Muhammadiyah salurkan 30 ton beras dari UAE dan 3000 paket family kit dari LazisMu
Muhammadiyah menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 30 ton beras yang berasal dari Uni Emirat Arab (UEA) bagi penyintas banjir di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Penyaluran bantuan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 22 Desember 2025 di Kantor PWM Sumatra Utara.
Selain beras, Muhammadiyah juga menyalurkan sebanyak 3.000 paket family kit yang dihimpun oleh Lazismu dan diperuntukkan bagi penyintas di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Seluruh logistik bantuan telah berada di masing-masing pos koordinasi wilayah sesuai dengan lokasi sasaran penyaluran.
Penyaluran bantuan pada tahap ini ditargetkan menjangkau sekitar 6.000 kepala keluarga atau setara dengan 24.000 jiwa di sepuluh kabupaten/kota.
Data Terkini Respons Kemanusiaan Muhammadiyah di Aceh dan Sumatera
Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah hingga saat ini terus lakukan upaya memperkuat respons kemanusiaan atas bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025 lalu.
Berdasarkan laporan terkini yang dilaporkan pada Jumat, 19 Desember 2025, bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Sumatera tersebut telah menelan 1.068 jiwa meninggal dunia, 7.000 jiwa luka-luka, 109 Jiwa masih dinyatakan hilang, dan 882.800 Jiwa dinyatakan masih dalam pengungsian.
Selain itu, kabar terbaru yang dinyatakan langsung Budi Setiawan selaku Ketua MDMC PP Muhammadiyah, bahwa dalam membantu korban bencana Aceh dan Sumatera, serta dalam usaha-usaha merekonstruksi berbagai fasilitas umum yang rusak, Muhammadiyah melalui gerakan One Muhammadiyah One Response (OMOR) selalu menekankan komitmennya dalam melakukan kinerja nyatanya membantu dan membangun kembali daerah-daerah yang terdampak.
Selanjutnya, bersumber langsung dari tim Pusat Koordinasi Nasional (Kornas) yang dibentuk oleh PP Muhammadiyah untuk respons musibah di Sumatera, Muhammadiyah akan terus melakukan usaha-usaha pertolongannya hingga pertengahan Januari.
Kemudian lebih jauh dari itu, Muhammadiyah akan melakukan proses yang lebih panjang dimana perlu dilakukan tahap akhir yaitu rehabilitasi dan rekonstruksi bencana yang diprediksi akan berlangsung hingga bulan Juni tahun depan.
Pertimbangan tersebut tentu telah melalui berbagai tahap perhitungan. Bahkan, telah hadir secara langsung dan meninjau wilayah terdampak bencana, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir yang turun langsung dan berkoordinasi dengan 3 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang berada di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Lebih jauh juga, melalui Lazismu dan Masjid Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah turut menginstruksikan program Infak Jumat yang hasilnya disalurkan untuk masyarakat terdampak bencana. Hasil terkini yang dipaparkan langsung oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Mujadid Rais dalam agenda pengajian terbaru PP Muhammadiyah, Jumat malam, (19/12) menyebutkan bahwa hasil terkini telah tercapai 37 Miliar lebih yang dihitung dari Jumat pekan pertama.
Hingga saat ini, Muhammadiyah telah melakukan respons dengan memberikan berbagai layanan seperti: Pelayanan Psikososial, Dapur Umum, PHBS, Layanan Wifi Gratis, Distribusi Logistik dan Non Logistik, Pelayanan Kesehatan, Upaya Evakuasi, Layanan WASH, hingga pembangunan 3 Jembatan Darurat.
Sedangkan, kebutuhan mendesak yang masih diprioritaskan meliputi; Perlengkapan Bayi, Alas Tidur, Perlengkapan Sekolah, Alat-alat kebersihan dan Perlengkapan Higienis, Sembako, Tim Medis dan Kerelawanan, Air Bersih, Perahu dan Pelampung, Hunian, hingga Pakaian Dalam untuk Pria dan Wanita.
Sebagai informasi, hingga saat ini MDMC bersama dengan Lazismu masih terus membuka saluran donasi untuk tanggap bencana Aceh dan Sumatera. Bantuan bisa disalurkan melalui rekening berikut:
CIMB Niaga S. : 9153 944 400
Mandiri : 1230 099 008 999
BCA : 8780 171 171
Mu’amalat : 3250191211
a.n. Lazismu Muhammadiyah.
Konfirmasi SMS/WA: 0856 1626 222
Sertakan kode unik “013”
Contoh: Rp. 500.013,-
Sumber: https://t.co/zTx1Unyziz
#Muhammadiyah
Bukan untuk membandingkan Muhammadiyah dengan Pemerintah, karena pada dasarnya Muhammadiyah juga kerjasama erat dg Pemerintah.
Namun bilang bahwa Muhammadiyah hanya 1 bulan turun adalah pernyataan yg salah, harus diluruskan.
Dalam SETIAP respon Muhammadiyah thd bencana, selalu ada 3 fase. Dan untuk bencana Aceh dan Sumatera ini akan sampai 7 bulan.
Sering ketika semua relawan sudah pulang pada tahap 1, Muhammadiyah masih terus hingga tahap 3.
Semoga kita semua, para influencer, relawan, organisasi filantropi, dan bersama Pemerintah tetap bersama-sama hingga selesai.
RendangMu produksi LazisMu dikirim bersama relawan MDMC Jatim ke Sumatera Utara
Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jatim yang berangkat pada Kamis (4/12/2025) mendapatkan tugas untuk lokasi Provinsi Sumatra Utara. Untuk mendukung kegiatan relawan Muhammadiyah Jatim ini, Lazismu Jatim mengirimkan 100 dus Rendangmu atau setara dengan 2.400 kaleng Rendangmu.
Sebanyak 100 dus Rendangmu diangkut dari Gedung Kemanusiaan Lazismu Jatim di Jalan Jawa, Buduran Kabupaten Sidoarjo menuju Gedung Muhammadiyah Jatim di Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya, tempat start relawan yang melalui jalan darat.
Update Respons Muhammadiyah atas Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
Untuk memperkuat respons berkelanjutan, Muhammadiyah melalui MDMC mengatur skema dukungan lintas wilayah:
Aceh: Relawan dari Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta diperbantukan untuk memperkuat respons di Aceh.
Sumatera Utara: Relawan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur mendukung wilayah Sumatera Utara.
Sumatera Barat: Sementara relawan regional Sumatera seperti Lampung, Sumatera Selatan, Riau, dan Bengkulu memperkuat respons di Sumatera Barat.
Seluruh pergerakan relawan berada dalam satu sistem koordinasi terpadu melalui pos koordinasi wilayah dan pos pelayanan di titik-titik pengungsian.
World Health Organization
Emergency Medical Teams
Global Classification
Verification Visit
Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC)
October 19, 2025
The WHO EMT verification team comprising the below undersigned members visited MDMC on October 18–19, 2025 in Yogyakarta, Indonesia.
Using the agreed standards outlined in the document “Classification and Minimum Standards for Emergency Medical Teams” (2021), the team confirms that MDMC has demonstrated to meet the principles and core standards of an internationally deployable EMT, and the technical standards of an organization capable of deploying as an EMT Type 1 Fixed.
The team congratulates MDMC for the great improvement developed during the last months in the clinical, logistics and WASH aspects to meet the minimum standards. We thank them for their organization and support to the verification visit and for their commitment to improving the quality of EMT response.
Yours sincerely,
WHO EMT verification team
Dr Roy Cosico
Technical Officer
WHO Headquarters
Mr Sean Casey
EMT Regional Focal Point
WHO WPRO
Mr Ephrim Aumua
Peer Reviewer
PACMAT (New Zealand)
Dr Asuncion Cabaces
Peer Reviewer
PEMAT Metro Manila (Philippines)
Dr Peter Archer
Mentor
Dr Pungavasini Devanath
Mentor
WHO EMT Initiative
Avenue Appia 20, 1211 Geneva, Switzerland • +41 22 791 2111 • [email protected]
Bismillah! Langkah besar untuk kemanusiaan!!!
EMT Muhammadiyah akan diresmikan oleh WHO sebagai tim medis darurat berstandar internasional pertama di Indonesia.
Mohon doa dan dukungan 🙏
#EMTMuhammadiyah#WHO#Muhammadiyah#MDMC#KemanusiaanBerkemajuan