Kurang tidur udah sering dibahas. Tapi jarang ada yang ngomongin sisi sebaliknya yaitu KEBANYAKAN TIDUR.
Orang yang rutin tidur ๐น๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ต ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ต ๐ท๐ฎ๐บ tiap hari itu GAK SEHAT. Kadang kita mikir "enak banget ya bisa tidur lama", padahal faktanya gak begitu.
Ada penelitian yang bertujuan ngeliat hubungan durasi tidur sama risiko kematian. Titik paling amannya ada di sekitar ๐ณ ๐ท๐ฎ๐บ per hari. Nah setiap 1 jam tambahan di atas 7 jam berasosiasi sama risiko kematian segala sebab sekitar ๐ญ๐ฏ% ๐น๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ต ๐๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ถ.
Buat risiko stroke tuh bahkan lebih tajam, sekitar ๐ญ๐ด% per jam tambahan. Artinya, orang yang rutin tidur 9โ10 jam masuk ke zona risiko yang BERBAHAYA.
Ini ๐ฏ๐๐ธ๐ฎ๐ป berarti "tidur lama bikin lo cepat mati", terus solusinya pasang alarm biar tidur lo dipangkas. Itu salah paham yang bahaya. Buat kebanyakan orang, tidur yang kepanjangan itu ๐ด๐ฒ๐ท๐ฎ๐น๐ฎ, ๐ฏ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ฏ.
Maksudnya adalah tubuh yang butuh 9โ10 jam terus-menerus dan tetap ngerasa capek sering kali lagi ngasih sinyal ada sesuatu di baliknya, bisa depresi, sleep apnea, inflamasi kronis, anemia, gangguan tiroid, atau penyakit yang belum ketahuan. Jadi tidur panjangnya itu sebenernya penanda bahwa ada yang perlu dicek, bukan kebiasaan buruk yang tinggal dihilangin.
Kadang tidur yang kepanjangan itu cara tubuh ngomong sebelum lo sadar ada yang nggak beres.
Semoga bermanfaat!
Sumber Ilmiah:
Yin J, dkk. (2017). Relationship of Sleep Duration With All-Cause Mortality and Cardiovascular Events: A Dose-Response Meta-Analysis.
Yang mau ngajak keluarganya ke Amerika pakai duit negara itu harusnya dihukum mati aja. Punya banyak duit tapi masih mental miskin dan mental maling. Gak ada alasan dia untuk dibiarkan hidup.
A man can stay up til 2 a.m., wake up at 6, be in debt, broke, alone, and still have faith that one day, everything will work out. It's called being a man.
Gambar ini menunjukkan bedanya otot kita pada usia 25 tahun vs 55 tahun.
Usia 25 tahun nampak otot kita masih padat
Usia 55 tahun nampak otot mulai disusupi lemak
Akumulasi lemak abnormal di otot rangka ini namanya adalah myosteatosis. Ini berbeda dengan lemak subkutan biasa.
Myosteatosis meningkat seiring usia, kurangnya aktivitas fisik, kelebihan lemak tubuh, inflamasi, dan perubahan hormonal. Kondisi ini menurunkan kualitas otot, meskipun massa otot mungkin masih terjaga.
Lemak yang menyusup ini bisa mengganggu kemampuan kontraksi otot, hingga berhubungan dengan terjadinya resistensi insulin yang berujung pada diabetes.
Semoga bermanfaat!
Sumber Ilmiah:
-Myosteatosis in the Context of Skeletal Muscle Function Deficit: An Interdisciplinary Workshop at the National Institute on Aging
Gua jadi mau melatih kekuatan genggaman tangan setelah baca jurnal ini!
Seberapa kuat genggaman tangan lo ternyata bisa memprediksi risiko kematian dan prediksinya lebih akurat daripada tekanan darah.
Kedengarannya lebay. Tapi ini dari studi PURE yang terbit di Lancet yang melibatkan 139.691 orang dari 17 negara. Hasilnya adalah setiap penurunan 5 kg kekuatan genggaman, maka risiko kematian naik sekitar ๐ญ๐ฒ%. Risiko kematian akibat penyakit jantung juga ikut naik. Ternyata juga ๐ด๐ฟ๐ถ๐ฝ ๐๐๐ฟ๐ฒ๐ป๐ด๐๐ต ๐๐ฒ๐ฟ๐ป๐๐ฎ๐๐ฎ ๐ฝ๐ฟ๐ฒ๐ฑ๐ถ๐ธ๐๐ผ๐ฟ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐น๐ฒ๐ฏ๐ถ๐ต ๐ธ๐๐ฎ๐ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐๐ฒ๐ธ๐ฎ๐ป๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ต.
Studi lain dari UK Biobank makin nguatin. Penelitiannya sangat besar melibatkan 502.293 orang. Hasilnya sama yaitu makin lemah genggaman, makin tinggi juga risiko kematian, penyakit jantung, sampai penyakit paru.
Kok bisa kekuatan genggaman tangan mencerminkan kesehatan kita?
Jawabannya adalah kekuatan genggaman itu semacam ๐ฐ๐ฒ๐ฟ๐บ๐ถ๐ป dari kondisi otot seluruh tubuh dan penuaan biologis lo. Otot yang kuat berasosiasi dengan metabolisme yang lebih sehat, inflamasi yang lebih rendah, dan cadangan fisiologis yang lebih besar buat ngadepin penyakit. Jadi genggaman yang lemah adalah alarm halus bahwa ada sesuatu yang lagi menurun di dalam tubuh.
Jadi kalau selama ini lo cuma fokus kardio, lari, sepeda, atau renang, coba deh pertimbangkan nambah ๐น๐ฎ๐๐ถ๐ต๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฒ๐ธ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ป 2x seminggu. Bukan buat gede-gedean otot, atau estetik, tapi buat investasi ke cadangan tubuh lo di masa depan. Genggaman yang kuat di usia 40-an sering jadi bekal buat kehidupan yang lebih baik di usia 70-an.
Semoga bermanfaat!
Sumber Ilmiah:
-Leong DP, et al. (2015). Prognostic value of grip strength. Lancet.
-Celis-Morales CA, et al. (2018). Grip strength & all-cause mortality. BMJ.
Lagu "Kunang-Kunang" yang dipopulerkan oleh grup musik asal Yogyakarta, E'snanas, adalah tembang indie populer yang dirilis pada akhir tahun 1999. Lagu ini juga pernah dirilis ulang dalam proyek kolaborasi oleh Endank Soekamti.