Kalau kita kumpulkan seluruh politikus Malaysia, dari Bangnon, AyohChik, Jibby, Anthony Gobloke, Midin, Mat Sibau, Menteri Borneo Suka Mabuk2, kita letakkan atas neraca unit kebodohan.
Kemudian letak Prabodoh kat sisi neraca lagi satu. Ternyata timbangan itu masih senget ke dia.
We have news for some of you ๐
Last chance to remember the taste of your favourites before they say goodbye on their final day, this 30 August ๐ฅฒ Get yours while you still can!
What happened on jeju island?
Mei 2026
- Jang Mi-ran (37 tahun) dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah putus kontak saat tinggal di Pulau Jeju.
- Oknum polisi berinisial A memalsukan laporan dengan mengklaim telah menghubungi korban dan menyatakan bahwa korban berada dalam keadaan aman.
2 Juli 2026
- Seorang pria โXโ (60-an tahun) dilaporkan hilang di Songdang-ri. Kasus ini kembali dipalsukan dan ditutup prematur oleh oknum polisi yang sama (si A).๏ฟผ
Agustus 2026 (Awal-Pertengahan)
- Curiga sama prosedur yang ngga jelas, keluarga Jang Mi-ran dan โXโ mengajukan laporan orang hilang untuk kedua kalinya.
- Polisi melakukan pemeriksaan internal dan menemukan bahwa oknum polisi terkait (si A) sudah memalsukan data pada sekitar 200 kasus orang hilang yang pernah dia tangani.๏ฟผ
22 Agustus 2026
- Petugas menemukan jenazah pria berusia 60-an di daerah Songdang-ri, Gujwa-eup. Kasus pria ini merupakan salah satu yang sempat dipalsukan statusnya oleh oknum polisi A.
- Oknum polisi berinisial A (berusia 30-an tahun, berpangkat Sersan dari Kepolisian Jeju Barat/Jeju Seobu) kemudian ditangkap (emergency arrest) tanpa surat perintah.๏ฟผ
23 Agustus 2026
- Sekitar pukul 15.04 waktu setempat, seorang pemancing menemukan jenazah pria berusia 70-an mengapung di perairan Sinheung-ri, Jocheon-eup. Pria ini baru aja dilaporkan hilang sehari sebelumnya (Sabtu).
- Kepala National Office of Investigation Kepolisian Nasional Korea Selatan, Hong Seok-ki, menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik atas kegagalan pengawasan internal di institusinya.๏ฟผ
24 Agustus 2026
- Pukul 09.35: Jenazah pria lain ditemukan di area lembah Aewol-eup.
- Pukul 10.46: Jenazah Jang Mi-ran (37 tahun) akhirnya ditemukan di dekat kebun sawit/penginapan tempat ia tinggal di Jeju, 104 hari sejak dilaporkan hilang.
- Penyidik resmi mengajukan surat perintah penahanan formal (detention warrant) ke Pengadilan Distrik Jeju untuk mencegah tersangka melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.๏ฟผ
24โ25 Agustus 2026
- Penyidik mengajukan surat penahanan terhadap oknum polisi berinisial A.
- Kasus ini memicu kecaman publik, hingga Presiden menginstruksikan reformasi menyeluruh di tubuh kepolisian.๏ฟผ
Sumpah ini kaya drama korea "Mouse" anjir๐ฐ๐ฐ
Jadi inget pas bln Januari ke Jeju,diikutin truk putih bau kaporit yg udh mondar mandir 3 kali ๐ฐ๐จ
Ceritanya abis dr kafe jeruk mau pulang nunggu bis di halte.
Tapi krna udh 20 menit ga dtg bisnya jadi ngide liat maps untuh pindah halte lain dan diarahin utk jalan kurleb 10mnt.
A Jeju police officer was arrested today for deliberately shutting down missing-person cases โ not one or two, but roughly 298 of them. He told families their loved ones were safe, then quietly deleted the cases from the missing-persons system.
The case cracked open because of Jang Mi-ran's disappearance, which turned out to expose a far larger cover-up.
Jang Mi-ran, 37, went missing on May 12.
Her boyfriend reported it, and the officer assigned to the case told him he'd reached her, that she was safe, and that she didn't want her location shared โ then closed the file that same night. It later emerged there was no record police had ever actually contacted her.
Once the officer was identified and implicated, investigators went back through his past cases. Between August 22 and 24, they found four bodies of people who had been reported missing โ Jang Mi-ran among them, found 104 days after she disappeared, just a few minutes' walk from where she'd been staying. The other three were men, two in their 60s and one in his 70s.
Since prosecutors' authority to conduct supplementary investigation was abolished, public anxiety has been mounting over how a single officer could kill hundreds of cases with almost no way for anyone to catch it.
Video: the family, enraged, confronts the officer. (Chanel A News)