Saya memenuhi undangan makan malam hangat dari Pewakilan Tetap Republik Indonesia Jenewa di Wisma PTRI bersama Watap RI Jenewa, Bapak Sidharto R. Suryodipuro, dan Dubes RI untuk Swiss, Bapak I Gede Ngurah Swajaya. Bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Swiss, kami berdiskusi mengenai agenda strategis @KemenkoInfra khususnya ketahanan air, pengelolaan sumber daya berkelanjutan, dan teknologi tahan iklim di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto serta pentingnya menjaga diplomasi multilateralisme Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.
Saya mengapresiasi kerja keras para diplomat kita di garis depan yang terus memperjuangkan kepentingan bangsa. Malam itu semakin berkesan dengan sajian kuliner khas Nusantara seperti sate ayam, bakso, hingga ikan dabu-dabu yang menghadirkan suasana hangat khas rumah sendiri. Terima kasih Pak Watap Arto dan Ibu, serta seluruh jajaran PTRI Jenewa dan KBRI Bern. Sukses selalu para Pak Watap dan jajaran diplomat PTRI Jenewa!
Terima kasih kepada Presiden Konfederasi Swiss, Yang Mulia Guy Parmelin, di Bundeshaus, Bern yang menerima saya bersama delegasi dari Indonesia pada Senin pagi, 28 September 2026. Pertemuan ini merupakan kunjungan balasan dan dalam momentum 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Swiss. Merupakan kehormatan untuk mempererat kemitraan strategis kedua negara.
Kami melihat potensi kuat dalam tiga bidang, yaitu pengelolaan air dan air limbah secara terpadu; tenaga air, penyimpanan energi, dan ketahanan sistem energi; serta transportasi dan infrastruktur perkotaan yang rendah karbon dan tangguh. Ketahanan air menjadi tema kunjungan ini. Kami ingin bertukar pengalaman sekaligus belajar dari Swiss, dari riset dan teknologi hingga tata kelola, operasional, pembiayaan, dan pengembangan SDM.
Kami berharap kemitraan ini membuahkan hasil konkret yang memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia. 🇮🇩🇨🇭
Menko AHY: Leadership Does Matter, Kepemimpinan Tak Bisa Berjalan Autopilot
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak membuat kepemimpinan menjadi tidak relevan.
objek, ruang, dan waktu penerapannya.
Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh pimpinan DPD RI, MPR RI, para Menteri dan Wakil Menteri, anggota DPR RI, pengamat politik, kepala daerah, perwakilan Generasi Z, hingga jajaran Kemenko Infra. Selain itu,
DARAH DEMOKRAT, UNTUK IBU PERTIWI! 🇮🇩
Dalam rangka memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat, DPD Partai Demokrat Jawa Timur mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berbagi kehidupan melalui Bakti Sosial Donor Darah.
Dalam menyukseskan program prioritas pemerintahan Presiden @prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan dan memperluas kesempatan bagi generasi penerus bangsa, Jumat pagi (18/9) kami meninjau langsung lokasi Sekolah Rakyat Terpadu/Terintegrasi di Jayapura, Papua.
Pembangunan Papua bukan hanya tentang menghadirkan infrastruktur, tetapi juga memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang semakin luas untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya. Melalui pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi berkapasitas sekitar 2.500 siswa, lengkap dengan asrama, ruang belajar dari SD hingga SMA, fasilitas olahraga, hingga rumah susun guru, kita ingin membuka lebih banyak ruang bagi anak-anak Papua untuk mengembangkan potensi terbaik mereka.
Saya sangat terharu mendengar langsung anak-anak kita dengan penuh semangat bercerita bahwa kehadiran Sekolah Rakyat meringankan beban keluarga sekaligus memotivasi mereka untuk terus belajar dan menggapai cita-cita. Semangat mereka menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menghadirkan pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Terima kasih kepada Wakil Menteri Pekerjaan Umum Ibu Diana Kusumastuti beserta jajaran Kementerian PU, baik di pusat maupun di Papua; Gubernur Papua Bapak Mathius Derek Fakhiri; Wali Kota Jayapura Bapak Abisai Rollo; Bupati Jayapura Bapak Yunus Wonda; serta Kepala Sekolah Ibu Abigail Kalami dan Ibu Janet atas dedikasi dan kolaborasinya dalam mengawal pembangunan di Papua.
Mari terus bergandengan tangan, membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi penerus, dan bersama-sama membangun masa depan Papua yang semakin maju, adil, dan sejahtera.
Pelepasan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono di Bandar Udara Internasional Juanda pada hari Jumat, 18 September 2026.
Sebuah momen penuh kehangatan dan rasa hormat dalam mengiringi keberangkatan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dari Jawa Timur.
#SBY#SusiloBambangYudhoyono
Saya meninjau langsung progres peningkatan ruas Skory–Puay, yang diharapkan membawa manfaat besar bagi masyarakat.
Infrastruktur bukan sekadar hamparan aspal dan beton, melainkan urat nadi ekonomi yang menggerakkan mobilitas warga, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka akses yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sisa tantangan di lapangan akan terus kita tuntaskan demi menghadirkan konektivitas yang semakin merata.
Di sela-sela peninjauan, kami juga disuguhi panorama alam Papua yang begitu memesona, mulai dari Danau Sentani hingga gugusan perbukitan berlapis yang disebut Bukit Bongge, di bawah indahnya bias cahaya matahari. Sungguh karunia yang luar biasa.
Mari terus berkolaborasi mengawal pembangunan infrastruktur untuk Indonesia yang semakin maju, terhubung, dan berkeadilan.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, @akang_hero menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada empat Ketua DPD Partai Demokrat terpilih di Kantor DPP Partai Demokrat, Wisma Proklamasi, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Keempat Ketua DPD Partai Demokrat terpilih tersebut yakni Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2026–2031; Ir. H. Mulyadi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Barat; Dr. Hj. Iti Octavia Jayabaya, S.E., M.M. sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Banten; serta Ermin Elviani, S.H. sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Barat.
25 Tahun Demokrat, AHY, Politik Bukan Sekedar Kompetisi & Kekuasaan, Tetapi Bagaimana Menjawab Kepercayaan Rakyat Lewat Kerja Nyata.
#PDemokrat#DemokratPacitan#AHY
Memasuki usia 25 tahun, Partai Demokrat terus menjaga komitmen untuk memperkuat demokrasi dan melanjutkan pengabdian kepada rakyat. Berbagai dinamika dan tantangan yang telah dilalui menjadi bagian dari proses pendewasaan sekaligus penguatan organisasi dan regenerasi.
Seperempat abad perjalanan Demokrat menegaskan bahwa politik tidak semata-mata tentang kompetisi dan kekuasaan. Kepercayaan rakyat merupakan amanah yang harus dijawab melalui kerja nyata, pengabdian, serta keberpihakan pada kepentingan masyarakat.
Dari perjalanan yang telah dilalui, Demokrat akan terus melangkah bersama rakyat, menjaga semangat perjuangan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.
Dalam mendukung visi besar Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita, pembangunan infrastruktur dan perumahan harus hadir secara nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari tingkat kawasan tempat mereka tinggal.
Hari ini, saya memimpin Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu yang dihadiri oleh Menteri PKP Maruarar Sirait, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Ka Bakom RI) Muhammad Qodari, Wamen KKP Laksamana TNI Didit Herdiawan, Wamendagri Bima Arya, Waka BRIN Amarulla Octavian, jajaran Kementerian PKP, Kementerian PU, Kementerian Keuangan, serta para pimpinan kementerian/lembaga, dunia usaha, akademisi, mitra pembangunan, dan tokoh masyarakat serta para Kepala Daerah yang penuh semangat dan inspirasi.
Penanganan kawasan kumuh tidak bisa lagi dikerjakan secara parsial atau terpisah-pisah. Melalui gerakan KaTaKu ASRI (Kampung Tanpa Kumuh: Aman, Sehat, Resik, dan Indah), kita mengintegrasikan berbagai intervensi mulai dari perbaikan rumah tidak layak huni, penyediaan infrastruktur dasar (air bersih, sanitasi, drainase, pengelolaan sampah, dan proteksi kebakaran), hingga fasilitas pendukung kehidupan yang produktif.
Saya juga menandatangani Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) yang dibahas dalam forum tersebut sebagai landasan untuk melakukan orkestrasi dan integrasi serta mencegah fragmentasi program antar Kementerian. Mari kita tinggalkan pendekatan sektoral dan beralih menuju aksi bersama yang terpadu.
Dengan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat, kita wujudkan lingkungan permukiman yang layak, sehat, serta membanggakan bagi seluruh rakyat Indonesia.