@MazDesta@LambeResing Justru Newey mau memperbaiki RB19 setelah Checo kesulitan dengan mobilnya, cuma ga didengerin. Dan sejak RB18 Pierre Wache yang paling berperan dalam pengembangan mobil, Newey cuma bertugas di sekitaran suspensi dan balance
CEO F1 Stefano Domenicali menolak anggapan bahwa F1 perlu menampilkan status baterai (state of charge/SoC) dalam siaran balapan.
Menurutnya, mayoritas penonton lebih peduli pada aksi menyalip dan pertarungan di trek daripada detail teknis seperti energi baterai, bukaan throttle, atau tekanan rem.
Padahal, di musim 2026 yang mengandalkan 47% tenaga listrik, manajemen energi menjadi faktor penting dalam performa mobil dan duel antar pembalap. Banyak pihak berpendapat bahwa tanpa data baterai, penonton sulit memahami mengapa sebuah aksi menyalip atau bertahan bisa terjadi.
Domenicali mengaku mendapat pandangan serupa dari pencipta Star Wars, George Lucas, yang menilai penggemar baru lebih tertarik pada aksi di trek daripada penjelasan teknis di baliknya.
Karena itu, Domenicali mengisyaratkan bahwa data status baterai kemungkinan tidak akan kembali menjadi bagian penting dari grafis siaran F1 dalam waktu dekat.
Ngeles banget dah wkwkwk.
Translation: The AI didn't go rogue. There is no AGI or OpenAI has natural superpowers. it just did what the programmers accidentally allowed it to do without proper sandboxing. Typical overhyped marketing garbage
62 cars
14 manufacturers
24 hours of racing
1 goal: victory
#LeMans24 is once again set to bring together the very best of world endurance racing.
#FeelLeMans#WEC#ELMS
Blunder F1 tahun ini cukup banyak. Regulasi 2026 memang salah satu faktornya, tapi F1 memperburuk keadaan dengan cara mereka menangani sentimen negatif publik.
- Sensor dan hide komentar.
- Sensor superclip.
- Tidak posting apa pun soal kiprah Verstappen di Nurbugring 24 Jam. Malah memposting sesuatu yang beri indikasi kalau F1 tidak ingin kalah pamor.
Poin ketiga ini cukup menarik. Menurut kami ini bukan cuma faktor Verstappen sebagai 4x juara dunia yang sempatkan diri tampil di event legendaris semacam Nurburgring 24 Jam. Sebelumnya ada Fernando Alonso di Indy500 & Le Mans 24 Jam, mereka tetap posting.
Tapi ada hubungannya dengan sentimen negatif F1 akhir-akhir ini. Mereka tidak ingin berikan ruang kepada publik untuk memberi kritikan soal apa yang terjadi di F1 sekarang.
Namun eksekusinya blunder.
Malah posting sesuatu yang seolah-olah menggambarkan jika F1 begitu iri dengan popularitas balap ketahanan yang menanjak dalam tiga tahun terakhir dengan sajian balapan yang diklaim "lebih berkualitas".
F1 tahu kalau popularitas mereka menurun karena regulasi 2026 yang banjir kritikan dan faktor libur sebulan serta jarak balapan yang panjang di bulan Mei. Segala cara dilakukan untuk menaikan kembali hype, namun eksekusinya salah.
Justru lucu jika F1 sampai merasa iri dan tersaingi dengan ramainya penonton Nurburgring 24 Jam yang diadakan setahun sekali, dan itu pun jumlahnya masih kalah dari total penonton dalam satu race F1.
Nurburgring 24 Jam menunjukan kepada kita semua soal apa yang hilang dari Formula 1: tidak semuanya harus melulu soal komersial atau cuan.
Fans merindukan suasana balapan yang murni. Saling adu kecepatan. Saling adu nyali. Saling adu skill ditemani suara mesin yang merdu.
Tontonan seperti ini yang kita rindukan dan jadi alasan kenapa balap ketahanan seperti Le Mans, Nurbugring, Daytona, atau bahkan Bathurst, selalu dinantikan & selalu ramai setiap tahunnya.
Kami masih menyukai dan mencintai Formula 1. Mau bagaimanapun F1 punya value tersendiri yang menjadikannya sebagai olahraga yang sangat populer dengan perkembangan pesat.
Tapi dari kenikmatan menonton balapan.
Balap 24 jam di Nordschleife jauh lebih nikmat ditonton daripada 2 jam di F1.
@wsp07@f1speed_indo Sama politiknya mbah Bernie sih yang bikin ajang lain kayak tenggelam, terlebih beliau punya relasi sama Presiden FIA saat itu. Contohnya World Sportscars Championship Group C jadi korbannya sampai-sampai muncul anggapan kalo Mazda 787B di banned karena terlalu kencang.
Don't you dare to bring "heritage" and "legacy" if y'all couldn't keep Imola, Zandvoort, Spa, and many more permanent circuits on your calendar.
We know you're just freaking out about what happened last week
@xxxnotyourbee @f1speed_indo Dua balapan dia terakhir bisa dibilang kurang beruntung seperti diskualifikasi dan posisinya kelempar jauh karena ada masalah mobil