2022: "Arsenal blew their only chance of finishing top 4!"
2023: "Arsenal blew their only chance of winning the league!"
2026: "Arsenal blew their only chance of winning the Champions League!
Waktu Arsenal menang, banyak orang geram karena pendekatan permainan mereka.
Waktu Arsenal kalah, semua dirasa sudah layak dan sepantasnya.
Padahal di final UCL vs PSG, terlihat jelas bahwa merekalah yg menguasai pertandingan. Merekalah yg nyaman setidaknya hingga menit 70an..
Kontrol bukan dilihat penguasaan bola. Bukan juga soal jumlah percobaan tembakan.
Kontrol adalah bagaimana kita bisa memaksa lawan untuk bermain di luar zona nyaman mereka. Mengikuti alur yg kita ciptakan. Arsenal melakukan itu selama satu jam lebih di laga final.
Keputusan mereka untuk memenuhi area sentral memaksa PSG hanya bisa main melebar.
Keputusan mereka menempatkan 4 bek tengah sebagai tembok di depan gawang tidak meninggalkan lubang.
Joao Neves & Fabian Ruiz yg biasa siap menyambut umpan tarik dari sayap kesulitan mendapat ruang.
Vitinha yg biasa bisa membawa bola dengan leluasa dan melepaskan umpan berkelas untuk membebaskan Kvara, Doue, dan Dembele, dikunci sebelum bisa beraksi.
Arsenal baru mulai goyang ketika Gyokeres dan Timber masuk. Mereka memiliki peran serta area yg berbeda dengan Odegaard & Mosquera.
Bahkan sejak pergantian itu, PSG mulai leluasa, sampai Barcola hampir sukses menciptakan gol kemenangan dengan aksi individunya.
Ternyata Arsenal selamat dan terus bisa mengimbangi PSG hingga adu penalti. Tanpa tiga penendang utamanya (Saka, Odegaard, dan Havertz) anak-anak asuh Arteta akhirnya kalah.
Namun mereka layak mendapatkan apresiasi. Mereka harus menerima kekalahan ini dengan kepala tetap terangkat tinggi.
Apa yg mereka capai musim ini, sudah jauh di atas ekspektasi.
Apabila bisa melanjutkan momentum ini, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat mereka mendapat kesempatan bermain di final UCL lagi 👏👏🫡
Arsenal di Premier League musim ini:
🥇 Poin terbanyak (85)
🥇 Kemenangan terbanyak (26)
🥇 Selisih gol terbanyak (+44)
🥇 Clean sheet terbanyak (19)
🥇 Clean sheet terbanyak berturut-turut (4)
🥇 Gol dari set-piece terbanyak (23)
🥇 Gol dari sundulan terbanyak (16)
🥇 Penghargaan WhoScored MOTM terbanyak (29)
🥇 Kekalahan tersedikit (5)
🥇 Gol kebobolan tersedikit (27)
🥇 Tembakan kebobolan per pertandingan tersedikit (8.2)
🥇 Kartu kuning tersedikit (51) dan kartu merah (0)
Juara 🔴⚪️🏆
Stat by @WhoScored
#AFC
Trump dan Netanyahu adalah maniak yang menyeret dunia menuju kehancuran.
Prabowo sedang membawa Indonesia jadi pelayan dan pengikut mereka.
Orang-orang ini berbahaya bagi peradaban dan kemanusiaan.
Catat namanya: Bripda Masias Siahaya.
Mukul anak Madrasah di Tual, Mauluku pakai helm, mengakibatkan meninggal dunia.
Videonya seliweran di timeline dari semalam.
Harus dihukum dan dipecat dari Kepolisian.
@ListyoSigitP
Ga membenarkan kezaliman ini.
Tapi pasar kerja sekarang sudah secaur itu.
Sudahlah aturan ketenagakerjaan, dikacaukan omnibus law, pekerjaan yang tersedia sedikit dan lowskill. Smentara pelamar luar biasa banyak.
Belum lagi kegiatan bisnis ga kondusif karena banyak pungli sehingga mengurangi produktivitas dan laba.
Ujung2nya apa? bargain pekerja jadi lebih rendah sehingga banyak HRD yang semena2 kek gini.
Soalnya mereka mikir, “Yang mau kerja banyak, ngapain gue pusing sejahterakan mereka?”
Apakah orang Indonesia memang dirancang untuk tetap bodoh dan gak boleh pintar? Itu pikiran liar yang selama ini mau gua utarakan tapi baru sekarang berani nulis ini. Ini bukan statement ya tapi pertanyaan, gamau kena masalah saya.
Analogi sederhananya, gimana caranya sekolah ngajarin programming dan AI?
Kalau 42% guru berpenghasilan di bawah Rp2 juta per bulan? 13% di antaranya di bawah Rp500 ribu per bulan. Gimana mau punya self development dengan gaji 500 ribu per bulan?
Di logika ya, sistem gaji ini secara tidak langsung mengusir talenta terbaik dari profesi guru dan pindah ke pekerjaan lain
Skor PISA kita, juga cuma 359 dimana rata2 dunia harusnya 476. Gua kasih gambaran, Siswa Vietnam setara dengan siswa Amerika Serikat & Eropa dalam Matematika. Siswa kita tertinggal sekitar 3-4 tahun pelajaran dibanding siswa Vietnam. Siswa Vietnam siap jadi insinyur/dokter. Siswa kita mayoritas hanya hafal teori tanpa paham konsep.
Skor HCI Indonesia dari Bank Dunia ada di angka 0,5. Artinya, anak yang lahir di Indonesia hari ini, saat dewasa nanti produktivitasnya hanya 50% dari potensi maksimalnya.
Pembiaran sistemik seperti ini, mau sampai kapan dibiarkan? Vietnam mendesain rakyatnya untuk berkompetisi global, sementara kita sibuk sama administrasi dan seremoni.
Kita berada dalam lingkaran setan: Gaji guru rendah → Kualitas pengajar rendah → Murid tidak kritis → Menjadi pemilih (voters) yang tidak kritis → Memilih pejabat yang tidak peduli pendidikan → Kembali ke gaji guru rendah.
ngeles terosss, belok sana sini, ya gini yg disukai pemerentah untuk nge-buzzing "pemerentah baik". dikritik bukannya mencerna kritikan dengan baik, malah ngerespon dengan pernyataan bodoh yg seolah-olah tampak benar
@okkymadasari kalau kalimat itu diganti Reddit atau 4chan apakah masih keberatan? atau setidaknya berkurang derajat keberatannya
X sudah makin toxic ke arah seperti Reddit & 4chan
Benzema slept with a 15 year old girl, blackmailed his teammates and has kids with 3 different women without being married, but is called the GOAT Muslim.
While Salah celebrates Christmas because his children don’t feel left out and he is apparently the WORST Muslim ever..
Sekalian aja jadi negara isolasionis yang menutup diri dari percaturan global kalo kerangka berpikirnya begini.
Aneh. Ketika bencana dan bantuan asing selalu pake narasi ultranasionalis gini, giliran investasi aja nyari-nyari asing.
Trnyt narasi takut disusupi asing tertanam dari level presiden smp prajurit
Kok baru skrg concern-nya muncul? meanwhile slama ini
>International trade diatur US
>Whoosh dikadalin China
>Judol uangnya ke Cambodia
>Pemburu rente ngumpul di Singapore
>IKN obral tax holiday ke asing