Tanggal 1 Juli 2026, akan jadi kesaksian terakhir dari pihak Presiden (Pemerintah), menghadirkan saksi dan saksi ahli pada gugatan UU APBN 2026 yang menggugat keberadaan Program Makan Bergizi (MBG).
Tebak, siapa orang yang berani menelan bulat program MBG, yang kepala Badannya korupsi, menyebabkan hampir 40 ribu orang keracunan, ratusan dapur fiktif, menyengsarakan penyelenggaraan pendidikan di seluruh negeri; kekurangan dana, turunnya kuota beasiswa, pendidikan makin mahal, dan makin menderitanya guru.
Saksi dan Ahli yang nanti akan dihadirkan pihak Presiden, akan menanggung beban moral sejarah, baik yang melekat pada mulut, kaki, dan langkahnya, serta yang akan mengalir dalam darahnya.
Para saksi dan ahli ini akan menanggung kutukan yang melebihi usianya, mempermalukan keturunannya, objek sumpah serapah guru dan dosen yang tidak sejahtera, dan meskipun buku-buku sejarah bisa menghapus dosanya, nama orang-orang ini akan abadi dalam cerita-cerita rakyat, bisik-bisik rakyat kecil di warung kopi, simbol kesialan dalam dunia perjudian, menjadi bumbu cerita dramatis para dukun santet, dan kisah seram di malam hari untuk menakut-nakuti anak-anak yang sulit tidur.
Tidak jarang, karena berulang-ulang diucapkan dalam bisik-bisik, namanya dengan mudah menjadi kata ganti dari penghianat yang ditetapkan begitu saja oleh masyarakat berbahasa.
Orang yang akan bersaksi dari sisi pemerintah ini, memiliki beban yang sangat besar. Meskipun kesalahan kecil muncul, orang-orang akan segera mengaitkannya dengan azab, kutukan, rezeki yang tidak halal, dan hasil doa-doa hitam, meskipun kejadian tersebut bisa di jelaskan secara rasional.
Sebagai warga negara Indonesia, saya tidak menyarankan siapapun untuk menanggung beban semacam ini.
@forsurebb@qutiews Sy gak ngerti penjelasan medisnya gimana. Cuma klo konsumsi magnesium, zinc, kalsium, otak tuh kayaknya tenang.
Sy konsumsi ketiganya, dari yg biasanya bangun tidur pada capek, skrg udah gak lagi.
Cuma blm ada laporan klo perilaku ku berubah sih ๐
@KapudS640 Bantu translate ๐
"Kamu tuh gimana, uang buat lamaran belum dikasih, malah duluan ngasih ke lebe (aparat desa yg biasa ngurus nikahan warga)"
A cop and military officer accused a man of selling โes gabusโ allegedly made from sponge, but tests later confirmed it was safe and free of harmful substances.
(https://t.co/F8xRdmeZHg)