@sastraepoeja@SisikRubinatt https://t.co/sjbDzwZrTw
Yg burmese days aku beli yg terjemahan diva press kak, di link itu. Bkn official shop sih tp ori. Di olshop byk kok kak pilihannya. Kalo yg max haveelar aku baca yg terjemahan kek foto yg aku cantumin
@sastraepoeja Aku pribadi iya kak, aku ngambil kutipan kidung sunda buat genapin nama permaisurinya maharaja linggabuana, soalnya di pararaton (apalagi nagarakretagama) ga disebut. Tp tetep kukasih catatan penulis kalo ini sumber pelengkap aja krn kredibilitasnya diragukan
@sastraepoeja@SisikRubinatt Kann baca penggalannya udah ke trigger π₯²π₯Ί btw yg george orwell ini latarnya di burma/myanmar era kolonialisme inggris ya kak, keinget gegara menurutku vibesnya sama kek max haveelar
VOC bukan sekedar perusahaan dagang yang menjalankan praktek bisnis, namun garda depan penjajahan, kolonialisme, dan genosida masyarakat lokal Nusantara.
Letβ stop whitewashing Western colonialism by sugarcoating its historical narratives. VOC was a barbaric entity.
@sastraepoeja@dtoraemon Dan melihat jejaknya jadi rake hino kahuripan lalu di daha, ga menutup kemungkinan dia dibimbing sama tribhuwana dan rajadewi gasih? Makanya dia nanti dianggap layak jd rake hino di majapahit mendampingi hayam wuruk (walau kita ga tahu pasti tahunnya kpn)
@sastraepoeja@dtoraemon Soal usia kita sependapat kalo sotor memang lebih tua. Mungkin belasan akhir mendekati dua puluhan (?) makanya scr usia dia dipandang udah memenuhi syarat kompetensi memegang jabatan sepenting rake hino
@sastraepoeja@SisikRubinatt Ada lagi yg menurutku vibesnya mirip tuh burmese days karya george orwell, apa-apaan baru bab awal perempuan udah disebut setara kodok dan tikusπ₯²π
@sastraepoeja@SisikRubinatt Recommended kalo kamu emang suka fiksi sejarah kak, khususnya era kolonialπ kamu bakal tahu, kalo baik org belanda atau para oknum pribumi sering kali sama busuknyaπ