@forestwoodsx ㅤ
ㅤKepalaku segera mengangguk dengan antusias. Jelas mataku berbinar riang mendengar pertanyaan barusan. “Betul! Rei ingin mencium orang itu, tapi dia bilang, manusia biasanya harus ritual terlebih dahulu untuk bisa berciuman!”
️
ㅤ “Hee — jika Rei tahu, Rei tidak mungkin bertanya!” Merengut lah bibirku, sebal karena ternyata banyak yang sama tidak mengertinya denganku. Ke mana lagi aku harus cari tahu?
️
@2DRP_AU "Huh? Apa itu benar...? Jika sudah menemukan jawabannya, apa aku boleh tahu tentang itu juga?" Bukannya memberi jawaban, malah menambah pusing sang lawan bicara. Namun mau bagaimana lagi, aku sangat penasaran.
@drowndell ㅤ
ㅤ“Hee?! Tidak, aku harus tahu!” Kepalaku menggeleng, membuat dua kuncirku berkibas dengan heboh. “Beri tahu ritual yang paling mudah padaku!”
ㅤ
️
ㅤ “Rei tidak mengerti!” Kepalaku menggeleng, pusing! “Pokoknya, Rei mau mencium seseorang, tapi dia bilang kami harus menjadi pasangan untuk itu, tapi juga harus menjalani ritual untuk jadi pasangan!”
️
@2DRP_AU “Pasangan di sini memang pasangan apa? Pasangan romantis sederhana? Pasangan romantis abadi? Pasangan bestie? Karena menurutku ritualnya beda-beda.” yang ini malah mengikuti cara berpikir gadis itu.
️
ㅤ “Heee — kenapa harus melakukan itu? Bukannya jika sudah saling cinta, berarti sudah jadi pasangan?” Aku memiringkan kepala, penasaran. Rasanya gagasan ritual itu masih terdengar unik bagiku.
️
️
ㅤ “𝘈𝘳𝘦? Jika sudah ada di kelingking, kenapa harus dicari? Benangnya kan sudah diketahui di kelingking?” Ritual jenis apa ini? Apa upaya merealisasikan pepatah mencari jarum di tumpukan jerami?
️
@2DRP_AU "Ritual?" sang bentala mengerjapkan matanya beberapa kali. "Seperti mencari ujung benang merah pada kelingking seseorang? Entahlah, saya kurang tahu."