kayaknya definisi sukses Gen Z mulai berubah.
dulu: jabatan tinggi, rumah besar, mobil mahal.
sekarang:
- kerja yang gak bikin burnout
- penghasilan cukup
- punya waktu buat orang yg disayang
- bisa traveling
- tidur tanpa overthinking
kita cuma pengen hidup yang tenang.
nyium kepala suami terus gue bilang dia bau matahari tapi kayaknya doi ga ngerti maksudnya apa, dia senyum ke gue terus malah bales “baby bau bulan” 😭 coy. maksudnya palalu bau ASEM 😭
Gue belajar sesuatu dari psikiatris:
Kalau kita tipe yang gampang baper, suka menyendiri pas lagi stress, terus punya sifat perfectionist, tapi di saat yang sama suka nunda-nunda kerja, artinya kemungkinan besar kita punya ‘inner child’ yang terluka dan trauma dari masa kecil. Biasanya muncul karena perasaan ditinggalin, ditolak, atau merasa gak dihargai. ❤️🩹
bayangin kamu ketemu orang yg ga punya kesadaran buat merasa salah. setiap dikoreksi, yg dipikirin bukan letak kesalahannya, tapi cuma perasaannya sendiri.
pas dikasih tau salahnya di mana, instead of introspecting, mereka malah sibuk nyalahin cara kita bereaksi. seolah masalah utamanya bukan apa yg mereka lakukan, tapi karena kita kecewa atau marah.
dan lucunya, permintaan maaf mereka sering datang bukan dari rasa sadar, tapi karena situasinya udah ga bisa ditutupi lagi.
Kita semua sama-sama baru pertama kali hidup. It's totally okay kalau kita pernah salah pilih, salah percaya, salah langkah, dan salah paham karna itu bagian dari perjalanan hidup. Yang penting we learn and move forward. That's how you take responsibility for your life
The saddest thing from Surah Maryam is:
"Kadang-kadang kamu akan diuji dengan ujian yang begitu berat, hingga kamu berharap seandainya kamu tidak pernah dilahirkan."
Namun, di balik ayat itu ada pelajaran yang begitu menenangkan: bahkan orang-orang yang paling dicintai Allah pun pernah berada di titik paling rapuh. Merasa lelah, merasa sendiri, bahkan berharap semua ini tidak pernah terjadi.
Itu bukan akhir dari cerita. Setelah kesulitan, Allah selalu menyiapkan jalan keluar dengan cara yang tidak pernah kita duga. Maka, jika hari ini hidup terasa begitu berat, bertahanlah. Sebab pertolongan Allah sering kali datang tepat ketika kita merasa tidak lagi memiliki kekuatan.
life-time strugglenya perempuan kayaknya emang belajar how to manage her emotions ya.
terus menerus belajar mengelola rasa sedih, marah, kecewa, rasa gak layak, rasa sendiri, cemas, malu, frustrasi, dan ketidak nyamanan lainnya.
belajar gak ngasih ruang buat syaitan yang terus berusaha bikin kita putus asa. sampai lupa kalau kita adalah hamba Allah yang berharga, yang setiap detiknya masih diberi nikmat, diberi kesempatan, dan dipilih untuk berbuat baik.
may Allah be with you through all your ups and downs.
baru tau ternyata sikap ga mau “ngerepotin” orang lain itu bukan karena kita baik, tapi karena kita takut, kita tumbuh dengan keyakinan kalo kebutuhan kita itu beban, makanya kita belajar menghilang, bukan bersandar.
please respect kalo ada orang yang tiba-tiba take a break dari dunia. yang tiba-tiba hilang dari sosial media, late reply atau ga mau diajak keluar. some people just need time to recharge and get back to their normal life.
Seporsi adab :
Nyakitin orang itu pilihan. tapi nyalahin mereka karena bereaksi atas luka yang kamu kasih, itu manipulatif. jangan dibalik seolah-olah mereka yang jadi masalah.
ada jenis lelah yang tidak kelihatan: lelah karena selalu jadi yang paling maklum. kita terbiasa mengerti kesibukan orang lain, memahami sifat buruk mereka, bahkan memaklumi hal yang sebenarnya menyakiti kita. kita jarang protes, hampir tidak pernah menuntut, sampai akhirnya orang merasa aman untuk mengecewakan kita, karena mereka tahu kita akan selalu memaafkan.
tapi saat kita sibuk memahami alasan semua orang, siapa yang mencoba memahami alasan kita?
ternyata, jadi yang paling pengertian sering kali hanya membuat kita jadi yang paling mudah diabaikan.