Definisi pengorbanan seorang ayah.
Ini adalah Iñigo, seorang ayah suporter Sociedad dari Basque Country.
Ia mengendarai mobil lebih dari 900 km bersama istri dan putrinya ke final Copa del Rey di Stadion La Cartuja, Sevilla.
Namun mereka hanya punya 2 tiket, jadi Iñigo memilih menyerahkan tiket kepada putrinya agar bisa menonton bersama ibunya di dalam stadion.
Iñigo sendiri duduk di pinggir jalan di luar stadion, memakai jersey Real Sociedad, sambil mendengarkan pertandingan lewat telepon dari istrinya.
Klub idolanya memainkan salah satu pertandingan terpenting dalam sejarah mereka, dan ia merelakannya. 👏🥺
📝 @AlbertOrtegaES1
Edin Dzeko, umurnya sudah 40 tahun, tapi masih memimpin Bosnia & Herzegovina ke Piala Dunia 2026! 🇧🇦
Ia bermain full 120 menit lawan Italia, bahkan sampai bahu nya mengalami cedera di menit 120', dan harus pakai perban penopang. Berjuang hingga titik penghabisan 💪
Di laga sebelumnya lawan Wales, Dzeko bermain 90 menit. Ia bahkan cetak gol penyama di menit 86' dan akhirnya Bosnia Herzegovina berhasil menang adu penalti lawan Wales.
Momen apa yang kalian ingat dari sosok beliau?
Bosnian footballer Esmir Bajraktarević drops into sujūd after qualifying for the FIFA World Cup.
From a nation that once fought to exist… to the biggest stage in the world.
His name "Bajraktarević" means flagbearer. Now he will carry his nation’s flag not just in his name, but on the biggest stage in world sport. 🇧🇦
Kaka bercerita bagaimana belajar di Harvard membuka perspektifnya yang baru tentang betapa luas dunia ilmu pengetahuan
“Ketika saya tiba di Harvard University, saya masuk ke kelas dengan keyakinan bahwa saya benar-benar memahami semua studi kasus. Saya membaca materi, menarik kesimpulan, dan merasa semuanya sudah jelas.
Namun ketika saya duduk di ruangan bersama lebih dari 80 orang dari berbagai bidang, bisnis, media, hiburan, olahraga, diskusi dimulai dan langsung berjalan ke arah yang sama sekali berbeda.
Dalam hati saya berpikir: ‘Saya tidak tahu apa-apa. Apa yang saya lihat hanyalah sebagian kecil dari semua ini.’
Saat itulah saya memahami sesuatu yang tidak pernah diberitahukan kepada atlet elit: kita hidup dalam sebuah “gelembung” di mana kita merasa bahwa memahami permainan berarti memahami kehidupan secara utuh.
Di Harvard, setiap orang membawa sudut pandang yang berbeda. Benturan perspektif itulah yang membuka pikiran saya.
Sekolah itu memaksa saya untuk mendengarkan, bertanya, dan menerima bahwa pengalaman saya tidak otomatis membuat saya menjadi ahli.
Saya belajar bahwa bakat bisa membawa Anda jauh, tetapi kerendahan hati secara intelektuallah yang membuat Anda terus berkembang.”
Kaka sendiri pernah belajar di Harvard ketika dia mengambil program The Business of Entertainment, Media, and Sports (BEMS) pada tahun 2018.
Mantan pesepakbola lain yang juga mengambil BEMS antara lain adalah Edwin van der Saar, Dani Alves, dan Nuri Sahin.
Gue setuju ini sama si Mike. Kenapa Juventus selalu gagal di UCL 3 musim terakhir? Ya, level pemain Juventus udah gak seperti dulu lagi. Pemain terbaik saat ini McKennie, kalau ada di era MVP, dia hanya di bench layaknya Padoin atau Giaccherini.
Sampai sekarang terngiang-ngiang satu ayat.
"Pada akhirnya kamu akan kagum dengan cara
Allah mengatur segalanya hanya untuk mengabulkan doa-doamu". Simple tapi menusuk ke kalbu.
🗣️ Pep Guardiola merespon kritikan dari Dewan Perwakilan Yahudi Greater Manchester & Region yang mengatakan Manchester City telah 'dikecewakan' karena Pep berulang kali ikut campur ke komentar mengenai urusan internasional.
"Mengapa saya tidak boleh mengungkapkan apa yang saya rasakan, hanya karena saya seorang manajer? Saya tidak setuju, tetapi saya sangat menghormati semua pendapat."
"Apa yang saya katakan pada dasarnya adalah: berapa banyak konflik yang ada saat ini di seluruh dunia? Berapa banyak? saya mengutuk semuanya dan tidak memilih-milih negara ini [lebih penting] daripada yang lain. Jika Anda tidak memahami pesan saya, tidak masalah."
Ketika ditanya apakah ia sekarang akan fokus berbicara soal sepak bola saja, Pep menjawab:
"Yasudah, kamu juga fokus menjadi jurnalis dan jangan berbicara tentang ekonomi, karena kamu bukan jurnalis ekonomi."
"Itulah sebabnya dunia tetap diam, itulah yang diinginkan dunia, bukan? Diam, jangan mengatakan apa pun. Saya pikir justru sebaliknya, tetapi bagaimanapun juga, ya begitulah adanya."
📝 @BBCSport
Emotional story 😭 💔
😢🇮🇹Former Fiorentina player Roberto Baggio pushes the wheelchair of former teammate Stefano Borgonovo before a charity match between Fiorentina and AC Milan in 2008.
🗣️Roberto Baggio said: “As a friend and a former teammate, this is the least I can do for a brother, no one knows tomorrow. Stefano was playing football yesterday but today he's down, on a wheelchair. I'm still strong now I can push him but tomorrow I may need someone to also push me around. Life is unpredictable, that's why we should be nice to people.”💔😢
[Language Translated to English]
Salah satu kelegaan saya ketika safar dan shalat di mushalla bandara, adalah melihat gimana orang-orang tetap menjaga shalatnya bagaimanapun situasi mereka.
Bahkan pramugari, bahkan mas-mas skena celana pendek banget yang niat mencari sarung di pojok mushala agar sah shalatnya.
Karena disebut di Al-Qur'an, Mesir flexingnya di luar nalar sih. 😭😭😭
Di bandaranya dibuat tulisan sambutan "Udhkhulu misra insya Allahu aminin" (Masuklah ke negeri Mesir, insyaallah dalam keadaan aman." (Surah Yusuf ayat 99).
Negara lain:
"Welcome to Indonesia"
"Welcome to Spain"
"Welcome to Australia"
Mesir: Surah Yusuf ayat 99. Langsung dari wahyu Tuhan semesta alam😭😭😭
Reminder aja nih kalo Timnas Jepang baru angkat dua trofi doang (bukan major) selama tujuh tahun.
Trofi bukan indikator kesuksesan kah di sana? Atau lebih penting progres?
#SUPERLIVE#SUPERSOCCER#INIRASANYASUPER#JEPANG
The FIFA Puskás Award 2025! 🤩
Gol Rizky Ridho ke gawang Arema FC di Liga 1 2024/2025 terpilih sebagai salah satu nominasi FIFA Puskás Award 2025.
Ayo kunjungi https://t.co/mWfUbskrF8 dan vote gol Ridho sebanyak-banyaknya, Jak! 🔗
#Persija
🇮🇩 Indonesia won’t be in the 2026 World Cup — it’s time to rethink the whole system.
- Invest in coaching education.
- Improve the local league.
- Upgrade facilities.
- Create a better youth category system (U23 or B teams) to ensure young talents get competitive minutes before stepping up to the top level.
- Build a real Scouting network to discover hidden talents who can’t afford academy football.
It’s time to believe in a long-term process. Many countries in Asia and around the world are already doing it — if Indonesia doesn’t start now, it might be too late.
You can’t build a house starting from the rooftop. You can’t plant a seed today and expect fruit tomorrow.
Shortcuts may bring temporary glory, but lasting success requires a sustainable system.
To build a great football nation, success must grow from strong foundations — coaching, education, youth development, structure, vision, patience.
At @TGC_IDN, we hope to contribute to that change.
It’s time.
📸 Semarang. The purest form of football. Many great players started like this. They don’t need much — just a system that believes and supports them. ⚽️🇮🇩
Jay Idzes just post a lengthy emotional post on IG. What a well thought of and inspiring words. He's the kind of guy that can make people run through a brick wall. Such fantastic character and maturity at the age of 25.
"Our goal is to accomplish great things together, but even more importantly, our goal is to put Indonesian football on the map."