"Mengalah" bukan berarti kalah. Tapi tidak di semua kondisi harus mengalah bukan? Hanya ingin merasa "adil". Bukan soal kuantitas, soal kualitas 'personnya'.
Menjadi terakhir, tidak sepenuhnya istimewa. Lika-liku itu nyata. Hanya berbeda perspektif.
Menjadi terakhir, penuh dengan perhatian di masa nya.
Namun, ketika masa itu berganti, berganti pula pembawaan para pemerannya.
Beban? Tentu!
Lantas bagaimana?
Diam, jawabnyaa🤗
Kita sama-sama "sakit". Hanya rasa sakit kita bervariatif.
Aku dengan sakit yang harus menerima kenyataan saat ini tanpa tau asal usul.
Kamu dengan sakit yang harus menerima segalanya sejak awal walopun asal usul itu sudah diketahui seiring dengan bergulirnya waktu
Be happy!
Apa cuma w yang diusia skrg ini merasakan yg namanya "agak males berteman?" Bukan berteman yg selalu 'havefun' yg dikit2 oke gas, tapi lebih mengingat kalo fase kita suda berbeda. Temen2 yang suda mulai berkeluarga, mulai menata karir. Jadi, berteman dg diri sendiri lebih asyik
Hal yang lu hindari untuk dibicarakan eh diusik. Mana yang ngusik masih keluarga lu sendiri. Pas dia ngomong kita uda mbelokin tapi dia masih nyerocos mana banyak orang juga yang ndenger. Semoga aja anak turunan lu ga mengalami hal yang sama!
Nganterin emak ngelayat ke temen SMA nyaa, wah amazingg syekalii liat yang ngelayat. Tanya lah diriku pada emak, "itu semua temen SMA m2?" "Iya tapi beda2 kelas". Waww ternyata circle kaum bonjour menakutkan, spek emak2 jek circle2an 😢🤣
capek itu nyata.
burn out itu nyata.
penat itu nyata.
jadi, jangan pernah merasa bersalah kalau kamu beristirahat dari dunia yang tidak pernah dirancang untuk melindungi kesehatan mentalmu.