Jeritan dari Bumi Melayu: Bupati Siak Afni Zulkifli Protes Keras Pemangkasan DBH oleh Pusat
Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, S.A.P., https://t.co/8O1j6rKoB1., melayangkan protes keras terhadap kebijakan pemerintah pusat yang kembali memangkas alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Sumber Daya Alam (SDA) untuk Kabupaten Siak.
Pemangkasan tersebut dinilai sangat merugikan masyarakat Siak, terutama di tengah upaya pemerintah daerah mempertahankan pelayanan dasar dan pembangunan infrastruktur.
Kekecewaan itu disampaikan Bupati Afni dalam Rapat Paripurna DPRD Siak setelah menerima surat resmi dari Kementerian Keuangan tertanggal 29 September 2026.
Pemkab Siak mencatat, setelah alokasi DBH dipangkas hingga 50 persen dalam APBN 2026, porsi DBH Migas untuk Siak pada tahun mendatang kembali merosot tajam hingga 72,73 persen.
Alokasi yang sebelumnya mencapai Rp132 miliar kini diperkirakan hanya tersisa sekitar Rp36 miliar hingga Rp56 miliar.
Padahal, Siak merupakan salah satu daerah penghasil komoditas sumber daya alam, termasuk minyak dan gas bumi, kelapa sawit, serta akasia.
Bupati Afni juga menyoroti persoalan kurang bayar DBH dari pemerintah pusat yang nilainya mencapai hampir Rp500 miliar sejak 2023.
Menurutnya, kewajiban pemerintah pusat untuk mencicil pembayaran kurang bayar tersebut tanpa bunga tidak semestinya dijadikan alasan untuk mengompensasi atau memangkas porsi DBH reguler yang menjadi hak daerah.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Afni bersama DPRD Siak sepakat segera mengirimkan surat resmi kepada pemerintah pusat sekaligus meminta ruang audiensi langsung dengan Kementerian Keuangan.
"Ini adalah suara setengah juta rakyat Siak yang mempertanyakan mengapa kekayaan alam di bawah kaki mereka tidak kembali untuk kesejahteraan daerah. Kami memohon ruang dialog dan transparansi rumus perhitungan agar keadilan bagi daerah penghasil tetap terjaga," tegas Afni.
Bayangin guru-guru sampe patungan buat memberangkatkan anak lomba ke kota karna sekolah ga mau biayain.
Bayar wartawan lancar.
Giliran buat anak seret :(((
Pada fase awal kelas 1 SD, teks cerita tersebut bukan untuk dibaca sendiri oleh anak, melainkan untuk dibacakan oleh guru atau orang tua.
Secara pedagogik, kemampuan literasi anak diawali dari menyimak, baru kemudian berbicara, membaca, dan menulis. Melalui cerita yang dibacakan, anak belajar fokus, melatih memori, dan memahami jalan cerita sebelum mereka bisa membaca simbol hurufnya secara mandjiri.
Maksud pedagogik ini sering kali disalahpahami banyak pihak. Banyak dari orang tua atau guru yang mengira anak kelas 1 dituntut harus bisa membaca sendiri seluruh teks cerita panjang tersebut. Padahal, orang dewasa seharusnya menjadi jembatan dengan membacakan dan mendiskusikan isi cerita bersama anak.
Masalah ini menjadi semakin ruwet karena banyak penerbit buku swasta yang ASAL MENULIS BUKU. Pemerintah (terutama daerah), juga tidak mengawasi peredaran buku ini dengan ketat. Bahkan justru sering kongkalikong dengan penerbit.
Belajar mekanik mengeja (belajar membaca), tetap harus diajarkan beriringan.
“BAWA! BAWA! SERET!”
Bambang Setiawan, 59 tahun, pedagang cermin, ditarik dan diseret sekelompok orang berpakaian hitam sebelum dikeroyok hingga tewas di Pejompongan pada malam 27 Agustus 2026. Siapa orang-orang di baliknya?
Penelusuran -Suara.com, Project Multatuli, dan BBC News Indonesia menelusuri rekaman, pakaian, aksesori, pergerakan, hingga jejak orang-orang yang berada di sekitar lokasi. Temuannya mengarah pada dugaan adanya keterkaitan aparat.
Jejak selengkapnya ada dalam laporan investigasi “Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin Saat Demo 27 Agustus 2026” di -Suara.com.
Jadikan @suaradotcom sumber berita:
Klik https://t.co/Q6CsR9GSL6 & centang sebagai referensi pilihan. Yuk bagikan konten ini.
DUGAAN KEKERASAN ABK MUARA BARU, JAKARTA
Sumpah jahat banget 😭
Itu sebegitu banyaknya orang cuma liatin dan malah video-in anjg!
Kalau ini beneran, tolong usut sampai tuntas!
Gila, gue baru baca ini di sebelah.
Mbak siapapun lu, kata gue jangan mau damai, jangan mau diajak selesaikan masalah secara kekeluargaan mereka bukan keluarga lu mbak.
Kalo lu trauma ambil jalur hukum, keluarga sialan, dikira klarifikasi aja cukup.
stres satu keluarga.
@Heraloebss Koq pada kaget? Bukannya hampir di semua lapas ada fasilitas beda? Bahkan di lapas Cipinang & Sukamiskin aja ada tempat khusus esekesek.
Umur ideal untuk menikah:
28 - 33th bukan 23th.
Umur ideal finansial stabil:
35th keatas, bukan 25th.
Umur ideal untuk punya rumah:
30th keatas, bukan 23th.
Semua butuh proses dan itu tidak instan apalagi bagi kita yang bukan pewaris.