@reverentpsyche Tebakanmu benar, ternyata mereka menyimpan sebuah rekaman CCTV. Ini akan sangat membantu, kau pikir.
"Baiklah, pimpin jalannya Fujimori-san."
Kau memilih untuk menjaganya dari belakang. Lagipula, Sachika lebih paham soal ini dibandingkan dirimu.
@reverentpsyche Lagi-lagi Sachika mendorongmu agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Memang ada benarnya kau dipasangkan dengan dirinya...
"Sesuatu yang bisa membantu kita?"
Kau memiringkan kepalamu. Pola apa yang bisa ditelisik dari restoran ini?
"Barang bukti? Jejak kaki? Oh, +
@reverentpsyche - itu, rasanya jadi gamblang sekali..."
Kau menggaruk tengkukmu. Kau memang lebih sering menjadi otot dari otaknya Sachika, jadi masalah pikiran seperti ini selalu terbang melewati kepalamu.
"Apa berarti kita bisa memprediksi tujuan serangan berikutnya?"
@reverentpsyche Sachika mulai menjabarkan semuanya padamu. Jelas dirinya sudah mempunyai sebuah hipotesis, dan ingin memandumu kepada tujuan yang sama.
"Semuanya tempat umum? Eh - semuanya tempat jual beli?"
Kau mencapai kesimpulan itu ketika kau bersuara.
"Setelah kau jelaskan seperti +
@reverentpsyche Sachika terdengar lebih logis ketimbang dirimu. Jelas saja, pikirannya sangat tajam dibandingkan apa yang kau punya.
"Baiklah... kalau begitu, kita bisa mulai dari lokasi mana saja yang diserang."
Kau mencoba mengingat laporan misi yang kau terima sebelum ini.
"Tapi +
@reverentpsyche - kepolisian bisa langsung menangkap mereka."
Kau tetap kukuh pada pendirianmu. Kau tahu kalau ini tindakan dari Shadows.
"Tapi ada benarnya juga... baru kali ini Shadows merusak properti secara langsung. Firasatku buruk soal ini..."
@reverentpsyche Sachika mengambil kesimpulan yang berbeda denganmu. Ia belum yakin kalau ini tindakan Shadows - setidaknya ia tidak buru-buru mengambil kesimpulan itu dibanding dirimu.
"Apa lagi yang bisa menimbulkan kerusakan sebesar ini, Fujimori-san? Kalaupun pelakunya manusia, seharusnya +
- orang tuamu.
Kau berusaha untuk menyingkirkan pikiran itu dari benakmu. Kau harus fokus. Nyawa belum hilang sekarang... tapi kalau kau tidak bertindak, maka kejadian itu akan terulang.
"Baguslah, Fujimori-san. Dari mana kita harus memulai?"
Kau yakin ini disebabkan oleh +
2DAU! Dengan rupa tersemat, izinkan kami mencari teman disini. Dengan seorang reinkarnasi Tsukuyomi yang baru menginjak dunia remaja. Hendak berbincang bersama? Silahkan untuk meninggalkan kata kunci, ataupun hijaukan posting ulang.
J-OC, fantasy.
@reverentpsyche - It was a pink magical girl doing her iconic pose, with a complicated and bombastic looking diorama surrounding her.
"This is one of them... but this is too fancy, even for figure standards. I can also show you some of the cheaper ones."
@reverentpsyche "Huh?"
That request caught you off guard. You thought Sachika wouldn't be interested, but it seems like the contrary?
"Okay... hold on, I'm pulling up a few pics."
Regardless, you scrolled through your phone and then showed her a photo of one of your favorite figures. +
@reverentpsyche "I suppose..."
You didn't think of it such, because the value wasn't as high as you thought. But if it's what Sachika wanted...
You felt a surge from within as Sachika asked that question. It felt like you were called out or something.
"I do! But I mostly collect the small +