di konser the boyz hari ini, ada hwall (ex member yg out 2019) dateng as guest 🥹🩷🩷 trus juyeon notis hwall di kerumunan dan mereka interact kek gini 🥹 -star
This gonna be a long battle for Haknyeon. And also for The Boyz. In South Korea, K-pop idols are generally not legally classified as "workers" and therefore do not automatically receive the same labor protections as traditional employees. This means they may not be entitled to standard rights like minimum wage, rest breaks, or protection from workplace harassment.
Courts in South Korea have historically treated idols with entertainment contracts as "exceptional entities" rather than standard employees.
This lack of legal protection can leave idols vulnerable to exploitation, with little recourse against unfair practices or harsh working conditions.
That's why,
Instead of reporting the agency for unilateral termination of the contract, Haknyeon preferred to sue reporters/journalists who wrote bad news about him on charges of defamation. Because that's all he can do now.
Terlepas dari masalahnya, dia ini gue perhatiin selalu jelas ya ngasih tau apapun di klarifikasinya, kebnykn idols lain kl kasus tuh abis bikin apology letter kek yaudah aja gitu, ga ditulis secara gamblang masalahnya/issuesnya apa, tp kalo dia jelas gamblang addressing the issue
lucu ya, artikel blm ada bukti lgs ngata2in hak, hak bikin statement, bela hak bhkan sampe ada yg nyalahin member, eh nambah 1 foto 1 artikel udah balik ngata2in hak lagi😂 udah tau info simpang siur gini bukannya nunggu dulu😭
Halo, ini Ju Haknyeon.
Sebelumnya ada pernyataan dari Weekly Bunshun yang dikirim ke agensi saya, saya pertama kali mendengar bahwa ada foto-foto saya yang diambil. Saya segera menjelaskan situasi yang sebenarnya kepada agensi dan meminta bantuan.
Saya mengakui kesalahan saya, dan saya ingin membuat keputusan yang dapat meminimalkan kerugian bagi para anggota. Selama berhari-hari, saya begadang semalaman, diliputi rasa bersalah terhadap para penggemar yang telah mendukung saya dan member yang telah berbagi segalanya dengan saya. Itu benar-benar menyakitkan.
Oleh karena itu, saya segera menghentikan aktivitas saya dan mendiskusikan tindakan lanjutan dengan perusahaan.
Namun, agensi tiba-tiba menuntut saya untuk menandatangani perjanjian pemutusan kontrak eksklusif saya, yang mencakup pembayaran lebih dari 2 miliar KRW (sekitar 30 miliar rupiah). Mereka bahkan menuntut denda yang sangat besar, yang tidak disebutkan dalam kontrak. Mereka mengatakan tidak ada ruang untuk negosiasi.
Saya tidak dapat menerima tuntutan agensi yang tidak adil. Pada tanggal 17, saya menolak untuk menandatangani perjanjian pemutusan kontrak yang mereka siapkan. Keesokan harinya, agensi tiba-tiba mengumumkan pengunduran diri saya sebagai pihak yang memiliki posisi resmi. Bahkan sebelum artikel apa pun dari Weekly Bunshun terbit, laporan mulai bermunculan—klaim bahwa saya telah bertemu dengan seorang aktris AV (video dewasa), dan kemudian laporan eksklusif dari Ten Asia menuduh saya telah terlibat dalam prostitusi.
Berdasarkan laporan itu, media lain, blogger, dan YouTuber dengan cepat menggambarkan saya sebagai penjahat yang tidak tahu malu.
percayalah, ada beberapa deobi yang berusaha nyibukin diri dengan cara nonton film, baca buku, ngerjain skripsi, dan hal-hal lain yang aslinya ga menarik untuk dilakukan saat ini, tapi tetep dilakuin, demi ngedistract dari huru-hara tl saat ini.