ada kalimat cantik banget kayak gini :
…di kehidupan yang seberisik ini, aku hanya berpegang pada kalimat “yang sudah tertakar tidak akan pernah tertukar” karna aku yakin “Allah tidak akan menciptakan sedih tanpa merencanakan bahagia setelahnya.”🥺
Di dunia kerja, everyone is replaceable. bahkan orang yang rela lembur, skip makan, sampai ngorbanin kesehatan, ketenangan, dan waktu sama keluarga sekalipun.
sekeras apa pun lo berkorban, pekerjaan bakal tetap berjalan bahkan setelah lo pergi.
so please, jangan kasih seluruh hidup lo buat pekerjaan sampai lupa nyisain sedikit waktu dan energi buat diri sendiri. your job is part of your life, not your entire life.
Berikut adalah list 100 dosa manusia beserta dasar dalilnya…
Jadi bahan muhasabah gw banget asli 🥹
Kalian biasa ngelanggar yang nomer berapa guys? *heh wkwkwkwkwk
Semoga Allah mengampuni dosa2 kita semua ya…. Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat…
Tapi jangan lupa untuk dosa yang berhubungan dengan manusia lain atau alam harus minta maaf dan perbaiki dulu ya hehehe
nangis bgt baca ini
“setiap ngerasa ketinggalan sama yang seumuran, tiba-tiba keinget kalo beberapa orang yang seumuran kita juga ada yang berpulang duluan. hampir lupa kalau ini cuma dunia.”
it’s okay, setiap orang punya waktu dan jalan hidupnya masing-masing. semangat 🫶🏻
kalau ditanya sedang menunggu apa? maka jawabanku adalah:
“Sedang menunggu kabar gembira, yang telah Allah janjikan bagi orang-orang yang sabar.”
(Qs Al-Baqarah : 155)
DIUMUR BERAPA KAMU BARU TAU
1. Buang ingus harus satu lubang dulu, Jangan dua sekaligus biar tekanan nggak nyerang telinga
2. Menahan bersin bisa bikin gendang telinga pecah, jangan sok kuat, lepas in aja
3. Wortel yang dimasak lebih bergizi daripada mentah betakarotennya lebih gampang diserap
4. Kalau cemas, jalan kaki bisa bikin badan lebih enteng gerak dikit, lebih lega
5. Berjemur bisa bantu nurunin rasa sedih, matahari tuh mood booster alami
6. Senyum kecil sebelum mulai aktivitas bisa nge reset mood seharian, Simpel tapi works banget
Ya Allah, didiklah mataku agar tidak memandang rendah siapa pun, didiklah lisanku agar hanya mengucapkan kata-kata yang baik, dan jagalah hatiku agar selalu dipenuhi rasa rendah hati, kasih sayang, dan prasangka baik kepada sesama. Aamiin ya Rabbal 'alamin. 🤲🏻🤍
7 RESPON DINGIN SAAT
DIREMEHKAN ORANG LAIN
1. Saat dihina fisik - tatap matanya dengan tenang selama 3 detik, lalu beri senyum miring.
2. Saat dipotong bicara - tegaskan, "Saya belum selesai ngomong. Diam dulu."
3. Saat dibandingkan - jawab tanpa ragu, "Saya tidak peduli dengan hidup orang lain."
4. Saat disindir di story - langsung skip story-nya. Jangan beri dia validasi berupa "View".
5. Saat ditanya gaji - jaga privasi, "Kenapa kamu mau tahu? Mau bantu bayar tagihan saya?"
6. Saat diajak debat - pakai teknik kusir: "Oke, kamu yang benar," lalu pergi.
DOA QUNUT...
1. Allahummahdinii fii man hadait
Mohon petunjuk.
2. Wa 'aafinii fii man 'aafait
Mohon kesehatan dan keselamatan.
3. Wa tawallanii fii man tawallait
Mohon penjagaan.
4. Wa baarik lii fii maa a'thait
Mohon keberkahan.
5. Wa qinii bi rahmatika syarra maa qadhait
Mohon perlindungan dari keburukan.
6. Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa 'alaik
Engkaulah yang menetapkan segala perkara.
7. Wa innahu laa yadzillu man waalait
Orang yang Engkau lindungi tidak akan hina.
8. Wa laa ya'izzu man 'aadait
Orang yang Engkau musuhi tidak akan mulia.
9. Tabaarakta Rabbanaa wa ta'aalait
Maha Berkah dan Maha Tinggi.
10. Fa lakal-hamdu 'alaa maa qadhait
Segala puji atas segala ketetapan-Mu.
11. Astaghfiruka wa atuubu ilaik
Mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.
12. Wa shallallaahu 'alaa Sayyidinaa Muhammadin an-nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam
Shalawat untuk Rasulullah ﷺ, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Pernyataan Permohonan Maaf Presiden Republik Indonesia atas Penggunaan Diksi, Kata-kata, dan Penyampaian yg Tidak Pantas
Saudara-saudara seluruh rakyat Indonesia yg saya hormati,
Sebagai Presiden Republik Indonesia, amanat yg diletakkan di atas pundak saya bukan hanya tentang memimpin pemerintahan dan menjalankan pembangunan. Melainkan juga tentang menjaga etika, keteladanan, serta kehormatan dalam setiap tutur kata dan tindakan di ruang publik.
Hari ini, dengan kerendahan hati yg paling dalam, saya berdiri di hadapan seluruh rakyat Indonesia untuk menyampaikan permohonan maaf yg setulus-tulusnya. Saya menyadari betul bahwa dalam berbagai kesempatan berbicara di ruang publik, saya telah menggunakan diksi, kata-kata, atau penyampaian yg kasar dan tidak pantas.
Saya paham bahwa kepemimpinan membutuhkan ketegangan emosi yg terkendali dan kesantunan berbahasa. Tidak ada alasan atau pembenaran apa pun—baik kekecewaan, tekanan kerja, maupun dinamika situasi—yg dapat membenarkan seorang Kepala Negara mengucapkan kata-kata yg tidak mencerminkan budaya Nusantara dan nilai-nilai luhur bangsa kita.
Perkataan saya tersebut telah menimbulkan ketidaknyamanan, melukai perasaan sebagian masyarakat, serta memberi teladan yg tidak baik bagi generasi muda. Untuk setiap kekecewaan dan rasa ketidaknyamanan yang timbul dari tutur kata saya, dari lubuk hati yg paling dalam, saya memohon maaf sebesar-besarnya. Penyesalan ini sungguh-sungguh lahir dari kesadaran penuh saya sebagai seorang manusia yg tidak luput dari kesalahan.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan profesional saya kepada seluruh rakyat Indonesia, saya berkomitmen penuh untuk melakukan koreksi diri secara menyeluruh. Saya berjanji akan lebih berhati-hati, menjaga kesantunan, dan senantiasa mencerminkan martabat kepresidenan dalam setiap komunikasi publik ke depan.
Terima kasih atas segala kritik, teguran, dan ingatan tulus yg telah diberikan oleh masyarakat. Teguran tersebut adalah wujud kecintaan rakyat kepada negara ini, dan saya menerimanya sebagai bahan refleksi yg sangat berharga untuk menjadi pemimpin yg lebih baik.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa membimbing kita semua dalam menjaga persatuan, kesantunan, dan kehormatan bangsa Indonesia.
Pemimpin dan pelayan rakyat Indonesia,
PRABOWO SUBIANTO
@prabowo
*Demikian draft ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya