suami itu emang bego dirumah, otaknya off. jangankan istri, anak saya ngira saya gak ngerti apa2.
anak saya bisa ngelipet jilbab, saya diajarin.
anak saya baru les bahasa inggris baru tau "it can eat", dia ngajarin saya jg 🥲
sampe istri saya bilang "kok kamu beda sih dirumah sama didepan pegawai, kaya orang lain, kalau dirumah planga plogo "
apakah ini fenomena semua bapak2? 🙏🏻
Subuh, Yogyakarta, 9 Februari 2008
Lambang Babar Purnomo, seorang PNS arkeolog senior, alumni FIB UGM, ditemukan tewas di selokan di jalan lingkar luar utara Yogyakarta.
Dia baru pulang sekitar jam 4 pagi setelah bertemu dengan sejumlah teman arkeolognya.
Harusnya di hari itu, siangnya, dia menjadi saksi ahli dalam persidangan perkara kehilangan dan pemalsuan beberapa benda berupa arca, koleksi Museum Radya Pustaka, Solo.
***
Beberapa waktu sebelum kejadian, dia ditugaskan kantornya untuk pengambilan dan pengembalian benda pusaka ke tempat seharusnya.
Benda-benda itu akhirnya Pak Lambang temukan di bangunan rumah pribadi di Jakarta.
Milik siapa rumah itu?
Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto.
Setelah menjemput arca di rumah itu, Pak Lambang juga bilang bahwa ada fosil gading dan arca-arca lain tanpa dokumen.
Pak Lambang dijadwalkan menjadi saksi ahli di pengadilan untuk kasus ini.
***
Polisi menyatakan kematian Pak Lambang adalah karena kecelakaan tunggal sepeda motor.
Tidak ada yang janggal kata Polisi.
Tapi, ini janggal karena jenazahnya tidak menunjukkan kalau itu kecelakaan tunggal.
Setelah diotopsi, laporan medisnya bilang, ini tidak seperti biasanya kecelakaan tunggal sepeda motor
Dokter yang melakukan otopsi bilang kalau ini tidak seperti kecelakaan, tapi bisa jadi karena: kepalanya dipukul atau dipuntir.
"Seperti di film-film itu, lo, sampai bunyi krek."
Kutipan dokter itu dimuat di laporan Tempo tanggal 29 September 2008.
Tapi polisi tetap menyatakan itu kecelakaan tunggal.
Kematiannya tidak pernah dibawa ke pengadilan.
Kebetulan Tempo, beberapa bulan lalu mengangkat kasus ini sebagai kilas balik. Menarik disimak.
Suami pernah nolak kerja jd engineer di mekkah karena aku larang 🥹 dulu mikirnya kasihan anak kalo ldr sama bapaknya 🥹
Kadang mikir, gimana ya kl waktu itu ttp diambil tawarannya? Tp di sisi lain bersyukur bgt sih karna anakku skrg super deket sama bapaknya, alhamdulillah 🫶🏻
Dulu pernah nolak offer dari company Singapore yang punya cabang di Indo.
Setelah lihat lagi policy business trip-nya…
✈️ Flight full reimburse
🏨 Hotel sampai USD 125/malam (Level Lead)
🍽️ Meals allowance USD 35/hari
Sayangnya waktu itu lagi full banget sama kerjaan dan side gigs, jadi terpaksa dilepas.
Sampai sekarang masih kepikiran… mungkin ini salah satu offer yang paling bikin “what if…” 🥲
Kalian pernah nolak kerjaan yang akhirnya malah disesali?
Di Amerika, harga buku hanya setara satu jam kerja. Upah minimum di sana sekitar $15/jam, sedangkan harga buku $15-20. Artinya mereka bisa membeli satu buku hanya dengan 1 jam kerja, seperti halnya kita membeli es teh jumbo di pinggir jalan.
Di Jepang, satu buku juga bisa dibeli dengan satu jam kerja. Upah minimum disana sekitar ¥1000-1200/jam. Harga buku ¥900-1300.
Di Jerman, satu buku = satu makan siang. Hanya dengan 2 jam kerja.
Di Inggris, satu buku bisa dibeli hanya dengan setengah jam kerja. Buku bukan jadi barang yang harus ditimbang antara 'beli atau tidak' buku sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seperti roti.
Di Norwegia, negara ikut menanggung harga buku, negara hadir memberikan subsidi dan distribusi yang merata, karena mereka percaya: bangsa yang cerdas dimulai dari buku yang mudah disentuh.
Di Malaysia. Buku masih bisa dijangkau hanya dengan 2 jam kerja.
Singapura. Satu buku bisa dibeli dari sisa makan siang.
IBU CENUK SAYEKTI DOSEN UNAIR BERSAKSI SAMBIL TERISAK DI MK:
Jadi dosen tahun 2010, saat itu gajinya 1,2 juta per bulan.
Dapat gelar Doktor tahun 2016. Serdos tahun 2020.
Tahun 2022 pindah ke Unair, gaji pokok saya 2,6 juta.
Belasan tahun jadi dosen.
Gaji pokoknya masih segitu.
Ini kejadian gak cuma di Unair. Kejadian di seluruh Indonesia.
Jadi ada seorg ibu yg bekerja sampai tengah malam dengan berjualan es teh di Manggarai, si ibu bawa anaknya yg berumur 3th.
Anaknya main ke area tertutup lalu masuk ke lubang galian proyek pembangunan multifungsi. Si anak meninggal.
Gue ga mau menyalahkan si ibu.
Krn menurut gue ini salah pemerintah. Negara ini gagal mensejahterakan rakyat. Bayangin jam 12malem masih jualan Krn mereka butuh duit tapi ga bisa ninggalin anaknya. Sedih.
Yg bikin gedeg dari kasus komisaris BUMN ini tuh bukan cuma soal siapa yg diangkat, tapi pesan sosial yg dikirim ke publik.
Di saat (((RATUSAN RIBU))) fresh graduate berjuang cari kerja, ikut seleksi berlapis, ditolak berkali-kali, ada orang2 yg kariernya melesat bukan karena kapasitas, tapi karena kedekatan, loyalitas politik, dan kemampuan menjilat.
Akhirnya yg rusak bukan cuma tata kelola BUMN, tapi juga kepercayaan anak muda bahwa kerja keras punya tempat yg adil di negeri ini.
Enteng bener seorang Presiden ngomong 'Ndasmu' dilanjut 'Emang gue pikirin' di sebuah forum resmi dan mendapat tepuk tangan dari yg mendengar.
Pemimpin tanpa etika yg dipilih oleh orang orang yg tak punya etika dan nalar.
“EMANG GUE PIKIRIN!!”
Sebuah pernyataan paling dongo yg pernah gw dengar dari seorang pemimpin. Gila. Kayak percuma pada demo, kritik, percuma.. kaga dipikirin. 😂
gak menyepelekan umurnya yg masih muda karena menurut gue semua punya kesempatan yg sama kalo capable, tapi pas baca track recordnya indeed what the hell