Gw tidak bisa memberikan belas kasihan untuk orang yang mengalami celaka karena melanggar aturan lalu lintas seperti ini. Dia meninggal karena ulahnya sendiri. Motor lain sudah berhenti, dia doang yang bego gas terus tanpa henti.
Nyusahin orang lain, khususnya supir truk.
guys kalian ngerasa harus prepare emergency bag dari sekarang atau bodo amat?
aku jadi mau prepare emergency bag karena takut bgt patahan megathrust terjadi huhu
call me fomo, tp aku jadi was was
๐ซฉ๐ซฉ๐ซฉ
Kalo lo mau hujat habis-habisan pemerintah, boleh aja, gua dukung 100%. Tapi jangan lupa, perubahan juga harus lo mulai dari diri sendiri.
1. Jangan nerobos lampu merah.
2. Kalo ngga ada tempat sampah, kantongin dulu sampahnya. Jangan buang sembarangan.
3. Trotoar itu buat pejalan kaki, bukan jalur motor.
4. Jangan lawan arah cuma karena โbentar doangโ.
5. Jalur sepeda ya buat sepeda, bukan buat motor.
6. Jangan ngerokok sambil berkendara. Asap lo bukan tanggung jawab orang lain.๏ฟผ
7. Jangan ngerokok di tempat yang emang udah jelas dilarang.
8. Kalo ada tulisan parkir gratis, jangan kasih uang ke tukang parkir.
9. Jangan nyontek. Kalo ngga bisa ngerjain, belajar..bukan nyari contekan.
10. Jangan takut negur orang kalo emang dia salah. Tegur pake cara yang bener.
11. Jangan bolos cuma karena ngga suka sama pelajarannya. Ngga semua hal harus sesuai selera lu.
12. Jangan tawuran kalo ujung-ujungnya pas ditangkep malah nangis ketakutan.๏ฟผ
13. Jangan coret-coret tembok, halte, kursi taman, atau fasilitas umum seenaknya. Itu bukan kanvas pribadi lu.
14. Jangan jadiin trotoar lapak jualan lu, sampe pejalan kaki kehilangan haknya.
15. Jangan serobot antrean cuma karena merasa urusan lu lebih penting.
16. Jangan buang puntung rokok sembarangan.
17. Jangan kasih uang pelicin cuma karena โbiar cepetโ.
18. Kalo lihat fasilitas umum rusak, jangan cuma foto buat konten. Kalo bisa, laporin.๏ฟผ
Kita boleh kritis.
Boleh marah.
Boleh nuntut.
Boleh hujat kebijakan yang emang rusak.
Tapi jangan sampe standar yang kita tuntut dari bobroknya pemerintah malah kita lakuin juga di kehidupan sehari-hari.
Karena kalo hal kecil aja masih kita langgar, jangan heran kalo perubahan diatas terasa selalu lebih jauh.๏ฟผ
Peringatan darurat ๐จ๐จ๐จ๐จ
Begal udah masuk jalan protokol Rasuna Said arah Sudirman
Gimana gak meraja rela, polisinya sibuk nyuci ompreng dan goreng tempe
Tentara nya sibuk jadi kasir Koprasi dan Pejabatnya sibuk korupsi
Gibran ngabekan ditaro dipojokkan saat rapat kabinet
Rakyat nya berdarah darah, pajak naik keamanan sulit ๐
Logika cacad
Protes warga 8 Juli 2026 karena jalan menelan dana APBD Rp11,4 miliar rusak dalam hitungan bulan, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Jeneponto "kalau tidak mau rusak jangan dilewati". Di Jalan Ruku-Ruku โ Tanetea, Kec. Bangkala, Kab. Jeneponto, SulSel.
@txtharihariWNI seporsi adab: biasakan katakan urgensi/keperluan anda sebelum call, jika tidak diangkat jelaskan keperluan anda via message.
Note: kecuali lo bos atau ortu gue.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda ditanyai soal 1 dollar yg udah nembus Rp 18.000
Tapi, Sherly memilih jawab, "No comment."
Sedangkan, Monika Lenny yg live bareng Sherly menyarankan untuk nyari kerja yg gajinya dollar.
Sherly senyum & menanggapi, "Gak segampang itu."
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 โ harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.