Ketika seseorang diminta kesabarannya, lalu bentuk konkrit dari hal itu apa saja?
Memberikan waktu? Tenaga? Mengalah?
Riilnya, kompensasi sebagai bentuk pemberian sabar itu apa saja?
Mari sama-sama mengupayakan hijrah itu.
Kamu hijrah ke space yang lebih tenang,
Aku hijrah ke konsep hidup yang lebih baik, lebih tenang, lebih berkah.
Jauh dari toxicnya kamu.
Semoga hidup masing-masing akan lebih damai & bahagia.
Semoga Tuhan mudahkan, ya…
Amin.
🙂🙏
Q.S : Ar-Ra’d
(2) “… Dia mengatur urusan (makhlukNya), menjelaskan tanda-tanda kebesaranNya, agar kamu yakin akan pertemuan dg Tuhanmu.”
(10) Sama saja bagiNya siapa di antaramu yg merahasiakan ucapannya, & siapa yg berterusterang dengannya.”
Kau menenangkanku,
memenangkanku dalam doamu.
Kau menguatkan aku,
Mengajari melapangkan hatiku,
Meneduhi sesak di hatiku.
Kau meredakan tangisku,
Padahal yang sebenarnya menangis adalah kau, ibuku.
Maaf, aku seringkali lupa menanyakan,
Ibu, apa kabar hatimu?
Pernah liat bohlam nyaris korslet?
Tiba-tiba nyalanya membesar. Cahaya semakin terang, sekilas nampak seperti tidak jadi rusak.
Padahal biasanya, tak lama justru padam. Kadang bersama letupan. Lalu gulita.
Analogi fase depresi.
Jangan sungkan untuk mencari bantuan ya, kawan.
Fun fact Srintil 1 :
a. Dulu sbg istri, diselingkuhin muluk
b. Sekarang bkn istri, diperlakukan sebagai selingkuhan.
Lucu : keduanya dilakukan oleh orang yang sama, timeline nya berbeda, strateginya gitu-gitu aja.
Saling kenal separuh hidup kok ya drama muluk ya, mbak.. 🤣🤣
Pesanku, jangan mudah bilang “sudah, ga usah dipikirin. biar aku aja yang cari jalan keluarnya” ke partnermu.
Kenapa?
Karena bisa jadi permintaanmu itu ambigu.
Kamu hanya mengekstend masalah.
Mereda sesaat ini, tapi menjadi ganjalan yang akumulatif.
Segala hal ke arah hal yang kontra, jadi direspon dengan skema “awas aja, aku ancurin semuanya!”
Padahal kalian sudah dewasa, kontra harusnya bukan hal yang harus dihindari.
Kontra ya wajar, kritikan ya diterima aja selama itu benar,
Jangan sibuk lari, dg tameng manipulasi.