🚨 UPDATE: Pihak UNAS menegaskan nama kampus dicatut. Tidak ada BEM di kampus tersebut karena sudah dibekukan sejak 14 tahun lalu.
Orang ini lagi dicari sama kampusnya.
Halo, Ardin Julkifli, dimana dirimu berada sekarang? 👋🏻🤔😜 #demo#IndonesiaGelap
Ibu ini kena pajak progresif bukan karena JHT selalu progresif, tapi karena ada riwayat pencairan sebagian 10% yang dilakukan lebih dari 2 tahun sebelumnya.
Mekanismenya (PP 68/2009 + PMK 16/2010): JHT yang dicairkan sekaligus dan belum pernah ada pencairan sebagian sebelumnya → PPh Final. Tarifnya lebih rendah: 0% s.d. Rp50 juta, 5% di atasnya.
Tapi kalau sudah pernah ambil sebagian (10% atau 30%) dan pencairan berikutnya dilakukan lebih dari 24 bulan kemudian → status berubah jadi PPh Pasal 17 tidak final. Tarifnya progresif sampai 35%, dan digabung dengan penghasilan lain di SPT.
Ibu itu ambil 10% 10 tahun lalu. Pencairan sekarang= pencairan kedua, jarak lebih dari 2 tahun. Itulah kenapa kena progresif, bukan pajak baru, tapi konsekuensi pilihan pencairan sebagian yang dilakukan bertahun-tahun sebelumnya.
@nasidaruratJogj Sabar banget miminnya :’)
Semoga mimin, mama, dan semua pihak yang terlibat membantu dapat berkah dan pahala ya min. Doa terbaik buat semuanya.
Guys, boleh bantu aku viralin mamaku?Mamaku sekarang gabung jadi driver perempuan di aplikasi Sida Safe, aplikasi khusus perempuan, ibu & anak.
Jujur aku happy lihat mamaku punya kesibukan baru ini, karena mamaku tuh emang tipe org gabisa diem di rumah
She’s literally 50+ tapi energinya kaya anak muda hobinya jalan, motoran, ngobrol sama orang, dan selalu cari aktivitas baru. Tipe orang yang kalau disuruh diem di rumah malah bete sendiri.
CC:threadsellaptr
Pemalsuan riset terorganisir yg baru ketahuan saat konferensi di Denmark ini jatuhnya WHITE COLLAR CRIMINAL.
Saya pun penasaran jejaring pelakunya. Di akun IG w.o.d.d sebenarnya udah di-spill nama2nya.
Tapi saya penasaran jejak digitalnya di internet. Dan ini yg saya temukan
Ada yang lagi rame:
DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark??
Masih menunggu kesimpulannya.
Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.