@viitainfinita ㅤ
Mengambil satu buku, Dan Heng pun duduk di kasurnya—atau 'matras lantai' sesuai yang Blade katakan tadi.
"Jangan bilang kalau kamu... sungkan?" Menatap Blade dengan bingung, tetapi disaat yang bersamaan baginya ini menarik. +
ㅤ
@viitainfinita ㅤ
...ini semua salahnya, menganggap kalau kawannya itu sudah sedikit normal.
"...kelaparan tidak akan membuatmu mati, 'kan?" Menutupi camilan-camilan yang baru dibawa tadi dengan tubuhnya. "Baca buku saja... atau kamu beristirahatlah di kasurku, jangan di lantai."
ㅤ
@viitainfinita ㅤ
Dan Heng meletakkan camilan yang tadi diambilnya—baru disadarinya kalau semua camilan yang diambilnya tadi cukup... unik. Misalnya: 'keripik kentang dengan rasa yang pernah ada' atau 'soda-lam perasaanku kepadamu'. +
ㅤ
@dragonschant ㅤ
Duduk. Duduk di mana?
Ingin rasanya ia membuka mulut dan kembali mempertanyakan kehidupan pemuda di hadapannya ini. Dibanding dirinya, tampaknya lebih kasihan Dan Heng. Padahal kelompoknya lebih sering dianggap kriminal.
ㅤ
@viitainfinita ㅤ
"Duduklah, aku akan buatkan sesuatu. Tetapi jangan kemana-mana atau berisik, aku tidak ingin Pom-pom atau siapapun tahu bahwa kamu ada disini," ucapnya mengulang peringatannya.
ㅤ
@viitainfinita ㅤ
"Ini bukan kamarku, ini adalah ruang arsip." Dan Heng merasa dirinya tidak perlu menjelaskan perihal ruangannya kepada Blade, "aku merasa nyaman beristirahat disini," dan memberikan penjelasan yang singkat saja. +
ㅤ
@viitainfinita ㅤ
Dan Heng menyimpan ponselnya kembali disaat Blade berjalan mendekat, tampaknya tidak tertarik melihat apa yang ia tunjukkan sebelumnya.
"Aku sudah jelaskan maksudku, bukan urusanku jika kamu tidak percaya," balasnya tidak menolehkan tatapannya dari wajah Blade.
ㅤ
@viitainfinita ㅤ
Silver Wolf mengatakan bahwa ada naskah yang sedang berlangsung, dan kamu tidak boleh ada disana." Menunjukkan layar ponselnya pada Blade demi menunjukkan bukti chatnya, "jadi aku akan mengawasimu."
ㅤ
@viitainfinita ㅤ
Melelahkan rasanya mengendap-endap seperti itu.
Menutup pintunya rapat, ia menoleh untuk menatap Blade.
"Menahanmu disini." Mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya, ia mengetikkan sesuatu pada layarnya. "Kamu tidak lihat ponselmu? +
ㅤ
@viitainfinita ㅤ
Dan Heng sedikit berhati-hati, ia tidak ingin ada yang melihat Blade sedang bersamanya.
"Ayo, berjalan lebih cepat. Sebelum Pom-pom kesini," ujarnya sambil terus menarik Blade menuju ke kamarnya—bukan, ke ruang arsip.
ㅤ
@viitainfinita ㅤ
Mengabaikan apa yang Blade katakan, saat ini fokus utamanya adalah membawa pria ini bersamanya. Untungnya tidak perly waktu terlalu lama, keduanya telah sampai di dalam gerbong Astral Express. +
ㅤ
@viitainfinita ㅤ
"Di tempat yang tidak ada siapa-siapa selain kamu dan aku." Tentu saja dengan niat agar lebih mudah memperhatikan gerak-gerik Blade. "Siapa yang tahu, bisa saja kamu membuat kekacauan di sini."
ㅤ
2DAU!
Selamat malam, dari karakter yang saat ini baru kembali bangkit. Saya berminat untuk kembali memperluas pertemanan. Bisa tinggalkan IC singkat atau retweet untuk berkawan. Terima kasih. Dan saya tidak gigit (belum)
— CANON