Baru dapet insight dari senior di kantor :
"Jangan overvalue yourself seberapa pun background pendidikan mu background keluargamu, atau pun kemampuanmu. Be humble untuk terus jadi the most stupid person in the room supaya kamu bisa terus belajar."
Gue suka banget sama statement ini nih:
Sebenarnya pekerjaan yang lagi lo tekunin sekarang itu adalah hadiah terbaik yang Allah kasih khusus buat lo. Makanya lo ditakdirin berada di posisi ini, meskipun dari sananya bukan bidang atau pilihan lo sama sekali.
Lanjut...
Padahal ada opsi utk bilang,
"Better kita lanjut obrolin ini besok. Kalau diterusin skrg, aku takut keluar kata2 kasar yg nyakitin kamu. Besok kita lanjutin ngobrol setelah makan malam gimana? Aku usahain utk bisa lbh tenang, aku harap kamu juga mengusahakan yg sama."
menikahlah dengan seseorang yang memahami sikap sakinah, mawaddah, warahmah.
— sakinah : ketika tau kekurangan pasangan tapi tidak mencela.
— mawaddah : ketika melihat kekurangan pasangan tapi memilih fokus pada kelebihannya.
— warahmah : kekurangan pasangan dijadikan sebagai ladang amal pahala.
Gua bilang mah negara daripada ngajarin tepuk sakinah ke calon pasutri mendingan ngajarin:
- basic accounting dan finance dalam rumah tangga
- pertolongan pertama bagi bayi dan anak
- pengetahuan obat-obatan dasar untuk demam, diare, etc
- pengetahuan gizi keluarga
Jelas kepake.
Kata aktor Jepang Hiroyuki Sanada:
Ada kontradiksi dlm watak manusia. Ada yg mimpi pengen punya kolam renang di rumah, sementara yg sudah punya jarang pakai. Ada yg pengen memiliki seseorang yg dicintai, sementara yg sudah punya malah mengeluh mengenai pasangannya. Yang lapar pengen makan, tetapi yg sudah kenyang sering protes makanan yg ia santap tak enak.
Kunci kebahagiaan pada dasarnya adalah syukur.