Kmrn ngobrol ama nyokap trus nyokap bilang :
🧕Kemaren mama denger dr ust Soni, kalimatnya sih kita udh tau tp kek baru makin sadar dan tertohok pas ustadznya nyampein :
“Kalo lg ada masalah, inget doa nabi Musa. Apa doanya? Robbisyrohli sodri, wa yassirli amri, wahlul uqdatan min lisaani, yafqohu qouli.
Salah satu kebodohan saya di masa lalu:
Menyogok Tuhan, Menipu Tuhan.
Dengan apa? Dengan Doa saya sendiri.
"Tuhan, berikan saya rejeki yg banyak, saya janji akan membantu orang banyak kalau dikasih rejeki yg banyak. Saya akan bantu Panti Asuhan. Saya akan bantu Rumah Ibadah. Dll".
Memang, semua perbuatan baik tadi akan lebih mudah terlaksana jika Doa saya Benar² Terkabul.
Tp tanpa sadar, semuanya itu PALSU.
Saya tidak benar² peduli dengan menolong orang lain. Tidak peduli dengan Panti Asuhan. Tidak peduli dengan Rumah Ibadah.
Semua tentang saya Sendiri: Saya Ingin Rejeki Yang Banyak.
2015, saya ketemu teman, saya lupa namanya, tp saya terkesan. Waktu itu saya pulang ibadah diantar sama dia, motornya bukan motor yg bagus, motor jadul yg sangat sederhana.
Jam 9 malam, Lewat jalan belakang Pasar BSD (saya dulu ngekost di Serpong) kami liat bapak² yg kondisinya memprihatinkan, gak jalan tp ngesot. Itu jalanan gelap, gak ada orang sama sekali.
Singkatnya temen saya ini berhenti, tau² keluarin uang 50ribu (cuma ada 1 di dompetnya), dikasih ke bapak ini. Bapaknya nangis² bilang terimakasih.
Saya malu, di dompet saya ada uang sekitar 300ribu, tp saya cuma diem liatin saja.
2016 saya ketemu teman lagi (maybe kamu baca thread ini sekarang) dimana waktu itu saya belanja sama dia, tau² dia beli beberapa coklat, selesai belanja, dibagikan ke anak² pengemis diluar minimarket.
Daru situ saya sadar:
bahwa sebaik²nya menolong orang, bersedekah, beramal, dll itu bukan tentang apa yg kita wacanakan kedepan, tapi apa yg bisa kita lakukan hari ini dan seterusnya, dengan apa yg kita punya/apa yg dititipkan orang lain kepada kita saat itu juga.
Dari situlah niatan kita akan benar² diuji.
Apakah kebaikan kita hanya untuk kita sendiri, sekedar pencitraan kepada Tuhan supaya kehendak pribadi kita tercapai, atau memang kita ingin benar² berpartisipasi menjadi perpanjangan Tangannya.
Saya percaya bahwa Tuhan akan memberkati setiap orang sesuai porsi & kapasitasnya masing².
Kalau memang ingin menjadi perpanjangan tanganNya, Gausa nunggu kaya:
Contoh praktis yg bisa temen² coba:
Sisihkan 500 tiap hari buat disumbangkan ke Masjid/Panti Asuhan. Kalau memang ingin merasakan/melihat langsung dampaknya, tabungan yg beberapa rupiah tadi beliin makanan "enak" (roti, biskuit, susu kotak,dll)
Kemudian ...
"Tidak seorang pun yang dapat dipidana karena pemikirannya."
Merinding bener denger Hakim Anggota Dua PN Jaktim pas baca kalimat penutup vonis bebas untuk Haris Azhar & Fatia 🥹
Sehat selalu, Pak Hakim!
Boikot itu salah satu bentuk non violence direct action, bisa fungsional kalau dilakuin banyak orang, bisa juga simbolik sebagai sikap/pernyataan politik individu
Jadi kalau mau boikot ya boikot aja, ngga perlu pusing apakah akan ngaruh apa ngga karena bukan cuma itu poinnya
"Dua sisi"
Sisi A : Menyatakan niat bunuh 2 juta manusia, termasuk 1 jt anak.
Sisi B : Mohon pertolongan dunia agar nasib mereka terus disuarakan, supaya tidak dibunuh
"Emang kenapa sih kalo netral aja, kan ga dosa?"
Kamu punya pertanyaan apa yg selama ini pengen ditanyain, tapi nggak pernah keluar karena takut dianggap bego karena nanya itu?
Ayo, tanya aja. Reply twit ini.
Gimana cara order di Starbucks? Kantor polisi ada satpamnya? Kenapa kita gak bisa Bahasa Belanda padahal lama dijajah?
4. So what does make us happy?
The Yale professor studied tons of happy people to find out what works.
And certain habits showed up repeatedly in happy people:
1. Spending time with friends and family.
2. Practicing gratitude.
3. Practicing optimism.
4. Physical activity.
2. This means that most of us mistakenly focus on our circumstances when looking for sources of happiness:
• Money
• A fancy job
• A fit body
• Cars
• An attractive partner
Turns out these things don't improve happiness as much as we think they do.
But why?