im tired of these people who see mental illnesses as nothing more than quirky personality traits. They’re fine with people who fake their own conditions for attention but they’ll attack severely mentaly ill people until they reach a breaking point. It’s pure evil.
@misssvenezuelaa@raihaneei2 Aku juga disagree dgn decision F bikin efek domino setelah kepergiannya.
Tapi sorry to say banget, nama temannya itu semua udah dipublish F 1 tahun lalu saat percobaan ke sekian, F mention mereka.
Terus 1 tahun ini ketiga orang itu ngapain aja selagi F masih extended hidupnya?
@ikysupremacy@zkymarz Standar ganda. Giliran gini nyuruh peduli sm mental health orang lain. Kemaren² “your emotion is your responsibility”.
Gak konsisten.
Skrg satunya berobat, bilangnya “you’re not in someone's shoes”.
Jd mental health awareness itu milih² buat yg gak ODGJ doang?
@Nekomammaa@diqidas Jadi bener emg org indon cm kepo aja kan?
Abis ke mall ngeliat TKP terus lu mau ngapain?
Lagian dr kmrn ud dikasih jalan buat cek ke NGO tempat dia support group, unit kmr jenazah RSCM, sm polsek tanah abang.
Abis itu apa? Kicep ilang semua.
Jd emg niatnya cm kepo, bkn empati
@GowtherXYZ Lebih ke terminologi aja sih ka.
“Support group” itu by definition dari buku psikologi & psikiatri memang pakai pendampingan profesional.
If it's not, ya sebatas komunitas sharing aja sebetulnya.
@AkuMellowD@bisikanalamgaib@raihaneei2 zero literacy ya mas?
dia punya mental illness. otak dia beda sm otakmu.
ketikanmu sm aja kayak ngomong ke orang tuli: “lu kan punya kuping, kok bisa budeg?”
ternyata selain literasi membaca rendah, literasi keseharan mental juga rendah.
@talzeuserstory wrong. i don’t normalize his plan, but this is plain wrong.
that’s why i said gak usah sok detektif.
story target witch hunt itu udh revealed dari 2025. semuanya bungkam setelah F extended living alive sampai 2026.
ga ada alesan “tertuduh ga sempat ngumpulin bukti”. 1 thn kmn?
@citra97073@capriboys_3 gak sih. gausa sotoy sm agama lain juga. bhkn di katolik pun ga serta merta masuk neraka. apalagi buddha. sok pinter banget sarjana sosmed ini.
ya ngapain nyari police line orang forensiknya udah kelar sabtu malem. otopsi luar juga selesai minggu dini hari. case closed.
Baca reply2 ditweet ini bener2 manusia ga ada empatinya. Masa mengharapkan FOTO KORBAN VIRAL? Like WTF? Kok bisa org mengharap foto korban kesebar? Hati kalian dimana? Ig jahat!
Naudzubillah min dzalik, semoga qt dijauhkan dr orang seperti agesta dan semua yg reply disini.
Ada berita duka dan tiba-tiba kalian butuh foto/video evakuasi, foto janazah, prosesi pemakaman, manifest ruang jenazah, pernyataan pihak Polisi/GBK
Kalian butuh surat keterangan kematian dari pejabat setempat juga ga?
@xxtravert@garisabuabu Mungkin ada beberapa terminology kayak “bully” yg misused, termasuk oleh alm yg sedang ramai. Tapi bukan berarti hanya karena terminologinya ga tepat, fenomenanya simply ga ada.
Social ostracism itu udah topik lama banget di psikologi dan super destruktif.
@xxtravert@garisabuabu Mentalh health awareness & campaign aja dikata²in playing victim, lemah, mental tempe, dsb.
Stigma masyarakat masih besar.
Pdhl darimanapun ya sama-sama rentan. Bedanya ga keliatan aja krn yg cacat adalah otak kami yg ga keliatan, kelihatan cm di perilaku.
@rahmazahidah@isntworking_@raihaneei2 Udah kicep? Cmon cmon?
https://t.co/DHWCZwUU9G
Your stupid ass can't do a proper googling huh? Itu posting dr shelter ngirim karangan bunga RSCM udah dari kemarin-kemarin.
Giliran kepo ud kelar ngantuk turu.
Emg beneran tolol aja SDM rendah nirempati.
I bet cat got ur tongue