Jadi beliau ini bilang bahwa di Al Qur'an gak ada sama sekali penyebutan Hawa yang menjadi pasangan Nabi Adam di surga.
Yang ada hanyalah kata 'zauj' dengan arti 'pasangan'. Hal itu berarti pasangan Adam gak harus perempuan.
Okey kita bedah satu persatu:
- Betul bahwa di Al Qur'an itu tidak ada penyebutan Hawa sama sekali. Yang ada hanya dari riwayat Israiliyyāt. Meskipun demikian, riwayat Israiliyyāt tetap bisa dipakai selama tidak menyelisihi suatu hal yang jelas (shārih) dari Al Qur'an maupun hadits.
- Kata 'zauj' itu bisa dipakai untuk laki-laki dan perempuan sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnu Mandzur dalam Lisanul Arab. Nah, karena bisa dipakai dua-duanya, lantas siapa pasangan Nabi Adam? Apakah bisa seorang laki-laki?
Jawabnya simpel... Nabi Adam itu bisa memiliki anak yang bernama Qabil dan Habil. Pertanyaannya sekarang adalah 'kalau pasangan Nabi Adam adalah Bambang, bisakah Bambang melahirkan Qobil dan Habil?'
Saya yakin... yang mendukung LGBT maupun tidak pasti bilang 'TIDAK BISA'. Berarti kalau gitu pasangan Nabi Adam harus dari perempuan. Trus siapa? Kembali pada riwayat yang ada, ya.... Hawa.
Mungkin ada yang bilang, 'Kan bisa adopsi?!' Jawabnya.. Laaah... Adopsi anak siapa kalau gitu? Manusia pertama aja adalah Nabi Adam.
Astagfirullah
Gak cerdas blas lagian messi itu juga siapa, lagian ini olahraga, ngapain pula mikir bola.
Gara-gara bang messi duhina, wanita di muna sulawesi tenggara robek alquran, berujung ngumpet di hutan.