musuh terbesar kita tuh emg overthinking n takut ditolak duluan, padahal kuncinya tuh EMBRACE GETTING REJECTED!!! dapet penolakan tu biasa, yg penting udh nyoba drpd penasaran seumur hidup. TURUNIN EGO N JUST APPLY GUYS!!
Beberapa minggu lalu ketika wawancara kerja.
HR: Rumah Anda kebanjiran, tapi Anda harus tetap ke kantor karena ada deadline. Kalau Anda tidak datang dan pekerjaan tidak selesai, perusahaan akan rugi ratusan juga. Apa yang akan Anda lakukan?
Me: Resign.
Force majeure kok harus tetap ngantor. Ada-ada aja. Mungkin itu sebabnya saya enggak lolos. 😅
Gw dan Pandita Ratu doyan "pelesir" ke perumahan-perumahan bagus. Kami mendatangi rumah contohnya, ngobrol dengan sales dan tentu bertukar nomer.
Ada satu sales yang ramah banget ketika kami berkunjung ke sebuah perumahan bagus di Sentul Selatan. Dia menjelaskan apa saja yang kami dapat kalau beli di dia. Dia juga ngasih tips and trick kalau mau nyari rumah walaupun bukan beli di dia. Dia tak pelit ilmu. Benar-benar emang mau calon pelanggannya punya informasi yang cukup.
Lalu pada suatu kesempatan, dia mengundang kami ke launching sebuah perumahan baru di Bintaro. Harganya masih jauh lebih murah daripada harga rilis. Dia berani kasih diskon hampir 30%. Dia sudah menjual beberapa rumah.
Kami penasaran dong dengan komisi yang dia dapatkan. Kami nanya langsung. Dia tersenyum dan bilang "Udah saya belikan satu rumah yang di Sentul kemarin, Pak."
Harga rumah yang kami lihat di Sentul itu paling murah 2.8M. Dia beli cash.
Kita sering menganggap bahwa profesi sales itu remeh temeh, padahal ya secara penghasilan, mereka yang paling berpulang punya penghasilan paling banyak. Tidak ada batas atasnya. Berbeda dengan pekerjaan di belakang meja yang ada sudah range tetapnya.
Dua Lipa mungkin nggak ngasih seminar relationship, tapi tiga aturan ini sebenarnya lumayan masuk akal.
Rule nomor satu: don't pick up the phone. You know he's only callin' 'cause he's drunk and alone.
Kalau mantan tiba-tiba nelpon jam 1 pagi, kemungkinan besar dia lagi dapat hidayah... atau lagi mabuk dan kesepian. Besok paginya juga belum tentu ingat habis ngomong apa.
Rule nomor dua: don't let him in. You'll have to kick him out again.
Karena pengalaman mengajarkan: orang yang sama biasanya datang membawa masalah yang sama. Jangan sampai baru putus, eh dramanya dimulai lagi.
Rule nomor tiga: don't be his friend. You know you're gonna wake up in his bed in the morning.
Awalnya, "Kita temenan aja ya." Terus lanjut, "Sekali nongkrong nggak apa-apa." Habis itu, "Ya udah sekalian nonton." Tahu-tahu bangun pagi... loh ehh YTTA.
Intinya sederhana. Nggak semua orang yang balik itu pantas dikasih kesempatan kedua. Kadang mereka balik bukan karena kangen kamu, tapi karena semua opsi lainnya lagi ga available.
Memaafkan itu boleh. Memberi kesempatan kedua juga boleh. Tapi jangan sampai kesempatan yang kedua, ketiga, keempat, kelima... cuma jadi cara baru buat mengulang luka yang sama.
Aku setuju sama niatnya, jangan jahat, jangan sok superior, jangan pamer penderitaan orang.
Tapi diam bukan selalu bentuk kebaikan. Ada beda tipis antara tidak merendahkan dan tidak boleh jujur. Oversharing toxic emang bikin rusuh, tapi cerita soal gaji, burnout, red flag culture, atau bagaimana rasanya bertahan di ekonomi begini sering justru menolong orang lain biar gak merasa sendirian.
Kerendahan hati itu penting, tapi rendah hati gak sama dengan menyembunyikan pencapaian atau menelan ketidakadilan biar tentram di medsos.
Dan kindness di internet idealnya bukan cuma jangan nyinggung, tapi juga berani ngomong yang bener tanpa merendahkan manusia di baliknya.
Hidup aman nyaman bagus, kalau amannya datang dari empati, bukan dari budaya sunyi yang bikin semua orang pura" oke.
Loker di indo itu sebenernya banyak, tapi
1. Intern
2. Intern 3 tahun pengalaman
3. Fresh graduate 3 tahun pengalaman
4. Outsourcing
5. Gaji di bawah UMK
6. Benefit: BPJS dan air galon
7. Sabtu masuk setengah hari
8. Top 3 uni only
9. Kontrak dengan 3 bulan probation
Work after 30 itu beda.
Lo udah ga lagi cari pekerjaan yang kelihatannya keren di LinkedIn atau yang punya nama besar.
Yang lo cari lebih ke stability, work-life balance, lingkungan yang sehat, dan opportunities.
Lo udah ngelewati fase haus validasi, lembur demi validasi, atau ngejer titlr tanpa benar-benar nikmatin prosesnya.
What matters most is something simpler but way more meaningful: pekerjaan yang bikin hidup tetap jalan, atasan yang ga toxic, tim yang suportif, bisa tenggo
Kasusnya bagusnih buat awareness kita bersama untuk perusahaan maupun pekerja.
Dimana Surat Keterangan Berobat ≠ Surat Keterangan Sakit. ⛔️
jadi gini :
- Surat Keterangan Berobat cuma bukti pernah periksa di layanan kesehatan.
- Surat Keterangan Sakit yang bisa jadi dasar izin istirahat & tetap dibayar upah sesuai pasal 93 UU 13 tahun 2003
Jadi jangan salahkan perusahaan kalo "sakit" mu ditolak oleh perusahaan kalo hanya memberikan Surat Keterangan Berobat. Kalo memang butuh izin sakit yang sah, minta surat keterangan sakit yg ada rekomendasi istirahatnya.
Geprek Bensu dulu juga gini. "Bensu" di ayam geprek tuh awalnya bukan "Ruben Onsu", tapi "BENNY SUJONO" wkwkwk😹
Awalnya nama "Bensu" ini dipake sama brand "I Am Geprek Bensu" milik anak-anaknya Pak Benny Sujono. Biar makin rame, mereka ngajak Ruben Onsu join buat jadi Brand Ambassador. Makanya dari sini orang mikirnya ya emang ini punya Ruben Onsu🗿
Tapi akhirnya, Ruben malah pecah kongsi. Dia bikin brand sendiri namanya "Geprek Bensu" (cuma beda gak paka kata 'I Am'). Dari logo, warna warung, sampe menunya dibuat mirip banget. Nah ini yg jarang orang tahu wkwkwk.
Padahal dari segi pendaftaran merek, pihak Benny Sujono udah daftarin duluan. Ujung-ujungnya Ruben yang kalah di Mahkamah Agung!