"Dulu orang Arab mengejek orang Indonesia sebagai "Jawi Bagar", sapi, bodoh karena gak fasih bahasa Arab.
Dari ejekan itu Allah turunkan Syech Imam Nawawi al-Bantani (Banten) yang hafal Alquran, hafal hadits, dan menulis Kitab Tafsir"(UAS)
Diejek itu nikmat!
#JokowiLuhutTamat
ada yang tau siapa artisnya?
jadi ada seorang mantan ART bernama Tuti menceritakan pengalamannya bekerja di rumah seorang artis terkenal di Jakarta.
suatu hari, ia diminta membersihkan sebuah ruangan yang biasanya tidak pernah ia masuki.
di dalam ruangan itu, ia melihat-
buat yang belum tahu ini kasus paling gila :
- Lippo jual apartemen ribuan unit, iklan gede-gedean, banyak yang beli & cicil
- Uang sudah masuk ke Lippo konsumen bayar cash atau KPA bank
- Bangunan tidak jadi mangkrak, tower terbengkalai
- Konsumen nagih disuruh sabar, tunggu 2027
- Minta refund ditolak
- Protes di medsos malah digugat pencemaran nama baik
- Sekarang lahannya mau dihibahkan ke pemerintah untuk rusun subsidi
- denger2 sih hibah ini kagak gratis
- dobel cuan dpat dari rakyat , dapat dari pemerintah
tulisan ini bukan tuduhan hanya fiktif belaka
Ringkasan latar belakang pelaku penyekapan dan penyiksaan perempuan di Bandung.
• Ayahnya sendiri pernah dipukuli dengan kayu.
• Ibunya yang membelanya setiap salah, berujung meninggal karena depresi.
• Adik bungsunya meninggal overdosis.
• Istri ditinggal dalam keadaan hamil setelah menikah dua minggu.
Kejadian unik terjadi di Stasiun JIS, Sebuah KRL nyaris bablas/tidak berhenti di Stasiun JIS. Kemudian Masinis melakukan pengereman dan mundur kembali
Video : Laurensius Aldy Putranto
Nasi udah jadi bubur, bayangin beliau keringat dingin ga bisa tidur, staf dan ajudan dikumpulin, rapat dadakan untuk mengantisipasi segala resiko dan menyelesaikan masalah yang terlanjur viral,
atau mungkin beliau udah dihubungi pangdam untuk segera klarifikasi Menjadi public figure itu berat, ga harus sempurna tapi juga jangan sampai membuat kesalahan, apalagi di era digital sekarang
cc:threadlepaskopling
jadi ceritanya ada aparat kita tercinta yang lagi ikut event lari
dimana kita ketahui event lgi ada tiket
waktu acara ternyata bapak ini bawa ajudan lah 1 orang dan tidak ada tiket
pihak panitia lari lalu memberhentikan ajudannya tapi sang bapak marah
itu ajudan gw mau apa lu
itu pengawall gw, gw tandain lu
Tolong kawal panitianya ya temen-temen terlebih yang punya akses ke MJM nya🙏🏻
Bapak-bapak yang dipanggil "ndan" viral ini secara kebetulan satu pace dan barengan terus sampe finish. Jadi tau beberapa kali marshall ngasih tau yang ga pake bib ga boleh dijalur lari.
Abis finish juga tlp seseorang dan bilang pengawalnya dicegat ga boleh lewat 😃 (ga maksud nguping, tapi gimana kan kdengeran)
Selain itu juga aku mendengar hal-hal lain lainnya 😆
Udah feeling bakal viral. Bener aja 😂
Sumber: thread prangginezha
2 Perusahaan Otomotif Jepang Dikabarkan Bakal Hengkang dari RI pindah ke Vietnam alasannya:
- ketidakpastian hukum dan aturan yang berubah
- Situasi geopolitik global tidak stabil
- principal Jepang cabut ke negara "lebih produktif"
- Vietnam lebih digas buat kembangkan mobil listrik
- Indonesia dianggap tidak kompetitif banyak regulasi tidak jelas
- Industri EV RI cuma jalan di tempat kalah saing sama tetangga sendiri
- ribuan buruh di Mojokerto & Pasuruan terancam PHK massal
Pemadaman listrik bergilir itu bukan karena PLN gak beli batubara atau bukan juga karena batubaranya terbatas.
Tapiiii....karena sekarang PLN lagi gak punya uang karena sering diutangin oleh pmrintah.
Kalo mau lihat buktinya bisa baca di laporan keuangan PLN 2025. Terlihat piutang pemerintah melonjak dr 43 T ke 110 T.
Artinya dari tahun 2025 pmrintah punya hutang ke PLN naik 2 kali lipat alias gak mau bayar (tahu lah uangnya buat apa, yap buat embege dan kopdes).
Dan tahun 2026 ini lebih parah sampai dompet PLN kering. Makanya PLN udah angkat tangan kalo suplier batu bara minta harga di atas harga DMO (70 USD).
Beda cerita kalo pmrintah mau bayar hutang, pasti PLN punya uang buat bayar lebih ke suplier batubara.
Pemadaman listrik sekarang ini bukan sepenuhnya salah PLN, karena saat ini pun PLN lagi kocar-kacir. Bahkan merugi.
Jadii...
Udah tau kan kalo pemadaman listrik ini salah siapa?
SKANDAL BANK BNI DIDUGA MELIBATKAN ORANG DALAM
Isi tabungan seorang nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang (KC) Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mendadak hilang.
Bayangkan wak tak tanggung-tanggung, isi saldo milik Hermawati (48 tahun), warga asal Kecamatan Toribulu tersebut hilang secara misterius sebesar Rp3,3 miliar.
Kasus tersebut bermula ketika rekening tabungan miliknya mengalami transaksi mencurigakan. Saldo yang semula mencapai Rp 4,566 miliar terkuras hingga tersisa sekitar Rp 700 juta.
Kuasa hukum Herawati, Natsir Said, mengungkapkan bahwa perpindahan dana secara ilegal tersebut terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Uang senilai Rp 3.362.791.588 keluar dari rekening kliennya secara bertahap pada 25 Mei 2026 pukul 21.30 WITA hingga 26 Mei 2026 pukul 07.00 WITA.
“Hanya dalam waktu sekitar sembilan jam, uang keluar dari rekening klien kami tiga miliar lebih. Klien kami tidak pernah melakukan transaksi apapun di waktu tersebut,” ujar Natsir, Selasa (9/6/2026).
Natsir merinci, pelaku menguras rekening korban menggunakan skema transfer berulang dengan nominal kecil, yakni berkisar Rp 7juta hingga Rp 10 juta. Tercatat, hampir 3.000 kali transaksi transfer terjadi hanya dalam kurun waktu sembilan jam. . . .
Gw baru sadar kalau dugaan rantai masalah di balik blackout Sumatra dan pemadaman bergilir di Jawa ternyata jauh lebih kompleks dari sekadar “gangguan teknis”.
Kalau ditarik benang merahnya, kira-kira alurnya begini:
1. Harga batu bara global turun karena oversupply.
Buat negara eksportir seperti Indonesia, harga yang turun berarti penerimaan negara dari sektor komoditas juga ikut tertekan.
2. Muncul kebijakan untuk menekan produksi.
Logikanya sederhana: kalau pasokan dikurangi, harga bisa lebih terjaga.
Di atas kertas masuk akal.
3. Masalah mulai muncul ketika kebutuhan dalam negeri tetap jalan.
PLN tetap butuh batu bara buat menghidupkan PLTU.
Listrik tetap harus nyala.
Pabrik tetap harus beroperasi.
Kebutuhan energi tidak ikut turun hanya karena produksi tambang dikurangi.
Di saat yang sama ada aturan DMO.
4. PLN mendapatkan batu bara dengan harga yang ditetapkan pemerintah dan jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Nah di sinilah insentif mulai bertabrakan.
Dari sudut pandang pengusaha tambang, pilihan bisnisnya jadi cukup jelas.
Jual ke PLN dengan harga yang dibatasi.
Atau jual ke pasar dengan harga yang lebih tinggi.
Kalau selisihnya besar, dorongan untuk mengejar pasar jelas lebih kuat.
Akibatnya pasokan yang dibutuhkan PLN berpotensi makin ketat.
Kontrak makin sulit.
Cadangan makin tipis.
Risiko operasional mulai meningkat.
Dan ketika rantai ini terus berjalan, yang muncul di hilir bukan lagi isu batu bara.
Yang muncul adalah listrik padam.
Masyarakat cuma melihat lampu mati.
Padahal akar masalahnya bisa jadi berasal dari keputusan yang dibuat jauh di hulu.
Yang bikin gw agak kepikiran, keputusan soal kuota produksi, DMO, harga acuan, kontrak pasokan, semuanya terdengar sangat teknokratis.
Tapi efek akhirnya bisa sampai ke rumah rakyat.
Bisa sampai ke pabrik.
Bisa sampai ke UMKM.
Bisa sampai ke orang yang bahkan gak pernah baca berita energi sekalipun.
Kalau dugaan rantai masalah ini memang mendekati kenyataan, berarti yang sedang kita lihat bukan sekadar masalah PLN atau cuaca.
Ini contoh bagaimana satu kebijakan komoditas bisa menciptakan efek domino ke sektor energi.
Negara ingin harga komoditas terjaga.
PLN ingin pasokan aman.
Swasta ingin margin terbaik.
Masyarakat ingin listrik tetap nyala.
Masalahnya, empat tujuan itu tidak selalu berjalan searah.
Dan ketika salah satu bagian mulai bergeser, efeknya bisa merambat ke mana-mana.
Seperti biasa, yang paling jauh dari ruang rapat sering kali jadi yang paling dekat dengan dampaknya.
FYI: di video ini adalah pondoknya Mama Ghufron yang maqoli-maqoli itu.
Seumur-umur saya mondok, dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur, belum pernah ada kiai-kiai saya yang mengajarkan saya untuk ngesot-ngesot begitu.
Saya pernah mencium tangan salah satu gus saya di Kudus, langsung dimarahi:
"Saya ini kalian hormati karena dosa-dosaku ditutup Allah. Coba kalau aib-aibku dibuka, kalian pasti muak."
Makanya, 'kontrak' saya dengan kiai-kiai saya hanya ilmu. Bagaimana dengan penghormatan? Secukupnya, dan semanusia pada umumnya.
Dan saya bisa sampai jadi seperti ini, ya, karena kiai-kiai saya. Bahkan nama "Rumail" di tashghir nama asli saya pun pemberian kiai saya. Boleh saya bilang, nama itu 'mBerkahi' hidup saya.
Tentu saja doa orang tua saya ada di sana. Siapa tahu, doa merekalah yang membuat saya ditakdirkan mencecap ilmu di pondok pesantren.
😊
Gue ga heran sih sama KTP Aceh..
Emang Aceh itu ada spesial-spesialnya, seperti nanggung biaya BPJS warganya lewat JKA.
Tapi selain itu,
Jamaah haji ber-KTP Aceh dikasih uang saku 2000 rial. Lebih dari jamaah Indo lainnya yang hanya 750 rial.
Kok bisa?
Jadi pas tahun 1800an, ada orang Aceh yang bernama Habib Bugak, punya harta berupa tanah dan bangunan di Mekkah.
Harta itu kemudian dia wakafkan untuk kepentingan jamaah haji Aceh.
Lalu pas perluasan Masjidil Haram di abad ke 20, lahan dan bangunan itu digusur sama Saudi.
Diganti dengan lahan lain yang kemudian dibangunkan hotel.
Nah keuntungan dari hotel itu kemudian diwakafkan untuk jamaah haji asal Aceh.
Jadilah setiap jamaah haji Aceh mendapatkan uang saku sebesar 2000 riyal.
Atau sebesar 9,2-9,3 juta rupiah.
Uang itu selalu dibagikan setiap tahun sama nazir (pengelola) wakaf itu
ke jamaah haji Aceh.
Seperti yang terlihat di gambar di bawah ini.
Oiya berikut juga ada gambar hotelnya.