Menurut saya, penjelasan Menteri HAM RI tentang masalah Papua - Jakarta ini komplit. Termasuk saran solusi yang ia sampaikan di video ini.
Silahkan didengar untuk mengetahui akar masalah dan penyelesaiannya. Hal yang sama oleh LIPI rangkum dalam 4 Akar masalh Papua.
Standar ganda dan rasisme struktural terlihat dalam aksi barisan merah putih ini.
Saat rakyat Papua (mahasiswa, pelajar, Masyarakat) demo, aparat selalu banyak alasan dan batasi dimana-mana, bubarkan dimana-mana. Mereka selalu bilang tidak ada izin, ganggu ketertiban masyarakat dan alasan-alasan klasik lainnya. Tapi ketika org2 demo dengan bawa bendera merah putih, tidak ada hambatan sama sekali. Bebas. Dikawal baik, boleh longmarch, dan boleh orasi sesuka hati di jalanan.
Apa yang aparat selalu lakukan itu bukan hal biasa, tapi standar ganda. Standar ganda ini didasari oleh rasisme struktural Indonesia terhadap orang Papua. Rasisme struktural tumbuh subur sperti jamur di waktu hujan dalam segala lini, termasuk dalam otak dan hati orang Indonesia.
Kedua, di ujung video pendek ini ketika orator teriak, Papua... Peserta demo jawab Merdeka. Artinya apa? Artinya niat Papua Merdeka itu tumbuh subur secara alamiah dalam setiap sanubari anak Papua. Meski bawa bendera merah putih, meski ikat tali merah putih, triakan mereka tetap Papua Merdeka. Jangan tipu Kam pu hati untuk seribu dua ribu dan sesuap nasi stelah aksi itu.
#txt #Papua #Polri #TNI #HariAneksasiPapua