Bentar-bentar.
Uang negara habis untuk ngasih makan ASN? Ga enak banget dengernya
BUBARIN SAJA ASN BU! Ga usah ada RS Pemerintah, ga usah ada sekolah negeri, Ga usah ada Sekertaris Dewan, ga usah ada layanan publik lainya, ASN Bagian dari abdi Negara di dalamnya ada TNI POLRI, Sekalian bubarin TNI POLRI, Jual saja negara ini ke Swasta!
Bu, jangan sesederhana itu melihatnya. ASN-lah yang menjalankan roda pemerintahan: melayani masyarakat, mengurus kesehatan, pendidikan, administrasi, hingga menjalankan program pemerintah.
Gaji ASN pun tidak sebesar gaji, tunjangan, remunerasi, rapat, dan reses anggota DPR.
Kalau mau kritik anggaran, kritiklah pengelolaannya,kritik kinerja ASN yang belum baik, tapi jangan jadikan ASN kambing hitam. Tanpa ASN, siapa yang menjalankan program pemerintah?
Innalilahi wainnailaihi rojiun 🥲
Dua prajurit TNI gugur saat hendak mengevakuasi jenazah Praka Farizal Romadhon di Bani Hayyan, Lebanon 30/3/2026 sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
Prajurit yang gugur adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dari Sat Grup 2 Kopassus dan Sertu Ikhwan dari Kesdam IX Udayana.
Sedangkan dua prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka adalah Kapten Inf Sulthan dari Yonif 320 dan Praka Deni anggota AU Lanud Atang Sanjaya.
Para prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL PBB ini terkena ledakan saat melasanakan penjemputan jenazah Praka Farizal Romadhon.
Masih ngeyel gabung di BoP ??
KORBAN BERTAMBAH 2 Prajurit TNI Gugur saat Evakuasi Jenazah Praka Farizal di Lebanon.
Tragedi ini merupakan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Gugurnya Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dari Sat Grup 2 Kopassus dan Sertu Ikhwan saat hendak mengevakuasi jenazah rekan mereka, Praka Farizal Romadhon, menunjukkan betapa tingginya risiko yang dihadapi prajurit kita di Lebanon.
Risiko tugas bukan berarti boleh dibantai tanpa pertanggungjawaban.
Ini adalah misi PBB (UNIFIL). Menyerang kendaraan medis/evakuasi adalah kejahatan perang .
Sebagai negara besar dengan Presiden mantan Jenderal, Indonesia harus menuntut investigasi internasional yg transparan, bukan cuma rilis berita prihatin.
*
Hormat setinggi-tingginya untuk 3 ksatria bangsa: Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar (Kopassus), Sertu Ikhwan, dan Praka Farizal Romadhon.🙏.
Kalian gugur menjaga perdamaian dunia, bahkan di detik terakhir sedang mengevakuasi rekan sendiri. Darah kalian adalah bukti nyata pengabdian tanpa batas. Selamat jalan, Pahlawan. Tunai sudah janji bakti, semoga tempat terbaik di sisi Tuhan untuk kalian.
https://t.co/WevzIkQF2C
Kasus impor gula yang menyeret eks Menteri Perdagangan (Mendag) Tom Lembong jadi tersangka korupsi, menyita perhatian publik. Bukan cuma seputar kasus, aparat Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menangani perkara ini juga tak lepas dari sorotan.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung (Dirdik Jampidsus Kejagung) Abdul Qohar yang membongkar kasus Tom Lembong kedapatan memiliki jam seharga Rp1,1 miliar. Menariknya hartanya yang dilaporkan ke LHKPN hanya berjumlah Rp5 miliar.
Dalam unggahan di jejaring X (Twitter) yang dilihat https://t.co/QEdHfnUuJ4, Sabtu (2/11/2024) itu, Abdul Qohar nampak mengenakan pakaian Kejaksaan berwarna merah dengan jam tangan nyentriknya. “Kayak simple gitu jamnya, keren. Ada yang tahu merk jam dan harganya bray? Ingin beli!,” tulis akun @BosPurwa.
Postingan itu memancing reaksi netizen untuk mengecek harta kekayaan yang dimiliki Abdul Qohar. Warganet pun curiga dengan jumlah kekayaannya meski baru menjabat sebagai Dirdik Jampidsus Kejagung, pada Agustus lalu.