Temen2 perempuanku pls baca inii, bukunya tentang cerita2 perbincangan pribadi soal seks yang sebagian besar lingkungan kita masih dianggap tabu dan aku suka krn dikemas dengan penyampaian gampang dipahami btw bisa juga belajar seks edukasi juga lwt buku ini 🥹❤️
Aku baru baca artikel dari neurosaintis Dr. Dominic Ng tengah malam, dan rasanya kayak ditampar realita. Judulnya "How to Trick Your Brain into Doing Difficult Things". Tapi isinya? Kayak buku panduan otak yang nggak pernah diajarin di sekolah. Ternyata selama ini otak kita punya mekanisme proteksi diri yang bikin kita nunda dan ada 7 cara buat ngakalinnya.
inti ceramah jumatan hari ini:
“jangan batasi doamu dengan logikamu, mintalah yang terasa mustahil, karena yang kamu ajak ngobrol ini bukan (Manusia).”
Allah so, so, so, so, so, so, so, so, so, so powerfull.
Skor IQ bisa berbeda jauh antar individu — bahkan di antara orang-orang pintar sekalipun.
WW IQ Test mengukur tingkat kecerdasan IQ-mu menggunakan metode yang telah terbukti secara ilmiah.
Ikuti tesnya sekarang dan lihat di mana posisimu yang sebenarnya.
di psikologi ada konsep “Emotional Attachment” yaitu hati sering kangen orangnya, padahal yang sebenarnya dirindukan cuma kenangannya.
Emotional Attachment (keterikatan emosional).
pas kita udah terikat secara emosional, hati dan otak ngebentuk ikatan yang kuat banget sama orang tersebut.
nahhh, gara-gara ikatan inilah otak kita suka nge prank dan bikin banyak orang susah move on 🙃
saya mau jabarin yg sebenarnya terjadi di kepala kita:
1. Euphoric Recall.
secara ga sadar otak kita bekerja untuk muter kembali highlight reel memori yang indah dan penuh dopamin, tapi sengaja ngeblur memori yang buruk... makanya masa lalu kadang kelihatan jauh lebih romantis dari realita aslinya.
2. Fading Affect Bias.
emosi negatif dari sebuah kejadian itu akan memudar jauh lebih cepet daripada emosi positif.
jadi, secara ga sadar kita lupa gimana stres atau capeknya ngadepin dia, tapi kita ingat jelas banget momen ketawa dan happy bareng dia.
3. Kangen Perasaannya, Bukan Orangnya.
seringkali kita ga kangen sama manusia yang mungkin banyak kurangnya dan nyakitin itu. sebenernya kita cuma kangen perasaannya aja seperti kangen akan ngerasa aman, nyaman, diperhatikan, atau tidak kesepian. otak kita sebenernya lagi butuh asupan rasa itu, bukan butuh orangnya.
4. Efek Withdrawal.
waktu kita punya emotional attachment yang kuat, otak kita udah terbiasa sama kehadiran dia. dan pas dia pergi, otak ngelewatin fase withdrawal.
fase ini tuh semacam sakaw lah wkwkw...
buat ngatasinnya, otak kita sengaja memutar memori manis buat dapet sedikit "dosis" perasaan bahagia dari masa lalu.
jadi, gapapa banget kalau kita kadang ngerasa rindu, yaaahh walau secara logika kita udah ga mau dia balik lagi ke hidup yg sekarang 😆.
palingan hati kita cuma lagi "homesick" sama perasaan yang nempel di kenangan itu berkat emotional attachment yang pernah ada.
semangat untuk kalian semua yang lagi di fase ini.