Ini kata Gus Baha...
Israel yang disebut di dalam Al Qur'an itu Israel yang bani, Allah menyebut Ya, Bani Israil (Hai, anak keturunan Israil atau yang masih ada unsur gen para nabi)... sedangkan Israhell yang sekarang itu adalah sebuah negara yang di dalamnya ada unsur zionist, Eropa, Amerika, dan Islamophobia...
🚫 SESAT PIKIR TERNAK MULYONO DALAM USAHA MELINDUNGI TUANNYA :
MULYONO SUDAH JADI PRESIDEN, GUBERNUR, WALIKOTA. UGM BILANG ASLI. 🚫
Orang-orang tertentu terus mengulangi logika sesat ini:
"Jokowi sudah jadi Presiden, Gubernur, Walikota. UGM bilang asli. Masa kalian tidak percaya?"
🚫 BANYAK YANG PERCAYA, BUKAN JAMINAN KEBENARAN! 🚫
Anda terjebak dalam LOGIKA SESAT yang paling berbahaya: "Argumentum ad Populum" atau Kebenaran Berdasarkan Konsensus.
Apa itu "Argumentum ad Populum"?
Ini adalah kekeliruan logika di mana suatu hal dianggap benar hanya karena banyak orang mempercayainya, atau dianggap salah karena banyak orang menolaknya.
Ini adalah BUNGA TIDUR LOGIKA yang berbahaya. Jabatan dan lamanya masa jabatan TIDAK SAMA dengan verifikasi hukum atas keaslian sebuah dokumen.
Mari kita urai mengapa logika ini SESAT dan MENYESATKAN:
1. SISTEM YANG BOBROK: Verifikasi Administrasi BUKAN Verifikasi Faktual
➡️ Fakta #1: KPU Hanya Menerima LEGALISIR, bukan DOKUMEN ASLI.
· Legalisir hanyalah cap dan tanda tangan yang menyatakan "salinan sesuai dengan aslinya".
· Jika dokumen aslinya PALSU, maka yang dilegalisir adalah SALINAN DARI DOKUMEN PALSU.
· Sistem ini sangat RAWAN MANIPULASI karena tidak menyentuh dokumen sumber (asli).
➡️ Fakta #2: Tidak Ada Verifikasi Faktual ke Kampus.
· KPU & Bawaslu TIDAK PERNAH mengirim petugas langsung ke kampus (contohnya UGM) untuk mengecek: "Apakah nomor ijazah ini benar-benar tercatat di arsip Anda dan atas nama calon ini?"
· Verifikasi yang dilakukan adalah ADMINISTRATIF, bukan FAKTUAL/SUBSTANSIAL. Ini adalah CELAH HUKUM yang sangat besar.
➡️ Fakta #3: Partai Pengusung Juga Abai.
· Partai politik sebagai pengusung tidak punya mekanisme untuk memverifikasi keaslian ijazah secara faktual. Mereka hanya menerima berkas dari calonnya.
2. RELASI KUASA: Setelah Berkuasa, Semakin Sulit Diungkap
➡️ Fakta #4: Dinding Kuasa yang Menghalangi Transparansi.
· Setelah seseorang menduduki jabatan tinggi, terbentuklah "dinding kuasa".
· Sangat sulit bagi lembaga manapun (termasuk KPU) untuk secara independen memeriksa ulang pemimpinnya sendiri.
· Mengakses bukti fisik ijazah asli yang seharusnya menjadi dokumen negara hampir mustahil. Ke mana dokumen itu? Mengapa tidak ditunjukkan kepada publik untuk mengakhiri semua polemik?
3. ANALOGI SEDERHANA: Supir Bus yang SIM-nya Palsu
Bayangkan seorang supir bus.
· Dia sudah 10 tahun nyetir bus tanpa kecelakaan.
· Perusahaan busnya bilang SIM-nya sah.
· Ternyata, SIM-nya adalah PALSU yang dibuat oleh oknum preman.
Pertanyaannya:
· Apakah pengalaman nyetirnya yang mulus membuktikan SIM-nya asli? TIDAK.
· Apakah pernyataan perusahaan bus membatalkan fakta bahwa SIM-nya palsu? TIDAK.
Kesimpulannya: Keahliannya (menjabat) adalah satu hal. Keaslian dokumen (ijazah/SIM) adalah hal lain yang harus dibuktikan secara TERPISAH dan INDEPENDEN.
KESIMPULAN & SERUAN:
Logika "sudah menjabat maka ijazah asli" adalah PEMBODOHAN PUBLIK tingkat tinggi. Ini adalah upaya untuk MENGGANTIKAN PROSES PEMBUKTIAN HUKUM dengan narasi popularitas dan kekuasaan.
Kami menuntut:
1. Verifikasi faktual dan independen oleh lembaga yang berwenang.
2. Transparansi dokumen. Tunjukkan ijazah asli yang dapat diverifikasi oleh publik.
3. Hentikan politik pencitraan yang mengabaikan prinsip keadilan dan kepastian hukum.
Jangan biarkan jabatan mengubur kebenarannya!
#IjazahAsliAtauBukan, #LogikaSesat, #TernakMulyono #TerMul #KPUHarusVerifikasi, #Transparansi, #FaktaBukanJabatan |
@DedynurPalakka Baca lagi apa yg dibilang teuku nasrullah. Dia nggak minta tunjukin ijazah asli jokowi tapi dia minta tunjukin ijazah jokowi (tdk ada kata asli).
@NenkMonica Suara rakyat dibajak parpol, digadai demi kepentingan elit. Sudah saatnya kedaulatan itu dikembalikan kepada yang berhak: RAKYAT! Kedaulatan rakyat bukan milik partai politik.
@arwidodo Harusnya fokus utama Sri Mulyani adalah menghentikan pencurian uang NKRI oleh negara tetangga, bukan malah makin menekan rakyat dengan pajak. Uang bangsa kita hilang ke luar negeri, tapi yang ditagih justru dompet rakyat.
Jika itu benar bhw data teman seangkatan Jokowi disembunyikan oleh @UGMYogyakarta memang jadi pertanyaan.
Jika itu anda bilang asli kenapa klen merasa panas dingin menyembunyikan data?. Takut dikuak lagi oleh netizen setelah oleh Bang Rismon ulas detil palsunya ijazah itu.
🔥🤣