btw guys kata Syaikh Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin Al Badr, ada loh kalimat pembuka biar doa kita terkabul!
dari hadits Abu Daud, dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi berkata kepada laki laki yg doa dgn kalimat ini “sungguh kamu telah berdoa dgn nama Allah yg agung, yg apabila Allah didoakan dgnnya, maka bakal diijabah. lalu apabila diminta dengan kalimat ini, Dia akan memberi”
apa kalimat pembukanya? inii :
menjadi “gelas kosong” di setiap lingkungan baru itu bener2 penting bgt. jangan sombong. jangan sok. jangan merasa “si paling”. kita gapernah tau kehidupan lawan bicara kita di luar sana seperti apa. we never know 😃
kamu harus patah berapa kali lagi buat dipertemukan sama seseorang yang bukan cuma “baik” tapi juga stabil secara emosinya. karena kebaikan bisa berubah kalau lagi capek, tapi emosi yang stabil bikin dia tetap waras saat keadaan lagi gak baik-baik aja.
relationship is not just about "love and sweet moments," tapi soal gimana dia handle marahnya, kecewanya, egonya.
good person is nice, but emotionally mature person is necessary.
“gak semua orang mau dijadikan tempat buat bercerita”
totally agree, karena dengerin cerita orang itu bisa nguras energi banget.
makanya orang yang jadi good listener itu hebat karena mereka bisa ngedengerin tanpa rasa kepo dan menghakimi.
makanya jangan lupa apresiasi orang orang terdekat yg mau secara ikhlas dan suka rela jadi rumah untuk tempat bercerita kita
she lost her spark...
ga seceria dulu,
ga banyak cerita lagi,
lebih milih diem.
but her eyes tell everything 🥀
teruntuk kamu yang lagi ada di fase ini,
semoga segera pulih yaa,
semoga hari-hari baik segera datang kembali 🌹✨
Saudara kandung gw seorang psikolog yg sehari-hari kerjaannya dengerin dan beresin isi kepala orang lain yg berantakan. Pas kita lg kumpul kemarin, dia buka obrolan.
Dia bilang, "lo tau nggak paradoks paling lucu dari profesi gw?"
Dia cerita, pernah nanganin pasien yg semuanya punya pola masalah yang sama. Mereka gak ada yang bener2 sakit secara fisik, tapi badannya rontok karena pikirannya selalu merantau ke masa lalu atau masa depan.
Siksaan batin yg dijelasin saudara gw ini namanya Mental Time Travel.
Kondisi dimana otak kita terlalu canggih sampe bisa loncat ke masa lalu buat nyeselin hal yg udah lewat, atau loncat ke masa depan buat nyemasin hal yg belum tentu terjadi.
Efeknya? Lo kehilangan masa kini. Lo lagi makan makanan enak tapi nggak ngerasain rasanya, lo lagi jalan sama anak-istri tapi pikiran lo lagi sibuk mikirin cicilan 5 taun ke depan, atau sibuk nyeselin blunder kerjaan minggu lalu.
Dia cerita, banyak pasiennya yg kalau malem sebelum tidur, otaknya kayak muter kaset rusak. Mereka selalu terjebak di zona "Regret & What if"
"Kenapa ya dulu gw gak ambil kesempatan itu?"
"Gimana kalau nanti umur 40 gw mendadak di PHK dan gak punya tabungan?"
Siksaan batinnya adalah masa lalu udah jadi abu, masa depan masih jadi kabut, tapi lo ngorbanin satu2nya hal nyata yg lo punya sekarang, yaitu detik ini. Lo dapet capeknya, tapi gk dapet solusinya.
Gw tanya ke dia, "Kenapa otak kita secara psikologis bisa se terjebak itu?"
Dia jelasin kalau secara evolusi, otak manusia itu emg didesain buat bertahan hidup dg cara mengantisipasi bahaya (masa depan) dan belajar dari kesalahan (masa lalu).
Tapi di jaman sekarang, insting itu malah jadi bumerang. Tiap hari kita liat pencapaian orang lain di medsos yg bikin kita cemas ama masa depan kita sendiri.
Kita dipaksa buat selalu berlari ngejar target, sampe lupa caranya berhenti sebentar buat napas.
Ada satu istilah psikologi yg ngena banget buat kondisi ini:
"The Illusion of Control"
Kita mikir dg merenungkan masa lalu berulang kali, kita bisa mengubah rasa bersalah kita. Atau dengan mencemaskan masa depan, kita bisa mengendalikan hasil akhirnya.
Padahal itu semua cuma ilusi. Satu2nya momen dimana lo punya kekuatan penuh buat bertindak dan mengubah sesuatu itu cuma ada di masa kini.
Gimana cara kita buat lepas dari penjara waktu ini?
Saudara gw kasih terapi simpel yg biasa dia kasih ke pasiennya:
Grounding Technique (5-4-3-2-1)
Pas pikiran lo mulai melayang entah ke taun berapa, paksa mata dan tubuh lo buat fokus ama sekitar.
Sebutin 5 benda yg lo liat sekarang, 4 hal yg bisa lo sentuh, 3 suara yg lo denger, 2 bau yang lo cium, dan 1 rasa di lidah lo.
Cara ini bakal menyeret paksa kesadaran emosional lo kembali ke realita tempat lo berdiri.
Langkah kedua adalah bergaul sama kenyataan, bukan asumsi.
Kurangi bikin skenario terburuk didalam kepala. Kalau emg ada hal yg perlu disiapin buat masa depan, tulis di kertas jadi action plan yg nyata, after itu tutup bukunya.
Belajarlah buat menikmati hal-hal kecil yang gratis.
Dinginnya air pas lo wudhu atau cuci muka, angetnya obrolan ama pasangan sebelum tidur, atau rasa pahit manisnya kopi yg lagi lo seruput.
Pesan dari saudara gw ini:
Masa lalu itu udh selesai tugasnya, dan masa depan itu bukan urusan lo sekarang.
Satu2nya tanggung jawab lo adalah menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya.
Jgn biarin hidup lo lewat begitu aja cuma karena lo terlalu sibuk jadi penjelajah waktu di dalam kepala lo sendiri. Rebut kembali kendali pikiran lo mulai hari ini.
tulisan by ryn pedia
cc: istory selebriti (facebook)
dibikin nangis sama tulisan ini🥺
Tuhan akan menghadirkan seseorang yang mirip denganmu, yang setulus dan sebaik dirimu, yang benar-benar pantas untukmu.
Seseorang yang memahami jiwamu, sehingga kamu tidak perlu lagi menghabiskan hidup hanya untuk menjelaskan.
Teruslah menjadi baik, karena energi tidak pernah berbohong. Tetaplah tulus, tetaplah jadi dirimu sendiri. Biarkan waktu yg mengantarkan seseorang yg benar-benar ditakdirkan untukmu.
Nggak deh, pertanyaan gue kok bisa anak umur 12 tahun korban perkosaan bapaknya sendiri malah dibiarin MELAHIRKAN bukannya diaborsi????? How fucked up Indonesian justice system to let A CHILD WHO WAS RAPED TO GIVE BIRTH TO THEIR OWN RAPIST’S BABY?????????
Sebagai orang yg lumayan sering involved di interview process, jujur interview tuh bukan nyari orang paling pinter..
Biasanya interviewer lagi ngecek 4 hal:
1. Can you do the job?
Kebaca gak experience/skill kamu nyambung sama role
2. Can we work with you?
Cara ngomong, attitude, communication, ego
3. Can you learn fast?
Apalagi kalau FG/junior, potential > perfect experience
4. Can you explain your story clearly?
Banyak kandidat sebenarnya capable, tapi kurang bisa mengartikulasikan value & pengalaman mereka dengan runtut
Mau gue spill hidden tips yg lumayan sering involved di interview process gak ni?
In a relationship you can't just do what you want. you always have to think about how it will affect your partner. That's what this generation doesn't understand.
Hal yang orang suka lupa atau ketinggalan adalah "be a good friend" juga termasuk jadi teman yang baik untuk diri sendiri. Set boundaries; kalau relasi yang sekarang nggak reciprocal alias 'nyedot' terus, have some respect for yourself and leave. Gabung komunitas, cari aktivitas.
Apa yang Allah tetapkan untukmu, tidak akan pernah melewatkanmu. Tetap berprasangka baik kepada Allah, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. 🤍
@sahy0mi Sepakat. Sejujurnya aku tipe orang yang memang dari awal set low expectations to anyone. Tapii, i always giving my best efforts for my favorite person. If they don’t do the same i’d feel exhausted and leave.
emang sulit sih. tapi beneran deh, hidup kalau udah bisa, “yaudah lah ya, that happens, that’s just how it is, that’s life” rasanya lebih ringan aja.
meskipun diri ini masih suka ngeluh juga sih wkwk. tapi mau gimana lagi, dinikmatin aja lah hidup genre comedy slice of life ini.