“Hati-hati di jalan ya”
“God bless”
“Kabarin kalau udah sampai”
“Live loc dong”
Hanya satu frasa, diketik tidak lebih dari sepuluh detik, tapi sungguh bermakna. Dari hal-hal kecil kita belajar untuk mengapresiasi hidup, juga belajar lebih peduli dan peka kepada orang lain. Doakan siapapun itu, dekat ataupun tidak.
Gerbong perempuan di belakang itu bukan policy failure. You know what is?
Negara gagal mendidik laki-laki to not be a huge misogynistic perverted piece of shit is a policy failure,
Negara ga menyelesaikan proyek double track disaat KAI punya Argo Bromo yang merupakan salah satu kereta jarak jauh tercepat mereka is a policy failure,
KAI sebagai pemilik rel kalah sama preman yang menolak adanya rambu/penghalang resmi is a policy failure,
Preman dibiarkan dan dipelihara oleh negara untuk jadi attack dog mereka terhadap kelompok oposisi / kalangan politik/agama tertentu is a policy failure,
Perusahaan taksi punya policy yang ga manusiawi kepada driver mereka, ga ngelatih dengan baik, dan mengancam denda kalau diderek bukan oleh derek perushaan is a policy failure,
Tata kota dan pengembangan kota satelit Jakarta yang tidak beorientasi pada transit is a policy failure.
I put my love and prayers into every “hati-hati di jalan yaa” and when I say “kabarin kalo udah sampai rumah”, I truly mean it as a human being and I do it for anyone.
makanya duit anggaran tuh pake buat memaksimalkan transum, kita pembayar pajak itu sehari hari banyak yg pakai transum baik transjakarta maupun krl.
jangan mbg doang dipikirin
Basarnas dan para first responders ini yang anggarannya harus ditambah, kecepatan, presisi, serta peralatan terbaik sangat diperlukan utk menyelamatkan nyawa. Bukan malah bayar langganan Zoom miliaran rupiah.
-star setelah bertahun-tahun greget banget denger idol ngomong terima kasih jadi terima KASH, akhirnya lega setelah denger jihoon treasure ngomongnya terima kaSIH 😭