Realita jualan di alun-alun kidul Jogja
1. Izin resmi dari keraton
2. Pungli parkir kendaraan 2.5jt/hari di nego 1jt/hari
3. kasih makan 10 orang preman
4. DISURUH KASIH MAKAN TIGA POLISI 🤡🚩
5. Mau pake listrik bayar lagi
Jogja loh wes umr kecil, banyak pungli 😤👎
In Riyadh, a man saw a dream: a person told him, Call this number and arrange Umrah for so-and-so. The number was crystal clear.
He woke up, remembered every detail, but dismissed it as a mere illusion and forgot about it.
The next night, the exact same dream returned.
On the third night, it came again.
This time, he went to the imam of his local mosque and narrated the dreams. The imam advised: "If you see it once more, note the number carefully, contact the person, and fulfill this command."
The third night, the dream repeated.
The next morning, he dialed the number. After a brief introduction, he said:
"Brother, I have been commanded in a dream three times to take you for Umrah. I wish to fulfill this good deed."
The man on the other end burst into loud laughter.
"Umrah?! I haven’t even prayed my obligatory prayers in years! I’m a drinker. You want to take *me* for Umrah?"
The dreamer insisted with sincerity and humility. He offered to bear every single expense. After much persuasion, the man finally agreed on one condition: "I’ll go, but you must bring me back to Riyadh and cover all costs."
When they finally met, the dreamer was taken aback. The man looked rough clearly a heavy drinker who rarely prayed. His appearance screamed negligence in faith.
Yet they traveled together to Makkah.
They performed ghusl, entered Ihram, and reached the Haram. They made Tawaf of the Ka’bah, prayed two rak’ahs at Maqam Ibrahim, performed Sa’i between Safa and Marwah, shaved their heads, and completed Umrah.
As they were about to leave the Haram, the man said:
"Before we leave, I want to pray two rak’ahs of nafl. Who knows if my Umrah was even accepted?"
The dreamer had no objection. "Pray with full devotion," he said.
The man began praying. When he went into sujood (prostration), he stayed there longer and longer.
After some time, his companion called him. No response. He touched him and realized his soul had departed in that very sujood.
The dreamer wept with envy.
"What a beautiful death! Husn-e-Khatimah. How I wish my end could be like this!"
The man was given ghusl with Zamzam water, dressed in Ihram, and his funeral prayer was led in the Haram. Hundreds of thousands of Muslims prayed for him.
Later, his body was taken back to Riyadh as promised and buried there.
A few days later, the dreamer called the deceased man’s widow to offer condolences. He asked:
"Tell me, what good deed did your husband do that earned him such an honorable death dying in sujood inside the Haram?"
The widow replied with painful honesty:
My husband was not a good man. He had abandoned prayer and fasting long ago. He was addicted to alcohol the bottle was often by his bedside. But there was one habit…
In our neighborhood lived a very poor widow with small children. Every night when my husband went to the market to buy food for our family, he would also buy food for her and her orphans. He would quietly place it at her door and call out, 'I’ve left food for you please take it.'
That widow would pick up the food and always pray for him:
(O Allah, grant him a good end!)
Allah accepted her prayer.
Dear readers, never forget the hadith of the Prophet PBUH:
"Acts of kindness protect a person from an evil death."
A small, consistent good deed done quietly even by a flawed man became the reason for his magnificent end.
May Allah grant us all husn-e-khatimah a beautiful ending.
This is a true incident from Saudi Arabia, recorded in books of genuine spiritual events.
A powerful reminder that no good deed is ever wasted in the sight of Allah.
Bulan Juni-Agustus, ortu mulai banyak pengeluaran: daftar sekolah & seragam, buku & peralatan; belum lagi yg kuliah: UKT, kost dll, semoga Allah mudahkan & baca doa berikut
Masyaa Allah Tabarakallah… ❤️
Kisah seorang nenek dari Maros, Sulsel, jadi ikon internasional dalam Liputan Haji Global tahun ini (2026/1447H).
Kisah perjuangannya menabung untuk pergi ke Tanah Suci diliput oleh media dan dibagikan secara luas sebagai inspirasi, bahkan menjadi ikon jemaah haji tahun ini.
📹: makkahroute
Saya bersilaturrahim dengan 11 pondok pesantren dan sekolah Islam secara random di Jawa dan Sumatera yg badan hukumnya (yayasan) menjadi mitra pengelola program MBG. Pada kesempatan terpisah, saya beserta tim berbincang dengan para gurunya.
Data sementara:
Dari 11 pondok pesantren dan sekolah Islam tersebut, hanya 1 lembaga yg menaikkan gaji atau tunjangan para gurunya (yg juga di bawah upah minimum). Itu pun kenaikan 'hanya' Rp 50.000 per bulannya. 10 lembaga lainnya tidak.
Saya mengurut dada.
Kemarin, secara tak sengaja saya melihat (karena ada business meeting) ternyata ada pertemuan yg digelar di Ballroom Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah Bekasi oleh Badan Gizi Nasional. Saya kemudian menyengaja shalat zhuhur di musholla samping ballroom tersebut. Memperhatikan makanan buffet, batik, sepatu, jam tangan hingga clutch beberapa peserta. Akhirnya menyengaja pula jalan kaki mengitari parkiran hotel tersebut yg lahan parkir luasnya penuh dengan kendaraan roda 4 para peserta yg adalah mitra. Tampak banyak kendaraan baru ternyata.
Ada juga yg tidak makan di ruang ballroom bergabung bersama dan memilih untuk makan di Gendis Restaurant di samping resepsionis/lobi utama. Berbayar sendiri tentunya.
Sekitar jam 14 saya pulang dengan tangisan dan ingatan wajah para guru, Asatidz dan Ustadzat nan sederhana di hari sebelumnya.
Jangan menyimpulkan apa pun, saya hanya ingin berbagi cerita saja.
Patah hati terbesar kami ketika mendengar cerita Pak Reje (kepala desa) di Aceh Tengah yang akses desanya tertutup akibat jembatan putus dan jalan longsor.
Inilah yang menyebabkan kami fokus perbaikan akses. Tanpa akses, ekonomi tidak berputar. Masyarakat tidak bisa jual beli.
Kami berhasil membuka akses dan membangun jembatan darurat, tapi kita butuh kekuatan yang lebih besar. Saya dan tim tidak bisa melakukannya sendiri.
Kami melihat pemerintah memang hadir dan berjuang, namun memang wilayah yang terdampak di Bener Meriah dan Aceh Tengah sangat luas...
Shalihin-Shalihat, jika raga kita tak mampu menembus sulitnya medan, biarlah harta dan doa kita menjadi sayap yang memudahkannya.
Salurkan hadiah tanda cintamu untuk Sumatera melalui BSI 777-444-1772 An. Baitul Maal Merapi Merbabu atau Scan QRIS di video ya.
Unjuk rasa terbesar dalam sejarah Belanda...!
Pada hari Minggu, 18 Mei 2025 waktu lokal, lebih dari 100.000 orang berkumpul di kota The Hague, Belanda untuk menentang genosida yang sedang terjadi terhadap bangsa Palestina...
Semoga Allah melindungi bangsa Palestina dari ethnic cleansing yang dilakukan oleh Israhell laknatullah... 🤲
#FreePalestine 🇵🇸
yang sebelah kanan adalah brigjen frederick choo. lulus s1 dan s2 jurusan engineering dr cambridge. posisinya stafsus kemenhan singapura.
yang sebelah kiri jenderal sjafrie sjamsoeddin, menteri pertahanan indonesia yang punya stafsus seorang tukang sulap.
Saya lagi pulang kampung ke Sumut. Hasil nanya-nanya ke teman dan saudara di kampung beberapa hari ini, faktanya dibawah, judi online ini masih berlangsung dibawah. Tidak ada yg ekstrim berubah pasca penangkapan di Kominfo kemarin. Bahkan nama situs judinya sekarang sudah pakai nama-nama lokal daerah.
Judol ini memang benar2 buat ekonomi kita jadi lesu. Goreng pisang saja di kedai, dikampung jadi tidak laku. Kesedot ke depo judol. Melihat sebaran, jumlah penduduk dan manusia yg kena, dampak judol ini lebih parah dari Narkoba. Membuat orang jadi jatuh dan miskin.
Sesuai Astacita ke 7 terkait pemberantasan judi, tahun 2025 nanti perang total terhadap Judol ini harus terus kita lanjutkan pak Presiden @prabowo.
Soal judol ini harusnya memang jadi urusan masing2 keluarga. Namun ketika keluarga sudah tidak mampu lagi mengingatkan anak-anak dan angggota keluarganya, maka mau tidak mau Negara harus ikut campur dan turun tangan memberesinya. Kalau tidak, sendi-sendi kita ber-Negara akan rusak. Krn ujungnya ketika kemiskinan bertambah, angka kejahatan bertambah dan terjadi dimana-mana akan jadi urusan Negara juga.
Hormatku
Jansen Sitindaon
Alhamdulillah tim kami sudah bertemu langsung di rumah bapak penjual es, insyaaAllah komitmen kami untuk memberi beasiswa pendidikan kepada anak-anaknya.
Berkah selalu untuk para pejuang nafkah yang berusaha mencari rezeki dengan cara yang halal.
Australian dreams itu kek upgrade nya American dreams, versi gaji lebi tinggi dan kualitas hidup lebih unggul
Tadi pas gw jalan2 lewat McD, tiba2 disapa ama bapak2 OB yg lagi ngelap lampu depan McD.
"Phillipinos?"
"Indonesian, sir"
"Asal mana, PR?"
Cuk wong indo moro2
Krn pengalaman masa lalu, bnyk yg ragu dan khwatir: penanganan judol di Komdigi takkan sampai menyentuh pejabat yg paling bertanggungjawab dan terlibat; begitu pun penangkapan Ivan Sugianto yg menyuruh anak SMA bersujud dan menggonggong hanya sandiwara, Ivan yang ditangkap adl palsu dan hanya pemeran pengganti.
Menurut sumber yg saya peroleh, POLRI tidak bersandiwara atas 2 kasus itu. (1) Penanganan kasus judol di Komdigi akan sampai ke otak dan jantung pelaku. (2) Ivan Sugianto yg ditangkap itu asli. Saat pelimpahan ke kejaksaan nanti wajah Ivan akan ditunjukkan kpd publik tanpa memakai masker.
👏🇮🇩Presisi.