i was 9 when my father passed away. waktu itu gue lagi class meeting tiba2 dipanggil ke ruang guru and dijemput orang yang ngakunya temen ortu gue. my teacher hugged me and told me to be strong but i was clueless about what was happening. tapi anehnya—
nyokap gue
H-1 gue UN
"itu rumput dipotongin kek, meja dilap lapin, ini juga latar disapuin, malu kan besok banyak orang"
gue dalam hati "hett nih emak emak, anaknya besok UN, bukan disuruh belajar malah bersih bersih"
jam 1 malem bokap bangunin gue katanya nyokap udah dingin
pas sampe rumah, everything was chaotic and gue disuruh ganti baju tanpa penjelasan apa2. i only found out when the ambulance was already close, nyai yang bantu2 ibu meluk gue sambil nangis bilang "ya Allah mbak, bapak udah ga ada mbak" 🥲
all i could think about was "bapak kenapa ya?" "semoga bapak ga kenapa2"(gue inget bgt mikirin ini pas lagi dibonceng sambil meluk yg jemput gue di jalan pulang ke rumah). i didn't even think about my mom, my mind went straight to worrying about my dad...
3x kali ipl hair removal, mayan ngaruh si di gue. pertumbuhan bulu keti nya jadi lambat (udah sebulan tumbuhnya dikit) trus pas ipl ketiga pada mudah patah/kecabut gitu 🫠
HAH apasih. gue ga paham bgt sama orang2 yg begini. rukun islam lho, haji tuh rukun islam bagi yang mampu. kamu kenapa deh kak? Saudinya korup dan terafiliasi zio itu pemerintahannya, orang ke sana tuh tujuannya IBADAH.
CEKIKIKAN krna ini bener bgt. gw selalu ngerasa para ajudan ini kena abuse of power tp mereka kek ok ok aja dengan dalih loyalitas 💀 emg beda tau pemikiran org militer sm awam krna gw pernah berdebat tntg wowo yg backgroundnya kriminal malah dibilang ya itu 'loyalitas' mereka HA
Kangen sama orang yang udah meninggal tuh another level kind of pain. Dada lo kayak ditonjokin dari dalam, berulang kali, tapi lo nggak bisa ngelawan sama sekali. Nyesek aja. Udah.
mimpiin bapak pas lagi butuh butuhnya waktu itu anjir gue literally sesenggukan dari tidur sampe bangun. emak gue bingung nangis kenapa and i dont have the guts to tell her why
Kangen sama orang yang udah meninggal tuh another level kind of pain. Dada lo kayak ditonjokin dari dalam, berulang kali, tapi lo nggak bisa ngelawan sama sekali. Nyesek aja. Udah.
Gue rasa era prabowo bakal paling sering pergantian menkeu jir. Selama ini mentok 4x doang di kemensos era jokowi dalam jangka 5 tahun menjabat, nah ini era wowo bisa lebih dah bau2nya
Adaptasi novel TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK menjadi film komersial, adalah satu contoh jelas kalau bangsa Indonesia abad ke-21 memang maha-pelupa dan maha-pemaaf.
Bayangkan saja, pada Oktober 1962 novel itu pernah menjadi "skandal sastra" terbesar dan menempatkan Hamka sebagai penulis yang banyak dicemooh sejak terbitnya resensi berjudul “Aku Mendakwa Hamka Plagiat!” oleh Abdullah S.P. dalam lembar budaya Bintang Timur di bawah asuhan Pramoedya Ananta Toer.
Begini komentar Pram pada saat itu:
“Saya sebagai pengagum Hamka sangat kecewa sekali dengan terbongkarnya kepalsuan "Tenggelamnya Kapal v.d. Wijck" ... ide dan gaya bahasa jelas menandakan karya tersebut adalah jiplakan dan ini memberikan contoh yang tidak baik pada generasi muda. Ini bukan masalah sastra saja, tapi merupakan masalah sosial, cermin sosial, yaitu barometer sampai di mana kejujuran seorang tokoh masyarakat mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya... soalnya mudah saja, yatu minta maaf. Sebab karya Hamka ini kira-kira dibaca 5 juta.”
Bagaimana tanggapan Hamka setelah dituduh plagiat? Tidak ada klarifikasi, apalagi permintaan minta maaf. Yang membela beliau justru H.B. Jassin bersama lingkarannya. Kemudian tiba-tiba saja polemik itu dihentikan. Bukan oleh kalangan sastra, tapi oleh TENTARA, karena dianggap menggangu kestabilan dalam masyarakat.
Novel karya Manfaluthi "Magdalena" yang dituduh menjadi sumber plagiat Hamka pada akhirnya diterjemahkan oleh dua kubu yang berseteru.
Lantas, sejak dirilisnya karya adaptasi Tenggelamnya Kapal Van der Wijck pada 2013 sampai sekarang, dengan entengnya kita mengelu-elukan film itu sebagai salah satu film terbaik yang pernah dibuat di Indonesia, tanpa ada perasaan risi sama sekali.