@worksfess gapapa nder, belajar lagi aja istilah" nya, nanti skill bisa diasah sembari magang. yang penting ada kemauan belajar, jadi mode ambis.
ku yang ngerasa salah jurusan kemarin nyoba linjur magang hub, eh ketolak. padahal user nya udah oke banget ke aku :)) *curhat dikit
EXO MORNING ALARM⏰
Xiumin: "cepet cepet! udah siang nih cepet bangun!"
Tao: "udah waktunya bangun! ayo cepet bangun"
Suho: "bangun! bangun! bangun! kalo gak bangun aku marah nih!"
Sehun: "honey, hari ini tetep semangat ya!"
Lay: "kamu kangen aku gak? kalo kangen ayo cepet bangun dan buka matanya, biar bisa liat aku"
Kai: "sayang, kamu harus bangun! ayo bangun! ayo bangun! sayang cepet bangun!"
D.O: "bangun! gak mau bangun nih? aku udah bangun loh! beneran gak mau bangun nih?"
Chen: "udah waktunya nih, aku tau kamu pasti udah bangun, jadi aku mau kasih hadiah (kecupan)" *muah*
Chanyeol: "bangun! bangun! bangun! bangun! kalo gak bangun aku gak mau main bareng kamu"
Baekhyun: "orang yg bangun tepat waktu adalah yg paling lucu! kita adalah yg paling lucu!"
Alarm versi mana yg mau kalian pake biar cepet bangun??🙋🏻♀️
Kayaknya ada problem yang jauh lebih serius, nggak cuma soal komunikasi, sampai bikin mereka berdua nangisss 😭 Apalagi ini Jisooo... seorang Jisoo sampai nangis di depan umum
pagi2 coworker gw manggil “ada yang mau yakult?” kirain dia emg bawa, TAUNYAAA KANTOR GW MANGGIL IBU YAKULTTTT 😭🥹 no kipak no endorse sumpah ini random bgt wkwkwk sehat2 ibuuu, lagsung kita borong sampai habis
guys ini bikin sesek banget!!
adeknya sampai nangis sambil peluk foto ayahnya karena kangen.
ayahnya jadi korban begal sadis, ditusuk saat lagi istirahat. katanya pelaku butuh uang buat biaya nikah.
gimana ya... nyawa orang diambil cuma karena alasan kayak gitu. yang paling kasihan anaknya, harus kehilangan ayah dengan cara sekejam ini.
@heylunarii@worksfess jauh" hari aku cari tempat yg aman buat itv. trs izin ke atasan (memutuskan berani cerita karena beliau orang nya supportif). sejauh ini ga dicurigai sih sama yang lain wkwk. kudu pinter cari timing buat itv, misal itv dalam 2 minggu sekali. jadi ga ketahuan gerak gerik nya
Pentingnya ngucapin "maaf" dan "terima kasih." 🤍
Siang ini lagi makan di Basalero Bandung. Di meja sebelah ada ibu-ibu yang minta makanannya dibungkus.
👵🏼: "Mas, maaf ya, saya udah keburu duduk tapi boleh minta tolong bungkusin makanan saya? Terima kasih."
Hal sesederhana yang dilakukan ibu ini kadang bikin kita sadar kalau kita sering lupa buat saling memanusiakan sesama.
Tahun 2013, Jo, adik ketiga gw meninggal setelah operasi potong usus karena ada bagian yang nempel. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka Jelambar.
Di hari pertama, banyak saudara, teman dan rekan kerjanya hadir di sana. Salah satunya Dave, temen SMA dia dulu. Di sela-sela gw temenin tamu, gw lihat Dave ngobrol sama adik kedua gw. Ga lama dia pamit pulang.
Jam 22 lewat, tamu sudah pada pulang dan di ruangan tinggal keluarga.
Nah, tiba-tiba, adik kedua gw tanya begini ke janda adik gw.
2) "Yu, ko mau tanya nih, sebelum si Jo meninggal, kalian berdua ada bertengkar ya di kamar?" Yu anggukan kepala. Dia iyakan, kalau mereka bertengkar kecil di kamar, karena Jo ngotot minta minum tapi Yu ga kasih sebab perintah dokter karena mau operasi usus itu.
Kejadian itu beberapa jam sebelum Jo masuk ruang operasi. Ga ada yang tau mereka bertengkar, suster pun ga ada.
"Emang kenapa ko?" Yu nanya penasaran.
"Ada yang lihat ga kalian bertengkar?" Yu menggeleng.
3) "Atau kamu cerita ke siapa gitu?"
"Ga cerita ke siapapun" Tegas Yu.
"Yaa,... tadi si Dave, temen Jo cerita,.. Ko juga, jujur aja, agak ga percaya sih sebelum tanyakan ke kamu. Si Dave tadi sempat melihat Jo sedang berdiri di dekat peti, terus dia hampiri si Dave"
Adik gw menunjuk ke arah sudut kepala peti. (Jangan tanya gw apa si Dave ga takut? Gw ga tanya itu ke adik gw)
"Ehh... Beneran koh?"
4) Gw, nyokap gw, isteri gw yang ikutan dengerin sambil beberes tempat sumbangan suka ikutan penasaran dan saling ngeliat.
"Nah, si Dave bilang dia bisa dengar suara Jo sampaikan pesan : Bilang ke isteri gw ya, gw minta maaf, untuk pertengkaran terakhir yang ga sempat diselesaikan. Maaf banget! Bilang gw sayang dia"
Auto janda adik gw langsung nangis sesegukan. Kami berusaha menenangkan dia.
5) Tapi terus dia lari ke depan peti dan seolah ngobrol ke suaminya, minta maaf karena sempat ngambek ke suaminya.
Dih jadi merinding gw. Bukan takut atau gimana sih. Bingung aja antara percaya dan ga percaya.
Gw sendiri tau Dave bukan Indigo dan di rumah duka itu adalah hari pertama kalinya dia datang. Ga pernah ke rumah sakit untuk jenguk. Percaya boleh, gak pun gpp. Ga ada yang tau misteri seperti ini
6) Satu sih pelajaran yg gw ambil dan keep sampai hari ini: jangan marah kelamaan sama pasangan. Kita ga pernah tau, detik hidup kita terakhir kapan.
Btw.. Gw paham kalo lu pada mikir gw ngarang. Tapi bukan gw doang yg denger. Sekali lagi. Percaya kisah nyata ini boleh, engga pun gpp.
cc : langit_biruyan
Kronologi Kasus Satpam Waduk Jatiluhur Tewas dengan Tangan Terborgol :
• Rabu malam — Korban Sumarna menegur sekelompok pemuda yang diduga melakukan aksi vandalisme di kawasan Waduk Jatiluhur.
• Kamis malam — Sumarna kembali bertugas piket malam seperti biasa.
• Jumat, 24 Juli 2026 (±03.00 WIB) — Sumarna hilang kontak. Diduga para pelaku kembali datang ke lokasi.
• Jumat pagi — Rekan kerja dan warga melakukan pencarian setelah korban tidak bisa dihubungi.
• Jumat, 24 Juli 2026 (±11.00 WIB) — Jasad Sumarna ditemukan mengapung di Waduk Jatiluhur dengan kedua tangan terborgol ke belakang.
• Jumat siang — Jenazah dievakuasi ke RSUD Bayu Asih untuk visum. Polisi mengamankan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi.
• Jumat malam — Polisi menyatakan penyebab kematian masih diselidiki, termasuk dugaan terkait aksi vandalisme yang sebelumnya ditegur korban.
• Sabtu, 25 Juli 2026 — Jenazah diautopsi di RS Sartika Asih Bandung. Polda Jabar mengonfirmasi korban ditemukan telungkup dengan tangan terborgol ke belakang.
• Sabtu, 25 Juli 2026 — Polisi masih menyelidiki kasus, sementara keluarga korban meminta pelaku segera diungkap.
Anakku, 18 tahun, meninggal mendadak tiga tahun lalu. Minggu lalu, orang asing kirim pesan, "Anak ibu nyelametin hidup saya. Saya harus ketemu ibu." Aku kira soal donor organ, tapi dia dateng ke kedai kopi tempat kita janjian.
Begitu liat mukanya, aku pucat. Perempuan ini temen sekelas anakku waktu SMA, yang hampir setahun jarang masuk sekolah. Aku inget wajahnya dari buku tahunan yang anakku simpen di kamarnya.
Dia duduk di depanku, tangan gemeteran, cerita semuanya.
Katanya, tahun itu dia berjuang sendirian, gak ada temen, sampai hampir nyerah total.
Anakku sadar. Dia mulai nitipin catetan kecil di lokernya, kayak "Kamu penting." "Besok butuh kamu ada." Dia anterin perempuan itu ke kelas pas gak ada yang mau noleh. Dia gak pernah cerita ke siapa-siapa. Perempuan itu bilang anakku chat dia tiap malam selama lima bulan, cuma mastiin dia baik-baik aja.
Dia keluarin hapenya, nunjukin ratusan chat. Yang terakhir, dikirim pagi sebelum anakku meninggal, bunyinya, "Hei. Cuma mau cek kabar. Kamu lebih kuat dari yang kamu kira."
Dia natap aku, bilang, "Saya masih hidup karena anak ibu berani baik walau gak ada untungnya buat dia sendiri." Aku genggam tangannya lintas meja, sadar kebaikan diam-diam anakku ternyata kekuatan terbesarnya.
cc : rgjan03
@worksfess aku juga di giniin, tapi aku cuma senyum 😆. prioritaskan dulu kebutuhan mu nder. mereka juga gajian kok, punya duit sendiri. suruh aja beli dewek 😔