🚨 RUPIAH KEMBALI MELEMAH HAMPIR MENYENTUH RP 18 RIBU PER USD USAI PRABOWO BERPIDATO
Wowonomics kembali dalam masalah dikarenakan capaian nilai mata uang yang semakin jauh dari Rp 17.845 per USD 😿
Saat ini rupiah telah menembus Rp 17.956 per USD. Akankah Wowonomics bisa bangkit dengan tidak berpidato?
Hidup Jack Oui... Merdekaaaa.... 🔥🔥
Namanya Bu Soe Tjen Marching Dosen di London dan penulis
Seorang dosen Financial freedom tapi masih peduli keadaan bangsa dan negara
Itu buzzer rupiah untuk makan dan bayar sekolah anak harus jual kesedihan dan nipu dulu
Kok bisa bisanya jilat jilat penguasa
APBN DIDUGA UNTUK KEPENTINGAN HASHIM
TVRI bayar Rp1,3 triliun dari APBN untuk hak siar Piala Dunia 2026, tapi masyarakat yang mau streaming lancar justru disuruh bayar lagi lewat paket BOLA GEMBIRA di Maxstream dan Folaplay. Ironis sekali wak.
Streaming sering error, putus-putus, buffering parah kali wak, bahkan login aja kadang susah tapi tidak ada kompensasi yang jelas bagi pelanggan yang sudah bayar. Siaran gratis di TVRI memang ada wak, tapi kualitas dan akses digitalnya jauh dari harapan wak, kadang lagi di jalan,atau dikantor mau nonton pun susah.
Yang Lebih parahnya lagi wak, penunjukan mitra OTT ini dilakukan tanpa tender terbuka, langsung ditunjuk sebagai MITRA STRATEGIS, mitra strategis kepala hashim iya, bayangkan wak Transparansi kontrak juga minim kali wak,ntah berapa sebenarnya nilai sublisensi yang dibayarkan Maxstream dan Folaplay ke TVRI? Jangan² hanya Rp1 miliar atau malah jauh di bawah itu wak? Kita sebagai rakyay tidak pernah diberi angka pasti, kan bangek. Uang pajak kita gak jelas dibuatnya.
Bayangkan wak TVRI bukan hanya menyiarkan, tapi juga aktif mempromosikan Folaplay yang kemudian bundling dengan IRA proyek yang berada di ekosistem Hashim. Uang negara dipakai untuk hak siar, lalu digunakan untk promosi folaplay dan keuntungannya mengalir ke platform swasta yang terkait kelompok tertentu itu wak.
Kalau ini dilakukan SCTV atau stasiun swasta lain, tidak masalah awak, sebagai pecinta bola sudah biasa bayar untuk nonton. Tapi ini pakai uang APBN, uang rakyat. Ketika gagal tayang lancar, tidak ada pertanggungjawaban yang tegas, kompensasi pun tak de, kan bangke.
Ini bukan Bola Gembira wak. Ini lebih cocok seperti Bola KKN, Kolusi, Korupsi, Nepotisme yang baunya sangat kuat kali akh, Tapi tak ada yang berani menyentuh karna terkait dengan PM.
Andai Uang Rp1,3 triliun itu, kalau digunakan untuk membangun jembatan, jalan, atau infrastruktur dasar di daerah, dampaknya jauh lebih nyata dan bermanfaat bagi rakyat. Bukan sekadar hiburan yang teknologinya saja masih error dan bobrok.
Ingat wak tvri itu milik negara Folaplay dan iran punya swasta, jangan sampai uang negara di pakai untuk memperkaya segelintir orang, jika kita diam wak, maka pola² yang sama akan terus di lakukan oleh penguasa serakah ini.
SEKARANG SAATNYA TVRI MEMBUKA SEMUA DATA MEREKA.JIKA TIDAK BERANI BERARTI BENAR TVRI TELAH ALAT UNTUK MEMPERKAYA HASHIM.
Why Globalists Don’t Like Indonesia’s “Indonesia First” Model
Indonesia is quietly building something that makes globalists angry.
“Indonesia First” nationalism with a socialist touch in the economy and socially conservative values.
Under Prabowo, they are pushing hard on processing their own resources — nickel, bauxite, and more.
They focus on food and energy self-sufficiency, big welfare programs like free school meals and housing, and sovereign wealth funds.
Strong government role plus Pancasila ideas.
Pancasila is Indonesia’s official philosophy since independence.
It has five simple principles: belief in one God, just and civilized humanity, national unity, democracy by discussion and agreement, and social justice for everyone.
It mixes religion, tradition, and national unity with care for the people.
It is not communism and not Western liberalism.
That’s why they take the good parts of socialism and capitalism, but always put Indonesians first.
They welcome investment, but only on their own rules.
Not full socialism, not open-border neoliberalism.
The goal is sovereignty, 8% growth, and real national strength.
Why don’t many globalists like it?
• Resource nationalism: Indonesia no longer wants to be just a cheap supplier of raw materials.
They process everything inside the country, keep more profit, and make the rules.
This breaks the old free trade game.
• Sovereignty over supranationalism: Indonesia has always been non-aligned.
Their “free and active” foreign policy started with Sukarno and the 1955 Bandung Conference.
They balance US, China, and others — without joining anti-China groups like QUAD or AUKUS.
They ignore lectures about liberal democracy, climate rules, or open borders.
• Social conservatism + unity: Pancasila comes first.
Traditional values, religious harmony under the majority culture, stability and order — not Western progressive ideas or extreme individualism.
• Populist developmentalism: Big government role in welfare and industry.
They criticize pure free markets.
They choose what works for Indonesia, not what Davos wants.
The military also plays a bigger role in government.
But it is very popular — 2026 polls from both pro and anti-government media show Prabowo’s approval steady at 70-80%.
Ultimately, it is up to Indonesia to choose their own system.
The most important thing is to protect their sovereignty.
No sovereignty means no real democracy, because democracy is a process of self-determination.
They put 280 million Indonesians and their resources first — not as a small part in someone else’s global system.
The globalist game hates strong countries that refuse to lose control of their borders, culture, and economy.
Indonesia shows a big developing nation can follow its own mixed path.
Pancasila developmentalism > globalist convergence.
Kurang asem
Keruk tambang di Indonesia tapi donasi 101 juta dollar untuk bangun sekolah nya malah di Singapore
Keterlaluan
Indonesia cuma untuk cetak uang saja buat mereka
🚨 BOMBSHELL! Al Jazeera confirms the devastating global fallout of Washington's disastrous war on Iran.
Indonesia's currency has plummeted to a record low, and state firm Pertamina was forced to hike fuel prices by a staggering 30 percent! The world is suffering.
Bocoran Bloomberg soal lingkaran Prabowo:
- Akar masalahnya bukan kebijakan tapi cara Prabowo dan orang-orang dekatnya ambil keputusan, asal-asalan
- Penasihatnya berebut pengaruh sendiri-sendiri, kasih saran yang malah saling bertentangan dan dangkal
- Prabowo digambarkan impulsif main tembak keputusan tanpa mau pusingin detail
- Kalau dikritik, jawabannya cuma: "Aku bukan begok" bahkan ke keluarganya sendiri
- Benci rapat panjang, benci debat kebijakan udah dia akuin sendiri di depan umum
- Hasilnya kebijakan jadi serampangan, komunikasi berantakan, pasar ikut goyang
- Selama gaya kerja di puncak ini enggak berubah, jangan harap ada perbaikan beneran mau reshuffle menteri berkali-kali pun sama aja
- Contoh nyata: aturan ekspor batu bara berubah-ubah kayak anak kecil ganti baju diumumkan, ditarik, diumumkan lagi, akhirnya enggak jalan juga karena emang enggak masuk akal secara bisnis
🚨 DISGUSTING: Al Jazeera exposes a massive government failure in Indonesia.
A $15 BILLION free meal program for children and pregnant women has been completely marred by rampant corruption and horrifying incidents of mass food poisonings! The establishment is failing.
klarifikasi tiyo soal framing mobil dan alat pelacak:
- saya rela di penj4r4 ketika saya terbukti membuat kebohongan publik soal pasang sendiri alat pelacak
- saya rela di p0t0*g tangan jika terbukti
- soal mobil fortuner itu bukan mobil dia
- mobil fortuner punya orang di pinjamkan sejak andri yunus di siram air ker4*
- supaya tiyo tid4K di andri yunuskan
Hampir smua wilayah ada aksi demo
Jakarta
Bandung
Surabaya
Jogja
Malang
Lampung
Sumut
Kepri
Apakah pemerintah bakal tetap deaf tone?
Jelasss.. siapa yg berkuasa 😎