Hari ini Gya sparing lawan anak kelas 4 SD. 2 mnggu lalu pernah kalah jauh 15 - 6..alhamdulillah hari ini menang 15 - 12. Luar biasa sih perkembangannya.
Padahal sebelum tanding bilang "papah klo aku kalah lg gapapa yh" .wkwk.
Saking simplenya idup. Gw aja blm tahu hrs investasi apa. Ko udh banyak yg udah invest yah. Lu ga pengin happy2 gitu apah.
Umur segini gula darah kan pasti udh ga stabil, hehe.
Yg gw pelajari dr istri gw. Klo dapat kembalian uang jelek harus tuker dan bilang kan td duit gw bagus.
Padahal dulu gw terima2 aja. Hehe
Emang enakan pakai kris aja sih y.
Siapa ingat gol ini? Inzaghi seolah memberikan pelukan terakhir yang paling hangat untuk San Siro dan untuk Milanisti di seluruh dunia. Sebuah akhir yang akan selalu abadi ❤️🖤
Saya pikir anak2 perlunya cuma bahagia dan bermain. Ga perlu banyak pencapaian macam2.
Program latihan dan koreksi tetep, tapi sifatnya untuk kordinasi gerak motorik, pengembangan dan hiburan saja.
Entar gedenya nanti ada jalannya sendiri apalagi jaman udh beda. Hehe
Kalau ada satu laga badminton yang harus ditonton dalam hidup ini, maka salah satu pilihan yang paling layak adalah duel Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir vs Xu Chen/Ma Jin di final Kejuaraan Dunia 2013.
Saat itu, Tontowi/Liliyana tertinggal 18-20 di gim ketiga. Suasana arena di Guangzhou sudah gegap gempita. Penonton tentu saja bersiap menyambut keberhasilan Xu/Ma juara dunia.
Dalam pikiran Tontowi saat itu, doa sang ayah di Tanah Suci Mekkah sepertinya tidak akan kembali terwujud.
Sedikit mundur ke belakang, saat Tontowi mulai merantau ke Tangerang, sang Ibu menitipkan pesan pada Tontowi. Pesan itu diucapkan sang ibu disertai harapan agar Tontowi benar-benar sungguh-sungguh setelah memutuskan karier sebagai pemain badminton.
"Wi, ingat, bapak itu dulu di Mekkah, tiap malam selalu mendoakan kamu jadi juara dunia."
Begitu pesan sang Ibu. Makanya ketika skor menunjukkan angka 18-20, sempat terbersit di pikiran Tontowi bahwa mungkin saja kali ini doa sang bapak belum waktunya terwujud.
"Tapi kalau bukan sekarang, kapan lagi?"
Tekad itulah yang membuat Tontowi dan juga Liliyana tidak menyerah begitu saja meski mereka di batas garis hidup-mati di laga ini.
Bermain dengan penuh tekanan, permainan berikutnya benar-benar mencekam. Liliyana Natsir sudah ditarik ke belakang. Bola selalu diarahkan ke belakang untu Liliyana.
Kondisi itu jelas tidak menguntungkan karena Liliyana seharusnya ada di area depan net untuk mengatur permainan.
Tontowi terlihat penuh waspada di depan net karena ia tak bisa begitu saja melakukan rotasi dengan Liliyana.
Ada momen ketika smes ke arah Tontowi baru bisa dibalikkan saat shuttlecock benar-benar sudah berada di posisi bawah.
Dalam posisi tertekan itu, Tontowi/Liliyana bisa menyerang balik saat pengembalian Ma Jin terlalu lemah sehingga bisa di-smash langsung oleh Tontowi. Skor berubah jadi 19-20.
Penonton masih bergemuruh. Permainan berikutnya, kembali menegangkan dengan pukulan-pukulan tipis di depan net. Ma Jin yang mengangkat shuttlecock terlalu tinggi langsung dipotong oleh Tontowi. Skor 20-20.
Dalam kondisi 20-20, situasi sudah berbeda. Tontowi/Liliyana makin percaya diri sedangkan Xu Chen/Ma Jin makin tertekan.
Rotasi Xu Chen dan Ma Jin tidak berjalan semestinya. Dorongan shuttlecock yang diarahkan Tontowi ke baseline tidak bisa dikembalikan oleh Ma Jin dengan baik. 21-20 untuk Tontowi/Liliyana.
Suara-suara penonton di arena tidak lagi sebising sebelumnya. Dalam permainan berikutnya, Tontowi/Liliyana hanya butuh empat pukulan untuk memastikan gelar juara dunia.
Niat Xu Chen melakukan drive tak berbuah manis. Bola terlalu datar dan memanjang. Tontowi dan Liliyana sama-sama hanya memandang shuttlecock yang melintas karena yakin shuttlecock jatuh di luar lapangan.
Begitu shuttlecock benar-benar dipastikan jatuh di luar lapangan, keduanya bergelimpangan di lapangan merayakan kemenangan.
Salah satu final kejuaraan dunia yang layak dikenang sepanjang masa.
Setelah pertandingan, Tontowi menelepon sang ayah. Di momen itu, sang ayah memberikan pujian pada Tontowi.
Menurut Tontowi, itu adalah kali pertama sang ayah memberikan pujian saat Tontowi jadi juara. Karena sebelumnya, respons sang ayah lebih sering ke arah candaan.
Tontowi sukses mewujudkan harapan orang tua untuk jadi juara dunia. Dan doa sang ayah yang diucapkan saat Tontowi kecil, hari itu, di Guangzhou, terjawab sudah.
NB: Kalau mau langsung nonton bagian menegangkannya langsung bisa mulai di: 1 jam 15 menit.
T.Ahmad/L.Natsir v Xu C./Ma J.|XD-F| Wang Lao Ji BWF World Champ. 2013 https://t.co/bSu7gfvENj via @YouTube
Coach Hector Souto:
“Ya, kami memang memecahkan rekor (lolos semifinal AFC Futsal Asian Cup untuk pertama kalinya sepanjang sejarah) dan hasilnya sangat bagus. Namun, saya ulangi lagi, saya sangat tidak puas.
Kami harus bermain jauh lebih baik. Negara ini harus memainkan gaya Futsal yang berbeda, apa yang kami lakukan sampai sekarang belum cukup.”
[Via bolacomid]