And what if I told you kalau "jokes" yang melecehkan dan merendahkan perempuan di grup tongkrongan 16 pelaku FH UI itu cuma permukaan dari budaya tongkrongan yang systematically normalize misogyny dan dehumanisasi perempuan. They don't just objectify strangers, mereka juga mengobjektifikasi their own girlfriends and even their sisters. Kalau ruang paling dekat saja sudah dipenuhi cara pandang seperti ini, then what does that say about how safe women actually are?
kalo isinya sampe ada rekaman yang pake embel embel misogynistic nan melecehkan perempuan kayak “proses berburu to***t” as shown in this, apa masih bisa dibilang ranah privat? itu mah hampir kaga ada bedany sama 몰카 (molka) dan nth room case.