Dulu pelajaran PPKN ngajarin tatanan negara ada Presiden, Menteri, lembaga, dan tupoksi masing-masing. Sekarang kadang rakyat jadi bingung… kok rasanya semua jalan menuju satu pintu: Seskab Teddy 😅
Menteri mau koordinasi → ketemu Teddy.
Program pemerintah → dibahas Teddy.
Komunikasi kabinet → lewat Teddy.
Jadwal Presiden → Teddy yang atur.
Kursi Presiden → Teddy yang cek.
Payung Presiden → Teddy yang siapin.
Lama-lama bukan lagi hubungi kementerian terkait, tapi sudah izin Teddy belum??
Aneh banget cuy...
Ada tiga poin yang bisa di-highlight dari keanehan ini.
Pertama, Seskab itu eselon II dalam tata administrasi pemerintahan.
Eselon II itu cuman pejabat menengah, bahkan di bawah Dirjen.
Pertanyaannya, kenapa menteri malah menghadap sekelas direktur dan kepala biro di kementerian?
Kalau di daerah malah sekelas Kepala Dinas..
Ini secara teknis janggal dari tata administrasi jabatan kabinet maupun pemerintahan.
Kalau mau, mending Teddy dijadiin Seskeb sekelas menteri aja deh.
Cuma statusnya sebagai militer aktif harus dihapus.
Kedua, ini lagi-lagi menguatkan dugaan Tempo...
Kalau menteri-menteri melaporkan kinerja dan berkoordinasi dengan Seskab.
Ketiga, untuk apa ada foto bareng presiden di situ?
Secara interaksionisme simbolik, foto itu menimbulkan kesan doi sedang menunjukkan posisinya kepada para menteri.
Pangkat Give Away
Seharus Teddy baru bisa berpangkat Letkol di Tahun 2034
Letting Teddy di Akmil 2011 saat ini masih berpangkat kapten
Kenaikan Ekspres Pangkat Teddy
🔻2019 Lettu ( Asisten Ajudan Presiden Jokowi)
🔻2020 Kapten (Ajudan Menhan Prabowo)
🔻2024 Mayor (ajudan Menhan)
🔻6 Maret 2025 Letkol (Seskab )
Normalnya:
💥pangkat Lettu Ke Kapten butuh min 7 tahun masa dinas
💥Pangkat Kapten Ke Mayor butuh min 11 tahun masa dinas
💥Pangkat Mayor Ke Letkol butuh min 16 tahun masa dinas
Fun fact ini orang itu bener-bener dibenci se instansinya. Kaya jd bahan omongan kalo anggota yang lain pd nongkrong diluar & merasa haram kalo disamain sm ini orang.