[Kita Tidak Sedang Balapan]
Di usia yang hampir menginjak kepala orang ini, seringkali kita tiba-tiba merasa sedih dan hampa. Salah satu alasannya karena melihat capaian orang lain dan membandingkannya dengan diri sendiri.
Sementara kita ngerasa tertinggal dan ‘gini-gini aja’. Padahal, kita tidak sedang balapan. Tidak perlu saling mendahului. Sebab, hidup bukan lintasan yang membentuk barisan depan dan belakang. Ada banyak jalan, sidatan, bahkan polisi tidurnya masing-masing.
Kamu tidak harus mencapai apa yang orang lain capai. Kamu tidak harus secepat orang lain, sekeren orang lain, sesibuk orang lain. Kamu hanya perlu bertanggungjawab atas jalan hidupmu sendiri. Pencapaian bukan tentang kalah dan menang.
Cerita orang lain yang kelihatan sukses itu juga hanyalah segelintir dari perjalanan mereka. Apalagi adanya media sosial terkadang membuat kita makin mudah silau. Padahal kita tidak pernah tahu apa yang sudah mereka lalui, korbankan, dan perjuangkan.
Hidup adalah perjalanan. Perjalanan memaknai proses dan dinamika kehidupan. Tidak apa-apa jika saat ini belum berhasil. Masih ada hari esok.
Maybe not today. Maybe not tomorrow. But one day.
Still growing. Still hoping. 🌱
Iya, relasi yang sehat itu pondasinya:
Komunikasi. Ngobrol.
Dan lebih dalam lagi:
Nyaman saat cuma duduk aja berdua, nggak ngapa-ngapain, nggak ngomong, nggak mbahas apapun…
Hanya bernapas bareng, saling sekadar hadir nemenin melalui waktu momen per momen hidup ini.
Sedang baca buku cerita perjalanan seorang penjelajah Inggris di Hindia Belanda, 1880-an. Kisahnya menarik. Namun, yg bikin makin istimewa, dalam buku, ada banyak ilustrasi cantik yg nggambarin kondisi tempat2 yg penulisnya kunjungi kala itu.
Misal teluk di Pulau Waigeo, Papua.
1927, perusahaan Stoomvaart-Maatschappij Nederland mempublish kalender dengan lambang daerah2 di Hindia Belanda karya T. van der Laars
Jika lambang di tweet bawah adalah versi kecilnya, ini versi yg lebih detail dan jauh lebih artistik 🤩
#1 Bandung, Banyuwangi, Jakarta, Bogor
kenapa Raden Saleh banyak melukis harimau dan semuanya sangat ekspresif dan terlihat hidup? karena memang dia punya piaraan harimau di rumahnya dulu di Cikini. Punya kebun binatang pribadi, bukan hanya harimau sih, ada binatang lain juga.
Agak enyesal baru lihat lukisan Raden Saleh yang ini: Harimau berebut memakan orang, padahal epik banget sebagai ilustrasi untuk bab 1 buku Cahaya dan Bayang-Bayang dari Jawa. Tenyata masih banyak lukisan Raden Saleh lainnya yang terkait harimau. Kita lanjut di bawah ya.