Dating to marry bukan berarti gue pacaran sama lo dengan tujuan harus nikah sama lo. it means gue lagi mengenal lo buat lihat apakah lo memang orang yang tepat buat gue nikahi.
nikah emang tujuannya, tapi bukan berarti siapa pun yang gue pacarin otomatis jadi orangnya. gue tetap merhatiin karakter lo, konsistensi lo, dan gimana cara lo menghadapi konflik.
because wanting to get married and being the right person to marry are two different things. dan kayaknya, nggak semua orang siap buat ngobrolin hal ini.
Jadilah perempuan tenang.
Menang atau kalah, tetaplah tenang.
Dipilih atau dibuang, tetaplah tenang.
Dicintai atau dilupakan, tetaplah tenang.
Dihargai atau diabaikan, tetaplah tenang.
Ditinggikan atau dijatuhkan, tetaplah tenang.
Karena ketenanganmu bukan tanda kelemahan, tapi bukti bahwa hatimu sudah tak mudah digoyahkan.
Orang tua lo nggak akan melihat lo sampai tua. Pasangan lo nggak pernah kenal lo waktu masih kecil. Anak-anak lo nanti mungkin cuma ingat sedikit tentang masa muda lo. bahkan sahabat terdekat lo pun cuma tahu sebagian dari cerita hidup lo.
yang benar-benar menjalani setiap bab dalam hidup lo dari awal sampai akhir cuma satu orang.
lo sendiri.
jadi, coba lebih baik sama diri lo yang udah nemenin lo melewati semuanya.
Semoga lo menikah sama cowok yang bikin lo sadar kalau selama ini lo nggak pernah susah buat dicintai.
lo cuma pernah dicintai sama orang yang salah, sampai lo dibuat ngerasa kalau kebutuhan lo terlalu banyak dan perasaan lo terlalu merepotkan.
Pantesan memori di otak gue tuh cuma keinget pas usia 4 tahun ke atas. Dibawah itu gue merasa belum ada di dunia alias gelap ngga ada bayangan. Even liat foto pas masih bayi pun gue ngga tau momen itu pernah ada. 😩
Ternyata pacaran tuh bisa ngubah cara kita ngelihat diri sendiri.
Kita mikirnya sebuah hubungan itu cuma proses ngenalin orang lain. Padahal, pelan-pelan kita juga lagi "nyerap" sebagian dari diri mereka ke dalam diri kita.
Mulai dari cara mikirnya, selera musiknya, kebiasaannya, sampai cara mereka ngelihat dunia.
Kayaknya ini deh alasan kenapa orang tertentu bisa terasa menarik banget.
Bukan karena sifatnya yang kita suka, kita tertarik karena dia bawa sesuatu yang belum pernah kita punya.
Dunia baru, sudut pandang baru, pengalaman yang beda. Dekat sama dia bikin dunia kita rasanya jadi ikut lebih luas.
Tumbuh bareng pasangan bukan berarti kita harus berubah jadi mirip dia. Kalau di psikologi ada yang namanya Self Expansion Theory di mana kita ngambil hal-hal baru dari pasangan buat memperkaya diri.
Masalahnya baru muncul kalau kita terlalu banyak kompromi dan berubah, sampai akhirnya lupa mana diri kita yang asli.
Jadi hubungan yang sehat itu mungkin bukan nemuin orang yang bisa "melengkapi". Tapi nemuin orang yang bikin kita berkembang, tanpa harus bikin kita kehilangan jati diri.
btw dalam antropologi, historically speaking, bayi itu ga dirawat eksklusif oleh ibu sendiri.
justru manusia berevolusi dalam pola alloparenting, bayi dirawat bukan cuma oleh ibu, tapi juga ayah, nenek, saudara, kerabat, dan anggota kelompok.
konsep ibu harus handle semua sendirian, bukan default biologis manusia. makanya ga heran kalau ibu zaman sekarang gampang burnout, krn mereka diminta ngerjain kerja yang dulunya dibagi ke 4-5 orang, sendirian.
that’s why I believe, “It takes a village to raise a child”itu bukan sekadar pepatah, krn itu literally gimana spesies kita survive selama ratusan ribu tahun.
Hawa cemburu karena Adam pulang terlalu larut malam, padahal dia wanita satu-satunya di bumi saat itu.
Zulaikha cemburu pada tanah, hanya karena Yusuf selalu memandang tanah setiap kali bertemu dengannya.
Aisyah cemburu karena Rasulullah selalu menyebut nama Khadijah, padahal beliau telah wafat sebelum dirinya menikah dengan Rasulullah.
Maka dari itu janganlah berdebat dengan wanita yang sedang cemburu, karena yang kamu debati adalah hati dan perasaannya bukan akalnya.
hal apa yang paling ngerusak hubungan tapi orang jarang notice?
tadi pagi habis ngobrol sama temen kantor sambil sarapan ramean. tiba2 temen ku nyelatuk sebuah obrolan dalem soal percintaan 🗿(MAKSUD KU, MASIH PAGI PLIS)
💁🏻♂️: menurut kalian, apa yang paling ngerusak hubungan?
🙋🏻♀️: orang-orang yang bilang, "harus sering kasih space ke pasangan biar masing-masing bisa improve diri."
aku cuman diem nyimak sambil makanan, "okee.. menarik." (obrolan yang menarik kata ku dalem hati)
💁🏻♂️: kenapa? (mukanya nanya sambil bingung)
🙋🏻♀️: menurut aku kadang itu cuma excuse. bilangnya butuh space buat berkembang, padahal bisa jadi sebenernya dia cuma belum belajar gimana caranya tetap punya ruang buat diri sendiri, tapi di saat yang sama tetap deket dan tumbuh bareng pasangan.
💁🏻♂️: tapi emang salah kalau pengen punya kehidupan sendiri? maksud ku ga sama pasangan mulu
🙋🏻♀️: enggak. justru menurut aku itu penting. tapi dengerin dulu, aku juga pernah ada di posisi yang kayak gitu dulu. dulu aku sering banget minta space, nggak mau ketemu tiap weekend, karena mikir, "aku juga butuh hidup sendiri." sama persis kayak yang kamu bilang itu.
(aku masih nyimak, pagi ku masih terlalu early untuk bahas topik berat kayak gini)
According to psychology, the urge to immediately fix a partner’s or friend’s distress instead of just sitting with them in it isn't empathy; it is your own low frustration tolerance. When someone you love is hurting, and you instantly jump into problem-solving mode, offering unsolicited advice or trying to find a silver lining, you are often trying to soothe your own secondary anxiety. You aren't rescuing them from their pain; you are rescuing yourself from the discomfort of witnessing a vulnerability you don't know how to hold.
cakep ih kalimatnya:
“ngga semua konflik itu masalahnya di komunikasi. Kadang masalahnya di kapasitas intelektual dan emosional, mau sebanyak dan sejelas apa kita menjelaskan, kalo kemampuan berpikir dan kematangan emosionalnya ga setara, dia tidak akan mengerti dan memahami substansi masalahnya apa”
bener juga sii.., ngejelasin hal kompleks ke orang yg belum mature emosinya cuma menguras energi. Protect your sanity, pahami boundaries dan mending save ur time buat hal yg worth it yah! 🤍🫶🏻
Jujur, non sexual intimacy tuh udah susah banget dapetnya sekarang, padahal itu yang paling precious.
Kayak sentuhan halus, deep talk, random hugs, dipijitin pas pegel, masak bareng, ato sekadar cuddling sambil cerita seharian. Plus tetep curious sama satu sama lain. Sampai di level ga ngomong apa-apa pun tetep kerasa hangat, cuma karena presence dia di samping kita tuh udah secukup itu...