti prosedur?
Diceritain temen yang sekarang jadi dosen neuro waktu nguji koas.
Dosen: "coba sebutkan 3 tulang pendengaran"
Koas: *diem*
Dosen: "gabisa jawab?"
Koas: "Matius, dok"
Dosen: 🤦♂️"lu kira murid murid Yesus, Matius, Yohanes, Petrus"
The state of Indonesian medical education
“Pernah ngerasa jadi dokter umum itu ‘ga ada harganya’?”
Jujur… saya pernah.
Dan mungkin banyak yang juga pernah ngerasain hal yang sama.
Sampai ada kejadian datang seorang pasien wanita mengeluh nyeri perut sudah 1 minggu sudah berobat kemana2 termasuk spesialis hanya dikatakan "sakit lambung".
Tapi ada yang ganjel. Saya tanya satu hal sederhana:
“Riwayat haidnya gimana, Bu?”
Jawabannya:
“Tidak teratur… terakhir 3 minggu lalu dok.”
🚨 Red flag langsung nyala.
Tanpa banyak drama:
→ Test pack
→ Hasil: POSITIF
Langsung kepikiran satu hal:
Kehamilan ektopik (KET) / Kehamilan di luar kandungan
Bukan kondisi sepele.
Bisa pecah. Bisa perdarahan. Bisa fatal.
Cek darah : Hb turun.
Artinya?
Perdarahan kemungkinan sudah terjadi di dalam.
Segera lah saya hubungi sp kandungan dan persiapan operasi CITO (gawat darurat).
singkatnya pasien masuk operasi.
Dan… selamat.
Beberapa hari kemudian,
pasien ketemu saya lagi sebelum pulang.
Dia bilang :
“Terima kasih ya dok…”
Saya jawab refleks:
“Yang operasi kan dokter kandungan, Bu.”
Jawaban pasien itu yang bikin saya diem.
“Iya dok… tapi yang pertama curiga kan dokter kalau nggak ada dokter IGD, saya nggak akan dirawat… nggak akan dioperasi…
Semua punya perannya, dok.”
bhaapp.. jujur disitu saya langsung dheggg
ternyata ga semua dinilai dari uang ..
tapi saya tetap butuh uang karena cicilan banyak 🙏
@shapirowilk@namasayalaut Kemarin juga https://t.co/CsgByNHet7 ku, mau op. Tapi ada alat apa gitu gak acc dipake karena agak mahal. Terus beliau bilang "yaudah potong aja dari jasa gue, kasian pasien mau hidup malah dihalangin beginian" 🥲
Pernah juga ada pasien keluhan gatal kaya di gambar. Udah berobat ke 2 dokter ga sembuh.
Dokter pertama kasih betamethasone+neomycin salep
Dokter kedua salahin dokter pertama katanya pengobatannya ngaco, kemudian kasih salep gentamicin
PADAHAL KELUHANNYA INI
makanya cari temen lawan jenis ege, biar pas ada yang berbuat baik ke lu, gak langsung ngira dia naksir sama lu. hidup bukan soal cinta2an doang berakkk
Izin meluruskan infonya, terutama dalam konteks radiasi smartphone membuat kanker dan radiasinya 🙏
Jadi berdasarkan National Cancer Institute NIH, radiasi dari HP adalah non-ionizing (energi rendah), tidak bisa merusak DNA seperti sinar-X atau radiasi pengion. Efek biologis utama yang terbukti hanyalah pemanasan ringan di area telinga/kepala saat dipakai, tapi tidak cukup meningkatkan suhu tubuh kita secara signifikan.
Gak ada bukti kuat lain yang menetapkan efek berbahaya pada kesehatan manusia dari radiasi ini. Studi skala besar (Interphone, Danish cohort)& tren insidens kanker otak tetap stabil meski penggunaan HP melonjak drastis saat ini.
Sebenarnya ada dissenting opinion yaitu IARC menyatakan radiasi smartphone adalah ‘possibly carcinogenic’ (Group 2B), tapi mayoritas (FDA, CDC, NCI) menyimpulkan tidak ada hubungannya dengan kanker
Semoga bermanfaat 🙏