WTB WTT
Want: Tiket BTS Arirang Tour Jakarta VIP (section apa aja)
Have: Platinum Floor Day 1 Section D
Kakak-kakak yang punya kelebihan VIP atau ada yang mau tuker di Platinum Floor info aku yaa🥹🥹
namjoon pas bahas lagi NORMAL:
🐨: “lagu ‘normal’ itu sebenarnya sedih bgt. awalnya aku nulis liriknya dalam bahasa korea, terus diterjemahin ke bahasa inggris buat keperluan radio dll. jadi sebenarnya ada versi korea dari NORMAL. member lain jg udah rekaman versi koreanya. cuma… bakal dirilis atau nggak, aku juga belum tau”
🐨: “ada lirik, ‘suatu hari kamu bilang sayang sama aku, besoknya kamu bilang benci sama aku. yaudah, bikin aja aku jadi antipeluru biar ditembak pun nggak hancur.’ dari situ muncul pertanyaan, sebenarnya apa sih yg normal buat kami?”
🐨: “selama hidup sebagai BTS, apa yg bisa dibilang normal? hari ini orang bilang mereka sayang sama aku, besoknya mereka nyuruh aku pergi. rasanya kayak hubungan toxic. orang2 bisa ngangkat kami setinggi langit seribu kali, terus ngejatuhin kami seribu kali jg”
🐨: ”‘koin dengan dua sisi, dan dua-duanya bukan kebenaran.’”
🐨: “kenapa? karna dua sisi itu sama2 bener, tapi jg sama2 salah. gak ada yg bener2 bisa menjelaskan apa itu BTS”
🐨: ”‘Andai aku bisa mematikan diriku sendiri sebentar aja.’”
🐨: “aku tau ini hidup yg aku pilih, dan semua kesalahan jg tanggung jawabku. tapi kadang… aku cuma pengen menjauh sebentar dari orang2. bukan berarti aku pengen menyerah sama hidup, cuma berharap orang2 bisa lupa sama aku untuk sesaat. perasaan itu yg ada di balik lirik ini. kalo dipikir2 sekarang… ini emang lagu yg sedih bgt sih”
🐨: ”‘fantasi dan ketenaran, iya… kami memang memilih semua ini.’”
🐨: “kami sadar kalo kami emang memilih jalan hidup ini. tapi pas lagu ini dinyanyiin di atas panggung, rasanya malah kaya lagu yg bahagia. karna kami nyanyiinnya bareng kalian. dan itulah sisi lain dari koin itu”
FIX BANGET nih pas MV nya rilis pasti SE-SEDIH itu😭💔
berarti konsepnya karna ditulisnya jg LAMRON (kebalikan dari normal) berarti MV-nya bakal nunjukin dua sisi dari “NORMAL”, satu sisi penuh cahaya saat mereka bareng army, dan satu sisi lagi yg memperlihatkan keadaan mereka di balik semua ketenaran??? gitu kah??
gapapa gapapa!! alumni hyyh mah kebal (boong ttp aja sedih sampe skrg) 😭👊🏻💔
Happy ARMY Day! 💜
Becoming an ARMY since 2019, and I’ve learned so many things from these seven men about life, perseverance, consistency, and believing that dreams really can come true.
Thank you for existing in this world, 방탄소년단. 💜🫰🏻
sejujurnya ketemu bangtan pertama kali kmrn di goyang, seokjin ini paling unreal aslinya…. ke berapa org ya gua cerita ni org mukanya bagus bgt bgt definisi ganteng bgt NGERTI GK 😭
Please @UNICEF , @UNICEFIndonesia , @kpp_pa and @KPAI_official , protect Indonesian children!!
Children are the future of our nation. They should never become shields for those in power, tools of propaganda, or symbols used to build support for any government policy.
Indonesia's Child Protection Law (Law No. 35 of 2014), Article 15, clearly states that every child has the right to be protected from abuse and exploitation in political activities. This principle exists because children deserve to grow up free from political manipulation and exploitation.
When elementary school children are brought to public demonstrations, asked to carry signs, chant slogans, or serve as symbols of support for a government program, we must ask a simple but important question: Who is truly being protected the children, or political interests?
Children are not born to carry the burden of adult politics. They are born to learn, to play, to dream, and to grow. They are not mature enough to fully understand political issues or to give informed consent to participate in activities with political implications. That is precisely why the law exists—to protect them from being used to advance the interests of others. If a government program is truly beneficial, its success should speak for itself. Public trust should be built through transparency, accountability, and measurable results—not by placing children at the center of political messaging.
Children's voices should never be used as loudspeakers for political agendas. Their small hands should be holding books, not protest signs. We respectfully urge @UNICEF and @kpp_pa to take this matter seriously. We call for an independent investigation into the reported involvement of children in political demonstrations and for appropriate action to ensure that every child's rights are protected in accordance with Indonesia's Child Protection Law.
Protect Indonesian children. Because when childhood is exploited, it is not only a child who is harmed—it is the future of an entire nation.
@Jakartalk izin nambahin bang
ketiga: (video ini diambil tadi siang) di aceh tamiang, rumah dan sekolah masih banyak yang hancur, tp sppg dan kopdes merah putih udah berdiri kokoh.
Dalam satu hari, ada dua AIB BESAR terbongkar.
Pertama pengakuan peserta demo dukungan MBG yg menerima uang Rp. 100.000 dan juga beberapa hadiah.
Kedua terbongkarnya para mahasiswa yang menerima sejumlah uang ketika bertemu wapres gibran.
Dan ga ada yang bisa kita lakukan..
ini parah banget sih, anak SD diboongin katanya pawai tapi taunya demo mendukung MBG
bahkan guru pun gak bisa menolak karna diintruksi dari Kepala Dinas Pendidikan
lokasi : batam