FAKTA KERUSUHAN POSO.
Namanya Fabianus Tibo, dikenal sebagai pendeta di Poso dengan julukan 'Pendeta Tibo'.
Dia merupakan provokator pecahnya kerusuhan Poso, dimana atas hasutannya 'Pasukan Kelelawar Hitam' melakukan pembantaian terhadap para penghuni Ponpes Walisongo yang terletak di Desa Sintuwulemba, Kecamatan Lage, Poso.
Sebelum melancarkan aksinya , Pendeta Tibo mengutip ayat Bible Matius 10:34 guna menghapus keragu-raguan pasukannya dalam melakukan aksi pembantaian terhadap penghuni Ponpes Walisongo.
Dalam kesaksiannya di persidangan, Pendeta Tibo mengakui semua perbuatannya didasari oleh motif agama, bahkan untuk mengumpulkan logistik perang Tibo juga mengutip Bible Lukas 22:36, yang berisi ajakan Yesus kepada para muridnya untuk menjual jubah mereka dan membeli pedang.
Berbekal provokasi tersebut maka terjadilah aksi ofensif yang dilakukan oleh 'Pasukan Kelelawar Hitam' terhadap para penduduk muslim Poso, dimana menurut kesaksian Tibo peristiwa tersebut juga melibatkan struktural Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) yang berpusat di Tentena, kota kecil di tepian Danau Poso.
Atas kejahatannya Pendeta Tibo dijatuhi hukuman mati bersama 2 koleganya Dominggus da Silva dan Marinus Riwu yang merupakan otak dari kerusuhan Poso.
Sejarah kelam inilah yang dimaksud oleh Jusuf Kalla dalam ceramahnya beberapa waktu lalu, yang kemudian videonya dipotong dan disebarkan sehingga memberi ruang bagi Ade Armando, Grace Natalie dan Abu Janda untuk memelintir dan membumbui dengan narasi yang tidak sesuai dengan konteks utuh ceramah tersebut.
Untuk memuluskan provokasi oleh 3 makhluk bermulut jahat tersebut, maka dibuatlah pelaporan ke pihak kepolisian dengan menggunakan tangan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), seolah-olah ceramah yang disampaikan oleh Pak JK mengandung unsur provokasi SARA.
Hal inilah yang memicu 40 Ormas Islam melaporkan 3 makhluk bermulut jahat ke Bareskrim Polri, karena apa yang disampaikan oleh Ade Armando, Grace Natalie dan Abu Janda tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Tanggapi Dudung soal "bangun bangsa ini dengan keteduhan, dengan tidak memprovokasi, kita sudah sama-sama tuaโ
IBHRS:
โItu untung Orang Baik! Sedangkan untuk ORANG JAHAT yang terlibat Pembantaian 6 Pemuda Santri di KM 50 & terlibat
dalam Pecah Belah Umat melalui
Operasi Begal Nasab, maka WAJIB tegas & keras.
Aparat itu melindungi rakyat, bukan membunuh rakyat. Aparat itu mengayomi & menyatukan bangsa,
bukan mengadu-domba & memecah belah bangsa.
Kewalban Ulama untuk terus seumur hidupnya
mengingatkan Umara & Ummat tentang Bahaya Pejabat Bejat & Jahat.โ
Pendukungnya pasti bangga sm pemimpin besar masa depan ini..
Sungguh tidak bisa disangkal...
Hadirnya tak bisa diwakilkan dg kata2...
Antara ada & tiada
Ada tapi tiada
Ato nampak tapi tak nyata
Ato nampak tapi tak nampak
Kosong
Zonk
Empty
Nothing
๐คญ
Apakah ini fakta tindakan hakim di persidangan? Ataukah hanya rekayasa AI? Saya tak sempat nonton sidangnya. Kalau benar ini atraksi hakim di persidangan: Duh Gusti, mengapa dunia peradilan kita begini?
Satu kader vokal sudah pensiun dini dari PSI gara-gara video JK. Sekarang netizen sibuk menyerukan #PenjarakanGraceNatalie.
Akankah Grace mengikuti jejak Ade demi menyelamatkan marwah partai โ๏ธ
@AnKiiim_ Baru di pimpin Dudung baleho TNI mengambil alih fungsi satpol PP mengamankan Banner dan kawal Polda kompers penculikan , penyiksaan pembantaian 6 laskar FPI .. karena prestasi ini Dudung melejit prestasinya.
3 orang warga indonesia ditangkap polisi saudi karena menyebarkan dan menawarkan iklan haji palsu.
Termasuk bisnis badal haji.
Semoga tidak ada lagi yang tertipu dengan tawaran haji yang langsung berangkat atau bisnis badal haji yang murah.
Jika ingin badal haji, banyak kok yang resmi dengan membeli tasreh haji atau menjadi petugas haji indo.
Jangan percaya tawaran badal haji selain dua kategori di atas. Memang harga nya lebih mahal, karena harus memakai izin haji.
Memalukan sekali huftt.
Bikin malu orang indonesia.
Stop deh!!! Kamu tinggal di saudi coi, sistem dan keamanan nya ketat.
Seorang calon Polwan bongkar aksi bejat oknum polisi yang memperkaosnya berkali-kali sampai pingsan pada Selasa, 28 April 2026. Korban mengaku dipaksa melayani pelaku meski sudah tidak berdaya. Institusi Polri benar-benar diuji untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan.