Demi, aku kira orang yang punya pemikiran kayak gini emang murni karena ga dpt kesempatan menyenyam pendidikan aja? Ternyata emang ga mau belajar jadi orangtua aja?
Kalian harus tahu aku pernah nanganin SEKAMPUNG ibu2 dg mindset kayak gini. Utas.
Satu-satunya pekerjaan yang jobdesknya mengabdi itu abdi dalem keraton.
Guru, dosen, dokter, perawat, bidan, PNS, ASN, you name it. Semuanya adalah pekerjaan profesional.
Pekerjaan profesional itu semua transaksional, saya berikan waktu dan expertise saya, saya dapat kompensasi.
Tidak ada kata "mengabdi" dalam pekerjaan profesional.
“Saya seorang dokter gigi”
- bosenin
- biasa aja
- gk keterima fk ya?
“Gak peduli pejabat atau mafia pun, bisa saya bikin buka mulut satu-satu,”
- cool
- badass
- patriotik
@BaseAnakFK Aku yang masih preklinik terus suka tbtb dipanggil dokter aja rasanya buebbaaannn bgt, kok bisa-bisanya ada yg pengen bgt nunjukin diri kalo punya gelar dokter 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Pesan hari ini: Menggunakan sapaan “saya”, “Kak”, “Bang”, “Mas”, “Mbak”, dsb. kepada seseorang yang lebih tua (di dunia perkuliahan) enggak ada hubungannya dengan senioritas, apalagi dianggap “gila hormat”. Itu namanya sopan santun.
Sudah, tidak perlu bertengkar lagi. 😊
selama kuliah preklinik kedokteran, aku nyadar satu trait “aneh” yang ngebuat aku survive di FK sampai sekarang.
aku bisa belajar sambil nangis, sambil marah, bisa belajar di tempat sepi maupun rame, bisa belajar ada musik maupun engga, bisa belajar pas cape…
gue join grup bumil, isinya curhatan istri tentang suami brengsek yang lebih milih beli burung dara dibanding kasih uang buat usg istrinya, bener bener orgil😭
@BaseAnakFK >belajar anatomi
>takjub akan kuasa Allah
>menangis krn merasa krg bersyukur
>larut dalam emosi
>ngantuk karna nangis
>ketiduran
>remedial
>menangis krn tidak belajar